Polman Negeri Babel Gelar FGD Pemanfaatan Kompos Organik Untuk Reklamasi Lahan Bekas Tambang Timah
Ardhina Trisila Sakti May 13, 2026 11:27 AM

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung, kampus terbaik di Bangka Belitung dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui Program Ekosistem Hidup Berbasis Sains dan Teknologi (Bestari Saintek) Tahun 2026, Focus Group Discussion (FGD) Pemanfaatan Kompos Organik Untuk Reklamasi Lahan Bekas Tambang Timah sebagai Upaya Peningkatan Ketahanan Pangan di Bangka Belitung yang digelar lantai 2 Gedung Kuliah Bersama, Selasa (12/5/2026).

Kegiatan tersebut menjadi wadah dalam mempertemukan akademisi, pemerintah, dunia industri hingga kelompok tani untuk membahas solusi nyata pemanfaatan lahan bekas tambang timah agar kembali produktif dan bernilai ekonomi bagi masyarakat Bangka Belitung.

FGD ini dihadiri berbagai pihak dari mitra Pupuk Kompos ANW Organik, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bangka, PT Timah Agro Manunggal, Gapoktan Kimak Bahrain Lestari serta Gapoktan Sinar Abadi Desa Penyamun. 

lihat foto
Polman Babel Gandeng Pemerintah dan Kelompok Tani Bahas Reklamasi Lahan Eks Tambang

Hadir pula dua narasumber utama Ir. Ria Meliyati Situngkir, M.M dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bangka Belitung serta Hasanudin, S.H dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Bangka Belitung.

"Kegiatan ini sangat penting untuk mendorong dosen aktif melakukan penelitian dan pengabdian bersama kelompok tani melalui berbagai project Polman Babel yang berdampak langsung kepada masyarakat," ucap Wakil Direktur I Polman Babel, Irwan., Ph.D 

Bahkan, lahan eks tambang yang selama ini dianggap tidak produktif justru memiliki potensi besar untuk dijadikan lokasi penelitian dan pengabdian dosen dalam menciptakan inovasi pertanian berbasis reklamasi berkelanjutan.

“Polman Babel ingin hadir memberikan solusi melalui riset dan kolaborasi bersama masyarakat sebab lahan bekas tambang dapat dimanfaatkan kembali melalui pengolahan yang tepat sehingga mampu mendukung ketahanan pangan daerah,” terangnya.

lihat foto
Polman Babel Gandeng Pemerintah dan Kelompok Tani Bahas Reklamasi Lahan Eks Tambang

Dalam paparannya, narasumber dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bangka Belitung, Ir. Ria Meliyati Situngkir, M.M memaparkan berbagai solusi pengolahan lahan bekas tambang timah untuk budidaya tanaman pangan melalui pemanfaatan kompos organik dan perbaikan unsur hara tanah

Hasanudin, S.H dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Bangka Belitung menjelaskan pentingnya reklamasi lahan bekas tambang sebagai bentuk pemulihan lingkungan sekaligus upaya menjaga keseimbangan ekosistem di Bangka Belitung.

Ketua kegiatan FGD, Mahmudin menyampaikan seluruh peserta, narasumber, akademisi, pemerintah daerah, perusahaan serta masyarakat telah memberikan berbagai masukan strategis dalam kegiatan tersebut. 

Ia menilai persoalan lahan bekas tambang menjadi perhatian bersama karena luasnya area yang mengalami penurunan kualitas tanah di Bangka Belitung..

"Hasil diskusi ini awal pengembangan teknologi kompos organik yang aplikatif, inovatif dan berkelanjutan untuk mendukung reklamasi lahan bekas tambang timah, karena selain meningkatkan produktivitas lahan, program diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bangka Belitung," ujar Mahmudin.

Seusai acara Polman Negeri Babel menyerahkan cendera mata dan penghargaan untuk para narasumber dan mitra yang telah mendukung serta berpartisipasi dalam Focus Group Discussion pemanfaatan kompos organik untuk reklamasi lahan bekas tambang timah di Bangka Belitung. (*/E0)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.