SURYA.CO.ID, SURABAYA - Kesempatan masuk kampus negeri favorit masih terbuka lebar bagi calon mahasiswa yang belum memiliki nilai UTBK. Universitas Airlangga (Unair) dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya menghadirkan berbagai jalur mandiri 2026, dengan skema seleksi berbasis prestasi hingga ujian mandiri kampus.
Kebijakan ini menjadi angin segar bagi peserta yang sebelumnya gagal di Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) maupun tidak sempat mengikuti UTBK.
Ketua Pusat Penerimaan Mahasiswa Baru Unair, Achmad Solihin, menjelaskan bahwa jalur mandiri Unair tahun 2026 terdiri dari 4 skema seleksi:
“Yang pertama adalah jalur Mandiri Prestasi. Yang bisa ikut adalah peserta yang sebelumnya eligible SNBT dan saat SNBT memilih Unair sebagai salah satu pilihannya,” ujar Achmad Solihin, Rabu (13/5/2026).
Menurutnya, tidak semua jalur mewajibkan peserta memiliki nilai UTBK.
Jalur Mandiri Ujian Tulis dan Mandiri Kemitraan menggunakan tes yang diselenggarakan langsung oleh Unair, sehingga peserta tanpa skor UTBK tetap dapat mengikuti seleksi.
Sementara jalur Mandiri UTBK Plus mengombinasikan nilai UTBK dengan tes bidang ilmu sesuai program studi yang dipilih.
Tak hanya Unair, ITS juga membuka peluang bagi peserta tanpa nilai UTBK melalui beberapa skema seleksi mandiri.
Kepala Subdirektorat Admisi dan Promosi ITS, Nani Kurniati, mengatakan ITS memiliki dua jalur utama:
“Khusus untuk jalur Seleksi Mandiri Beasiswa, komponen Iuran Pengembangan Institusi (IPI) ditiadakan bagi pendaftar yang berhasil lolos seleksi,” ujar Nani.
ITS juga membuka peluang bagi penghafal kitab suci sebagai bagian dari kategori prestasi yang dapat digunakan dalam proses seleksi.
Peserta pada jalur ini, bisa memilih menggunakan nilai UTBK atau mengikuti tes SMITS yang diselenggarakan langsung oleh ITS di berbagai daerah.
“Jalur UTBK diperuntukkan bagi peserta yang memiliki nilai UTBK tahun 2026, sedangkan yang lainnya bisa mengikuti tes SMITS,” jelasnya.
Dibukanya berbagai jalur mandiri tanpa UTBK ini menjadi peluang penting bagi calon mahasiswa yang belum berhasil di jalur nasional.
Selain memberi kesempatan lebih luas, skema tersebut juga membuka ruang seleksi berdasarkan prestasi, kemampuan akademik, hingga potensi non-akademik peserta.
Dengan berbagai pilihan seleksi yang tersedia, calon mahasiswa masih memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan di PTN favorit seperti Unair dan ITS tanpa harus terpaku pada skor UTBK semata.