TRIBUNBANYUMAS.COM, BATANG - Rumah Mahmudi (60), warga RT 04 RW 01 Desa/Kecamatan Kecepak, Kabupaten Batang, dibobol maling.
Saat kejadian, Mahmudi dan istri sedang menunaikan ibadah haji 2026.
Pencuri menggasak uang tunai Rp4 juta.
Sementara, emas bernilai ratusan juta rupiah yang berada di dalam rumah berhasil selamat.
Kapolsek Batang Kota AKP Hozali mengatakan, laporan pencurian disampaikan Mahmudi dari Tanah Suci.
"Jadi, kemarin (Selasa) malam, sekitar jam 20.30 sampai 21.00 WIB, saya ditelepon langsung dari Makkah oleh korban."
"Beliau bilang, rumahnya kebobolan (dimaling)," kata Hozali, Rabu (13/5/2026).
Baca juga: Pilu, Bocah 2 Tahun 5 Bulan di Batang Hanya Punya Berat 6,2 Kg. Dilarikan ke RS dalam Kondisi Lemas
Korban merupakan seorang penjahit yang sehari-hari mangkal di kawasan ruko Batang.
Mendapat laporan tersebut, Kapolsek langsung memerintahkan Kanit Reskrim bersama anggota mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Dari hasil pemeriksaan awal, pelaku diduga masuk melalui pintu depan rumah lewat cara mencongkel tempat kunci menggunakan linggis.
Setelah berhasil masuk, pelaku mengacak-acak dua kamar di dalam rumah.
"Di kamar pertama, pelaku sempat membuka laci-laci tempat surat emas. Tapi tidak semuanya ditarik keluar, sehingga emas yang posisinya di pojok masih selamat," jelasnya.
Pelaku kemudian masuk ke kamar lain dan mengobrak-abrik pakaian hingga menemukan uang tunai sekitar Rp4 juta yang kemudian dibawa kabur.
"Padahal, di situ ada dua sepeda motor dan satu mobil, tapi yang diambil hanya uang tunai."
"Alhamdulillah, emasnya tidak jadi terbawa."
"Kalau sampai hilang, nilainya bisa ratusan juta rupiah," ungkapnya.
Peristiwa pencurian itu pertama kali diketahui anak korban yang bekerja sebagai dokter gigi di Semarang.
Saat pulang ke rumah pada Selasa sore, sekitar pukul 17.00 WIB, ia mendapati kondisi rumah berantakan dan pintu rumah dalam keadaan rusak.
Anak korban kemudian menghubungi ayahnya di Makkah dan memeriksa barang-barang berharga di dalam rumah.
Setelah dicek, emas milik korban masih utuh.
Baca juga: Insiden Anak Terbakar di Batang saat Bermain Merpati, Ada Dugaan Bullying
Menurut Hozali, rumah tersebut memang dalam keadaan kosong karena seluruh anggota keluarga sedang berada di luar kota maupun luar daerah.
Pasangan suami istri pemilik rumah sedang berhaji, satu anak bekerja di Semarang, dua lainnya berada di Kalimantan, sementara satu anak lain masih kuliah.
Polisi juga telah meminta keterangan sejumlah saksi, termasuk dua penjaga rumah yang bertugas malam hari.
Namun, hingga kini, belum dapat dipastikan apakah pelaku beraksi seorang diri atau lebih.
"Masih dalam penyelidikan. Bisa saja dilakukan siang hari karena kondisi rumah sepi dan penjaga hanya berjaga malam," ujarnya.
Selain memeriksa saksi, polisi juga tengah menelusuri rekaman CCTV milik warga di sekitar lokasi, yang diduga merekam pelaku saat melintas.
"Rumah korban tidak ada CCTV."
"Kami sekarang fokus mencari petunjuk dari CCTV sekitar dan keterangan saksi-saksi agar pelaku segera terungkap," katanya.
Berdasarkan keterangan kepolisian, pencurian itu terjadi pada Selasa (12/5/2026) sekitar pukul 17.00 WIB. (*)