SMAN 1 Sambas Keluar Jadi Juara LCC Empat Pilar MPR RI, Kepala Sekolah Ungkap Rahasia Kemenangan
Galuh Palupi May 13, 2026 10:08 AM

 

TRIBUNTRENDS.COM - SMA Negeri 1 Sambas sukses menjadi juara 1 Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI mengalahkan SMAN 1 Pontianak yang tengah ramai jadi sorotan.

SMAN 1 Sambas menyingkirkan SMAN 1 Pontianak di babak final dan berhak mewakili Kalimantan Barat di tingkat Nasional.

Menanggapi prestasi ini, Kepala Sekolah SMAN 1 Sambas Syafaruddin mengungkap rahasia kemenangan sekolahnya.

Menurutnya, ia tidak pernah memberikan target kepada murid untuk menjadi juara.

Ia meminta peserta yang ikut lomba agar tampil maksimal tanpa terbebani harus keluar sebagai juara.

“Saya tidak banyak memberikan tekanan seperti harus begini, harus begitu, atau harus juara. Saya percaya mereka adalah siswa-siswa terbaik yang dimiliki sekolah. Saya hanya berpesan agar lomba ini jangan menjadi beban,” ujar Syafaruddin.

Baca juga: Sosok Shindy, MC LCC 4 Pilar Viral Ucap Perasaan Adik Saja, Ternyata MC Wedding, Kini Minta Maaf

LCC MPR RI - Kepala Sekolah SMAN 1 Sambas ungkap rahasia kemenangan sekolahnya di ajang LCC MPR RI (YouTube/Tribun Pontianak)

Terkait prestasi berhasil menjadi juara, Syarafaruddin mengaku tidak menyangka.

Syafaruddin juga memberikan apresiasi kepada para guru pembimbing yang telah mendampingi siswa selama persiapan lomba.

“Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada tim LCC Empat Pilar MPR RI 2026 di bawah bimbingan Ibu Niswi dan Pak Erwis,” katanya.

Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi kebanggaan besar bagi SMAN 1 Sambas. 

Meski demikian, ia menilai para siswa masih memerlukan banyak bimbingan dan persiapan yang lebih matang untuk menghadapi persaingan di tingkat nasional.

“Persiapan kami sebenarnya cukup mendadak, sehingga anak-anak masih perlu banyak pembinaan dan penguatan,” ungkapnya.

Syafaruddin menjelaskan, pihak sekolah tetap memberikan dukungan penuh sejak mengetahui bahwa SMAN 1 Sambas ditunjuk mewakili Kabupaten Sambas di tingkat provinsi.

Sebelum keberangkatan, pihak sekolah juga mengumpulkan para siswa untuk memberikan motivasi dan penguatan mental agar tampil percaya diri selama perlombaan.

“Yang penting kalian harus semangat berjuang dan jangan lupa berdoa. Doa menjadi kekuatan yang mendukung mental dan psikologi anak-anak,” ujarnya.

Ia menambahkan, sekolah selalu menanamkan pentingnya ibadah dan doa sebagai bagian dari pembentukan mental siswa. 

Para siswa Muslim diminta tetap menjaga salat lima waktu, salat tahajud, dan salat duha, sementara siswa non-Muslim juga diimbau tetap berdoa sesuai keyakinan masing-masing.

Baca juga: Mengenal LCC 4 Pilar MPR RI, Lebih dari Sekadar Kompetisi Sebuah Jembatan Menuju Literasi Kebangsaan

Meski berhasil meraih juara pertama, Syafaruddin menegaskan pihak sekolah sejak awal tidak membebani siswa dengan target wajib juara.

Ia lebih menekankan pentingnya usaha maksimal dan sikap tawakal kepada Tuhan.

“Saya tidak menargetkan mereka harus juara. Yang terpenting adalah berusaha semaksimal mungkin dan berdoa,” tuturnya.

Diwarnai Polemik

Video Final Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat menjadi sorotan publik setelah beredar di media sosial. 

Perhatian warganet tertuju pada keputusan dewan juri yang memberikan nilai berbeda terhadap dua jawaban yang dinilai serupa dari peserta lomba.

Dalam tayangan yang diunggah di kanal YouTube MPR RI, pembawa acara membacakan pertanyaan rebutan mengenai mekanisme pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

"Pimpinan BPK dipilih dari dan oleh anggota. Namun untuk menjadi anggota BPK, keterkaitan dengan perwakilan daerah tetap dijaga. DPR dalam memilih anggota BPK diwajibkan untuk memperhatikan pertimbangan dari lembaga mana?" tanya pembawa acara dikutip dari YouTube MPRRIOfficial, Senin (11/5/2026).

LCC MPR RI - Kolase potret video perbandingan jawaban dua peserta LCC MPR RI yang sedang dipermasalahkan
LCC MPR RI - Kolase potret video perbandingan jawaban dua peserta LCC MPR RI yang sedang dipermasalahkan (Threads/@gedflip)

Grup C dari SMAN 1 Pontianak menjadi peserta pertama yang menekan bel dan diberi kesempatan menjawab. 

Salah satu peserta kemudian menyampaikan jawaban terkait proses pemilihan anggota BPK.

"Anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh Presiden," kata peserta dari Grup C.

Meski demikian, seorang dewan juri, Kepala Biro Pengkajian Setjen MPR RI Dyastasita, memberikan nilai minus lima untuk jawaban tersebut.

Baca juga: Polemik Jawaban Benar Disalahkan, MPR Nonaktifkan Dewan Juri dan MC LCC Empat Pilar di Kalbar

Pertanyaan kemudian dilempar kembali dan dijawab oleh Grup B dari SMAN 1 Sambas. Jawaban yang diberikan terdengar sama dengan jawaban sebelumnya dari Grup C.

"Anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh Presiden," kata peserta dari Grup B.

Atas jawaban tersebut, Dyastasita memberikan nilai penuh.

"Iya, inti jawabannya sudah benar. Nilai 10," kata Dyastasita.

Keputusan itu langsung diprotes oleh Grup C. Mereka menilai jawaban yang mereka sampaikan sebelumnya sama dengan jawaban Grup B.

"Izin, tadi kami menjawabnya sama seperti regu B. Sama," kata Grup C.

LOMBA CERDAS CERMAT - Kolase potret Ocha siswi peserta lomba cerdas cermat MPR dan dewan juri
LOMBA CERDAS CERMAT - Kolase potret Ocha siswi peserta lomba cerdas cermat MPR dan dewan juri (Instagram/@jsphalxndra)

Namun, Dyastasita menilai jawaban Grup C tidak menyebut unsur Dewan Perwakilan Daerah (DPD).

"Tadi disebutkan regu C ya, itu pertimbangan dari DPD-nya tidak ada. DPR tadi," kata Dyastasita.

Peserta dari Grup C kembali menyampaikan keberatan karena merasa sudah menyebut DPD dalam jawaban awal mereka. Akan tetapi, Dyastasita tetap pada pendiriannya.

"Jadi Dewan Juri tadi berpendapat nggak ada itu Dewan Perwakilan Daerah," kata Dyastasita.

Perdebatan sempat berlanjut ketika Grup C meminta agar penonton dimintai pendapat mengenai jawaban yang mereka sampaikan. Namun, Dyastasita menegaskan keputusan penilaian sepenuhnya berada di tangan dewan juri.

Sementara itu, dewan juri lainnya, Kepala Bagian Sekretariat Badan Sosialisasi MPR RI Indri Wahyuni, mengingatkan peserta untuk memperjelas artikulasi saat menjawab pertanyaan.

"Begini ya, kan sudah diperingatkan dari awal ya, artikulasi itu penting ya. Jadi biasakan menjawab itu dengan artikulasi yang jelas. Kalau menurut kalian sudah, tapi Dewan Juri menilai kalian tidak karena tidak mendengar artikulasi kalian dengan jelas, ya itu artinya Dewan Juri berhak memberikan nilai -5. Jadi sekali lagi kami peringatkan artikulasi diperhatikan ya," kata Indri Wahyuni. (Tribun Style/Tribun Pontianak/Imam Maksum)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.