Laporan Wartawan Tribun GayoAlga Mahate Ara | Aceh Tengah
TribunGayo.com, TAKENGON - Akses jalan utama yang menghubungkan Kecamatan Bintang menuju Desa Serule, Kabupaten Aceh Tengah, tepatnya di Jamur Lokop Dedamar, kembali lumpuh akibat longsor pada Rabu (13/5/2026) pagi.
Baca juga: Akses Utama Bintang-Serule Aceh Tengah Kembali Terendam Lumpur, Warga Keluhkan Lambatnya Penanganan
Material tanah dan lumpur kembali menutupi badan jalan sehingga kendaraan tidak dapat melintas.
Peristiwa ini menambah penderitaan warga pedalaman Aceh Tengah yang sejak beberapa bulan terakhir harus menghadapi kondisi jalan rusak dan berlumpur pascabencana longsor yang terjadi pada November 2025 lalu.
Berdasarkan keterangan dari salah seorang masyarakat kepada TribunGayo.com pada Rabu (13/5/2026), puluhan warga yang hendak menuju kebun,berdagang, maupun berangkat ke sekolah untuk mengajar terjebak karena akses jalan tertutup material longsor dan genangan lumpur yang cukup tinggi.
Sejumlah kendaraan roda dua dan roda empat terlihat tidak bisa melewati jalur tersebut.
Para pedagang yang hendak membawa barang dagangan ke Takengon juga terpaksa menghentikan perjalanan mereka.
Salah seorang guru Sekolah Dasar (SD), Riski yang berada di lokasi mengaku tidak dapat melaksanakan aktivitas mengajar akibat jalan kembali longsor pagi tadi.
“Tidak tahu kapan kejadiannya, tapi tadi dari pagi warga sudah ramai di sini karena jalan tidak bisa dilewati,” ujarnya.
Baca juga: Jalan Genting Gerbang Angkup Normal Kembali Usai Lumpuh Akibat Longsor
Warga mengaku kecewa karena hingga kini penanganan permanen di titik longsor belum juga dilakukan secara maksimal.
Setiap hujan deras turun, kawasan tersebut kembali dipenuhi lumpur yang menghambat aktivitas masyarakat.
Jalur Jamur Lokop Dedamar diketahui menjadi akses vital bagi warga Serule dan sekitarnya untuk mengangkut hasil pertanian, menuju pusat pelayanan kesehatan, serta aktivitas pendidikan dan perdagangan menuju Kota Takengon.
Masyarakat berharap pemerintah segera menurunkan alat berat untuk membersihkan material longsor dan melakukan penanganan permanen agar akses utama warga tidak terus lumpuh setiap musim hujan. (*)
Baca juga: 30 Warga Terjebak Longsor Di Bur Lintang Aceh Tengah, Tim SAR Gabungan Lakukan Evakuasi Korban