Wamenhaj Sebut Embarkasi Makassar Terbaik Nasional Tiga Tahun Berturut-turut
Ansar May 13, 2026 02:07 PM

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak sebut Embarkasi Makassar masuk daftar embarkasi terbaik di Indonesia dalam hal pelayanan jamaah calon haji.

Hal itu disampaikan, Dahnil saat meninjau pelaksanaan layanan haji di Embarkasi Makassar, Asrama Haji Sudiang, Rabu (13/5/2026). 

Dalam kunjungannya, Dahnil disambut Kakanwil Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Sulsel, Ikbal Ismail.

Terlihat juga, Kanwil Imigrasi Sulsel, Friece Sumolang dan Kepala Kantor Imigrasi Makasar, Abdi Widodo.

Dahnil mengatakan, selama tiga tahun berturut-turut Embarkasi Makassar berhasil meraih predikat terbaik secara nasional.

“Embarkasi Makassar itu adalah salah satu embarkasi yang terbaik memang pelayanannya," katanya kepada Tribun Timur.

Ia mengaku, penyelenggaraan haji tahun ini menjadi yang pertama langsung ditangani Kemenhaj. 

Meski demikian, pelayanan kepada jamaah justru dinilai mengalami peningkatan signifikan di berbagai daerah, termasuk di Makassar.

“Alhamdulillah justru ada peningkatan yang sangat signifikan sampai hari ini di seluruh Indonesia, termasuk di Makassar," ungkapnya.

"Tidak ada isu-isu krusial yang menyebabkan kerugian pada jamaah,” tambah dia.

Sejumlah persoalan yang sebelumnya kerap terjadi pada musim haji kini dapat diminimalisasi. 

Di antaranya persoalan mahram, pasangan suami istri yang terpisah, hingga tas jamaah yang tertukar.

"Misalnya tidak ada isu pergantian atau tertukar mahram, suami istri terpisah, atau tas terpisah dan sebagainya, semuanya berjalan dengan baik,” ujarnya.

Selain pelayanan, pemerintah juga memperketat pemeriksaan istitha’ah kesehatan bagi jamaah calon haji. 

Di Embarkasi Makassar, tercatat ada delapan jamaah yang ditunda keberangkatannya karena dinilai tidak layak terbang berdasarkan kondisi kesehatan.

“Di Makassar ada delapan yang tidak bisa kita berangkatkan karena tidak layak terbang dan mungkin nanti di sana tidak memungkinkan untuk menjalankan ibadah haji," kata dia.

"Oleh sebab itu delapan orang tersebut kita tunda keberangkatannya,” tambahnya.

Menurutnya, kebijakan tersebut dilakukan karena Pemerintah Arab Saudi juga menerapkan aturan kesehatan yang sangat ketat terhadap jamaah haji dari seluruh dunia.

Ia menambahkan, ketatnya pemeriksaan kesehatan di tanah air berdampak positif terhadap menurunnya angka jamaah wafat dibanding musim haji sebelumnya.

“Sampai dengan hari ini, karena kesehatan kita ketat dan dicek sejak di tanah air, maka jumlah yang meninggal relatif lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya,” jelasnya. (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.