'Masa Depan Putri Saya Hancur' Ayah Siswi SD Korban Rudapaksa di Gandus Minta Pelaku Dihukum Mati!
Odi Aria May 13, 2026 11:27 AM

SRIPOKU.COM, PALEMBANG – AA orang tua dari PS (12), bocah perempuan korban kekerasan seksual di kawasan Gandus, mendatangi Mapolrestabes Palembang untuk menyampaikan apresiasi atas keberhasilan polisi menangkap pelaku. 

Kedatangan AA (35) bersama pihak keluarga pada Selasa (12/5/2026) sore ini ditujukan langsung kepada Kapolrestabes Palembang dan Kasat Reskrim.

Dalam pertemuan tersebut, keluarga korban membawa buket bunga sebagai simbol rasa terima kasih yang mendalam kepada Tim Satreskrim Polrestabes Palembang dan Polda Sumsel yang dinilai bergerak cepat mengungkap kasus tersebut.

"Kedatangan saya hari ini untuk mengucapkan rasa terima kasih kepada Satreskrim Polrestabes Palembang yang berjuang di lapangan menyelidiki hingga akhirnya berhasil menangkap pelaku," ujar AA di Mapolrestabes Palembang.

Selain menyampaikan apresiasi, AA mengungkapkan harapannya agar pelaku mendapatkan hukuman yang seberat-beratnya. 

Ia menilai tindakan pelaku sangat kejam dan telah merusak masa depan putrinya.

"Masa depan anak saya hancur. Saya harap pelaku ini bisa dihukum seumur hidup atau mati," tegasnya.

Kondisi Korban Mulai Membaik

Kasat Reskrim Polrestabes Palembang, AKBP M. Jedi Permana, menyambut baik apresiasi dari pihak keluarga korban. 

Ia menyatakan bahwa keberhasilan pengungkapan kasus tersebut merupakan wujud dari doa dan dukungan masyarakat dalam mempermudah tugas kepolisian.

"Kami dari hati yang paling dalam sangat mengapresiasi bentuk itu (pemberian bunga), kami juga mengucapkan terima kasih atas kepercayaan kepada kami," kata Jedi. 

Ia menambahkan, kondisi kesehatan dan mental PS (12), bocah perempuan yang menjadi korban rudapaksa oleh pria di Gandus, dilaporkan mulai menunjukkan perkembangan positif. 

Meski demikian, korban saat ini masih menjalani perawatan intensif untuk mengatasi trauma yang dialaminya.

"Hingga saat ini dalam penanganan pemulihan dari kesehatan maupun mental. Ya, untuk sekarang dari korban mulai berangsur membaik," ujarnya.

Pihak kepolisian menegaskan akan terus memantau perkembangan kesehatan PS secara berkala. 

Mengingat kondisi psikologisnya yang masih trauma, korban kini mendapatkan pendampingan khusus dari berbagai pihak terkait.

Korban telah mendapatkan fasilitas perlindungan dan bantuan dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA).

Kemudian perawatan intensif diberikan baik oleh tim PPA maupun psikiater profesional untuk memulihkan trauma korban.

"Saat ini kami terus memantau perkembangan kesehatan dari korban. Masih ada trauma yang sedang diberikan perawatan intens dari PPA maupun dari psikiater," pungkas Jedi.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.