TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Ketua Komisi II DPR RI, Muhammad Rifqinizamy Karsayuda, menemui peserta LCC Empat Pilar MPR RI 2026 asal SMAN 1 Pontianak.
Alasannya menemui mereka adalah untuk mengungkap beberapa kejanggalan dalam lomba yang ia temui.
Ia menilai terdapat kesalahan fatal yang mencederai sportivitas dalam ajang yang seharusnya bersifat prestisius itu.
Rifqinizamy mengaku mencermati dua hal yang dianggapnya sebagai kejanggalan substansial dan cukup fatal dalam pelaksanaan LCC tingkat Provinsi Kalimantan Barat tersebut.
Salah satu poin utama yang disorot adalah mengenai jawaban peserta terkait mekanisme pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Menurut Rifqi, jawaban yang disampaikan oleh peserta dari SMAN 1 Pontianak sebenarnya sudah persis mengutip ketentuan di dalam Undang-Undang Dasar dan Undang-Undang tentang BPK.
Sebagai pembentuk undang-undang, Rifqi menegaskan bahwa dirinya tahu persis mana jawaban yang benar dan salah terkait materi tersebut.
"Ketika kemudian itu disalahkan, tentu ini menjadi persoalan," tegas Rifqi dalam program Sapa Indonesia Pagi KompasTV.
Ia menekankan bahwa masalah ini bukan sekadar tentang siapa yang menang atau kalah, melainkan tentang keadilan dalam pelaksanaan lomba.
"Karena bagi saya ini bukan soal siapa yang menang siapa yang salah, ini soal angle di mana fair atau tidak fair pelaksanaan lomba ini dilakukan," ucapnya.
Atas temuan tersebut, Rifqi mendesak pihak MPR RI untuk segera memberikan klarifikasi secara utuh kepada publik dan meminta maaf.
Ia juga meminta dua orang dewan juri yang berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan MPR RI untuk menyampaikan permohonan maaf secara jujur.
Baca juga: Nasib MC LCC MPR Shindy Lutfiana Kini Berubah Drastis, Ngaku Dapat Seruan Boikot hingga Job Melayang
Ia mengingatkan agar MPR tetap menjaga marwah LCC Empat Pilar sebagai ajang perlombaan yang bergengsi dan berkualitas.
"Karena bagi saya ini bukan soal siapa yang menang siapa yang salah, ini soal angle di mana fair atau tidak fair pelaksanaan lomba ini dilakukan," ucapnya.
Apresiasi untuk Josepha
Sebelumnya, Rifqinizamy telah berkomunikasi langsung melalui telepon dengan Josepha, salah satu peserta dari Regu C2 SMA Negeri 1 Pontianak.
Dalam percakapan tersebut, ia memperkenalkan diri sebagai anggota DPR/MPR RI sekaligus alumnus dari sekolah yang sama dengan Josepha.
Rifqi secara pribadi menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami para siswa selama final di Pontianak.
“Saya minta maaf ya Josepha kalau ada kesalahan dalam proses Lomba Cerdas Cermat kemarin tingkat final di Pontianak, Kalimantan Barat. Nanti secara institusi MPR akan memberikan klarifikasi dan permohonan maaf,” ujarnya.
Sebagai bentuk dukungan, Josepha diberi beasiswa kuliah gratis ke China serta peluang kerja setelah lulus nantinya.
“Kalau berkenan, Abang mau kasih beasiswa kuliah gratis ke China. Nanti setelah lulus SMA, Yosefa akan diberikan kesempatan kuliah gratis di China dan peluang pekerjaan di berbagai perusahaan multinasional,” pungkasnya.