Warga Nunukan Perlu Ketahui, Begini Cara Petugas Pastikan Hewan Kurban Sehat Jelang Idul Adha 2026
Amiruddin May 13, 2026 11:36 AM

 

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Menjelang Idul Adha 2026, begini cara petugas di Nunukan memastikan hewan kurban tetap sehat sebelum disembelih.

Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, mulai bergerak melakukan pemeriksaan hewan kurban jelang Idul Adha 2026, di sejumlah titik penjualan ternak, pada Senin (11/5/2026).

Pemeriksaan dilakukan oleh tim medik veteriner dan paramedik veteriner, untuk memastikan hewan kurban yang dijual kepada masyarakat benar-benar sehat dan layak disembelih saat Idul Adha nanti.

Diketahui, Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah pada tahun 2026 diprediksi jatuh pada hari Rabu, 27 Mei 2026. 

 

Petugas medis veteriner Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Nunukan
HEWAN KURBAN - Petugas medis veteriner Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Nunukan melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban menjelang Hari Raya Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Senin (11/5/2026). Pemeriksaan dilakukan oleh tim medik veteriner dan paramedik veteriner, untuk memastikan hewan kurban yang dijual kepada masyarakat benar-benar sehat dan layak disembelih saat Idul Adha nanti. (TribunKaltara.com/Istmewa-Dokumentasi Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian)

 

Baca juga: Pasca Lebaran Idul Adha Harga Bawang Merah Naik Rp 40 Ribu Per Kg, Pedagang Sebut Lagi Musim Hujan  

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Nunukan, Alim Bakhri, mengungkapkan pihaknya tidak hanya mengecek kondisi fisik hewan, tetapi juga mengantisipasi adanya penyakit yang berpotensi membahayakan masyarakat.

“Pemeriksaan ini rutin kami lakukan setiap tahun. 

Kami memastikan hewan kurban dalam kondisi sehat, tidak cacat, dan bebas penyakit,” katanya.

Dalam pemeriksaan tersebut, petugas memeriksa kondisi mata, bulu, nafsu makan hingga cara berjalan hewan. 

Hewan yang terlihat lesu, pincang atau menunjukkan gejala sakit langsung mendapat perhatian khusus dari petugas.

Tak berhenti di situ, pengawasan ketat juga akan dilakukan saat mendekati hari penyembelihan.

“Nanti H-1 sampai hari H akan ada pemeriksaan ante-mortem dan post-mortem, untuk memastikan daging dan organ dalam aman dikonsumsi,” jelas Alim.

Pemeriksaan ante-mortem dilakukan sebelum penyembelihan, dengan memastikan hewan dalam kondisi aktif, mata cerah, dan tidak menunjukkan tanda penyakit.

Sementara pemeriksaan post-mortem dilakukan setelah penyembelihan, guna mengecek kualitas daging dan organ dalam.

Masyarakat pun diimbau lebih teliti saat membeli hewan kurban, dan memastikan ternak berasal dari lokasi yang telah dipantau oleh petugas kesehatan hewan.

(*)

Penulis: Fatimah Majid

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.