TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Puuwatu, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), membludak hingga menutupi akses jalan di Kawasan Zona A.
Berdasarkan video yang diterima TribunnewsSultra.com, Rabu (13/5/2026), sampah terlihat menggunung di sepanjang jalan Zona A.
Padahal, kawasan tersebut bukan lokasi pembuangan sampah, melainkan jalur keluar-masuk kendaraan pengangkut sampah.
Sehari sebelumnya, akses jalan itu bahkan sempat tertutup sepenuhnya oleh tumpukan sampah sehingga truk pengangkut tidak dapat melintas.
Akibatnya, antrean kendaraan mengular hingga ke area perumahan sekitar TPAS Puuwatu Kendari.
Baca juga: Tumpukan Sampah Dekat Jembatan Kali di Jalan Merpati 2 Kendari Dikeluhkan Pengendara, Bau Tak Sedap
Pantauan kondisi TPAS Puuwatu pada Rabu sekitar pukul 09.20 hingga 09.31 Wita menunjukkan tumpukan sampah masih berserakan hingga ke Zona A.
Namun, sebagian sampah telah dipinggirkan, sehingga kendaraan sudah bisa melintas.
Berdasarkan informasi yang dihimpun TribunnewsSultra.com, kondisi tersebut telah berlangsung sekitar tiga hingga empat bulan terakhir.
Kondisi TPAS hanya kembali normal saat Tim Kementerian Lingkungan Hidup melakukan peninjauan.
“Setelah itu kondisinya kembali carut-marut,” sebut seorang informan.
Baca juga: Truk Sampah Terperosok ke Selokan di Muna Sulawesi Tenggara, Diduga Gegara Rem Blong
Persoalan utama berada pada ketersediaan bahan bakar solar yang kerap kosong.
Selain itu, keterbatasan alat berat juga disebut menjadi penyebab terganggunya pengelolaan sampah di TPAS Puuwatu.
Saat ini, alat berat yang tersedia hanya satu unit ekskavator dan satu unit dozer.
Namun, ekskavator tersebut dalam kondisi rusak, sedangkan dozer sering mengalami gangguan.
“Ekskavator sementara rusak sampai sekarang. Kemudian dozernya juga sering rusak, jadi kerjanya mungkin hanya sekitar 40 persen,” jelasnya.
Baca juga: 3 TPS Liar Muncul di Jalan Budi Utomo Baru Wuawua Kendari, Sampah Menumpuk Didominasi Plastik
Kondisi tersebut menyebabkan timbunan sampah meluas hingga ke zona yang seharusnya tidak digunakan sebagai lokasi pembuangan.
Sangat disayangkan, pernyataan sejumlah pejabat Pemerintah Kota Kendari yang kerap menyebut cuaca sebagai penyebab utama persoalan di TPAS.
Seharusnya, pemerintah dapat melakukan langkah antisipasi, salah satunya dengan pengerasan jalan menuju area landfill.
“Kalau diantisipasi misalnya pengerasan jalan 20 sampai 30 meter, saya pikir tidak akan terjadi seperti ini,” ucapnya.
Berdasarkan informasi yang diterimanya, siang ini dua alat berat tambahan sedang diupayakan datang ke TPAS Puuwatu untuk membantu penanganan tumpukan sampah.
Baca juga: Bak Sampah di Kadia Kendari Dibongkar, Kini Pakai Layanan Jemput, Bayar Rp21 Ribu per Rumah Tangga
Harapannya, Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, dapat memberikan perhatian serius terhadap persoalan sampah di TPAS Puuwatu.
Menurut dia, para pekerja di TPAS selama ini juga menjadi pihak yang paling terbebani akibat buruknya pengelolaan sampah di lokasi tersebut.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kendari, Erlis, dihubungi melalui WhatsApp belum memberi tanggapan.
Sekretaris DLHK Kendari, Tawjid, mengatakan agar mengonfirmasi kondisi TPAS Puuwatu langsung kepada kepala dinas.
"Waalaikumsalam, oh ya Bu. Mohon maaf, saya sedang berada di luar daerah. Terkait hal tersebut bisa langsung ke Ibu Kadis,” tulisnya.
Baca juga: 2 Mahasiswa UHO Kendari Raih Silver Medal Lomba Esai di Bali, Inovasi soal Pengolahan Sampah Organik
Jarak TPAS Puuwatu dengan Kantor Balai Kota Kendari sekira 6,4 kilometer (km), waktu tempuh 13 menit berkendara.
Kantor pemerintahan ini berada di Jalan Jend Ahmad Yani, Kelurahan Mandonga, Kecamatan Mandonga. (*)
(TribunnewsSultra.com/Apriliana Suriyanti)