Jejak Transmigrasi di Desa Bangka Kota, Dari Pertanian Padi Ladang hingga ke Perkebunan Kelapa Sawit
Ardhina Trisila Sakti May 13, 2026 03:03 PM

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Perkembangan Desa Bangka Kota, Kecamatan Simpang Rimba, Kabupaten Bangka Selatan tidak terlepas dari Hadirnya program transmigrasi yang dicanangkan pemerintah.

Pj Kepala Desa (Kades) Desa Bangka Kota Suhar menyampaikan, tercatat program transmigrasi itu dimulai pada tahun 1993 sampai 1994, hingga kemudian membentuk struktur masyarakat baru bersama warga lokal.

Menurut Suhar, saat itu terdapat sekitar 100 Kepala Keluarga (KK) yang mayoritas berasal dari Pulau Jawa masuk ke wilayahnya, melalui program pemerintah pusat kala itu.

"Jadi, transmigrasi di Desa Bangka Kota itu diawali di tahun 1993-1994. Rata-rata mereka datang dari Pulau Jawa, baik dari Jawa Barat, Jawa Timur dan Jawa Tengah," ujar Suhar, Rabu (13/5/2026).

Suhar menerangkan, seperti program transmigrasi pada umumnya, pemerintah telah menyiapkan fasilitas dasar bagi setiap KK yang datang. Fasilitas tersebut mencakup satu unit rumah tinggal yang berdiri di atas lahan seluas 2.500 meter persegi.

"Mereka dibekali 1 hektar lahan untuk perkebunan, dan 0,75 Hekta lahan untuk pekarangan ya. Untuk perkebunan itu awalnya untuk penanaman padi ladang, karena memang disini untuk dibuat sawah tidak memungkinkan," sebutnya.

Akan tetapi ia menerangkan, seiring berjalannya waktu pemanfaatan lahan untuk penanaman padi ladang itu mengalami banyak kendala. 

Selain kontur tanah yang dirasa kurang mendukung, proses penanaman yang dilakukan masyarakat harus dihadapkan dengan banyaknya serangan hama sehingga hasil panen tidak maksimal.

"Kalau sekarang disini hampir tidak ada lagi yang menanam padi ladang itu. Kalau dulu memang sempat ada yang bertanam itu, kayak di ujung pemukiman, kalau sekarang sih kayaknya tidak ada lagi," tuturnya.

Dikatakan Suhar, kondisi ini membuat mereka lebih banyak beralih ke sektor pertambangan dan perkebunan kelapa sawit yang dirasa memiliki hasil lebih menjanjikan.

Bahkan sejak tahun 2008 lalu, sektor perkebun kelapa sawit mendominasi pemanfaatan lahan di desa sebagai tumpuan baru perekonomian masyarakat pasca-era transmigrasi awal.

"Sekitar tahun 2008-2009 masyarakat sudah mulai bergeser untuk menanam kelapa sawit, karena harga kelapa sawit dirasa lebih lumayan menjanjikan. Sampai sekarang lahan di sini, didominasi kebun kelapa sawit," jelasnya.

(Bangkapos.com/Rifqi Nugroho)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.