DPUTRP Bangka Tengah Tingkatkan Infrastruktur, Upayakan Kolaborasi Pemerintah Pusat dan Perusahaan
Ardhina Trisila Sakti May 13, 2026 03:03 PM

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah melalui Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang dan Pertanahan (DPUTRP) memastikan bakal terus meningkatkan kualitas infrastruktur jalan sebagai penyangga konektivitas antar wilayah.

Kepala DPUTRP Kabupaten Bangka Tengah Fani Hendra Saputra menyampaikan, saat ini pihaknya fokus untuk memastikan tidak ada lagi desa yang terhambat aksesnya hanya karena kondisi jalan yang rusak khususnya saat musim hujan.

Fani menerangkan, meski harus dihadapkan pada kondisi keuangan daerah yang tidak baik-baik saja, pihaknya memastikan bakal berupaya keras untuk meningkatkan infrastruktur di Bangka Tengah.

Menurutnya, hal itu akan dicapai melalui kolaborasi dengan Pemerintah Pusat ataupun melalui Corporate Social Responsibility (CSR) atau Tanggung Jawab Sosial Perusahaan.

Hal itu disampaikan Fani saat hadir dalam program dialog Ruang Tengah Bangka Pos yang dipandu oleh Pemimpin Redaksi Bangka Pos Group Ade Mayasanto, Selasa (12/5/2026).

Berikut petikan wawancara eksklusif bersama Fani Hendra Saputra selaku Kepala DPUTRP Kabupaten Bangka Tengah tersebut:

20260513 Ruang Tengah Bangka Pos
Kepala DPUTRP Kabupaten Bangka Tengah Fani Hendra Saputra saat hadir dalam program dialog Ruang Tengah Bangka Pos yang dipandu oleh Pemimpin Redaksi Bangka Pos Group Ade Mayasanto, Selasa (12/5/2026).

1. Q: Bagaimana sebenarnya potret konekvitas antara desa dan kota di Bangkaa Tengah saat ini?

A: Bisa saya sampaikan saat ini kondisi sarana jalan yang ada di Bangka Tengah dari desa, ke jalan Kabupaten, ke jalan Provinsi, maupun jalan Nasional, alhamdulillah sampai dengan saat ini sudah tersambung dengan baik. Cuma memang tantangannya bagaimana kondisinya, karena kita harus bisa mempersiapkan dan mengkaji kondisi jalan yang berbeda-beda
Contoh di daerah Sungai Selan itu penghubung ke Bangka Selatan di mana di sana ada namanya penghasil sawit. Sehingga mereka menggunakan armada yang memiliki kapasitas yang cukup besar, ini yang perlu harus dikaji, dianalisa. Jangan sampai nanti kita melakukan pembangunan hanya melihat sekedar jadi saja. Padahal kondisi saat ini ekonomi khususnya anggaran APBD kami sangat minim, ini tantangan bagi kami.

2. Q: Untuk saat ini berapa persen kemantapan jalan di Bangka Tengah?

A. Data di kita itu, 63 persen jalan yang dalam kondisi mantap. Target kami memang di 2026 ini harus mencapai 65 persen kemantapan jalan ini. Tapi dari data yang sudah kita dapatkan, memang ada kerusakan-kerusakan tapi bukan hanya di kabupaten saja. Jadi juga di jalan Provinsi, ada di jalan Nasional, ada juga di jalan Kabupaten. Nah, ini yang sedang diperbaiki. Alhamdulillah sekarang BPJN sudah turun seperti perbaikan di Jalan Namang, kawan-kawan juga sedang perbaikan disana. Sekarang program di pusat itu kalau DAK ini sangat kecil sekali harapan ya. Tapi ada program yang namanya Inpres Jalan Daerah (IJD). Tahun 2025 itu ada 11,17 km yang sudah tertangani ya, pekerjaannya di bulan November ya akhir tahun ya 2025 dikerjakan alhamdulillah selesai di daerah Lubuk Besar. Kenapa Lubuk Besar, disitu salah satu pertama penghasil budidaya ikan, terus kedua ketahanan pangan ada di sana penghasil cabe juga. Nah, sekarang PR kita banyak, tapi kami sudah mem-ploating data bagaimana kita bisa memudahkan masyarakat dan membantu masyarakat. 

3. Q: Dari nilai kemantapan jalan 63 persen tadi apakah ada hambatan mobilitas bagi warga? 

A: Kalau hambatan sampai dengan saat ini tidak ada. Malah masyarakat itu berharap ya bisa lebih segera mungkin dilakukan perbaikan ataupun pembangunan. Contoh di Sungai Selan ini aktivitasnya karena pelabuhan bobot muaatan kendaratan itu tinggi. Jadi saya sudah sampaikan ke kawan-kawan ayo kita bahas. Jangan sampai hanya mengerjakan pekerjaan, tapi kita harus utamakan kualitas. 

4. Q: Dengan kondisi fiskal kita yang kurang memadai, daerah mana saja yang menjadi prioritas pengembang untuk saat ini?

A: Sungai Selan target kita, kami berharap tahun ini sudah masuk khususnya di tata ruang itu RDTR. Kemarin alhamdulillah kunjungan dari Ibu Direktur dari ATR BPN kita diberikan kesempatan untuk mengusulkan RDTR di di Sungai Selan, jadi itu sudah masuk dan nanti dibantu penganggarannya dari pusat. Kenapa Sungai Selan, karena itlah salah satu untuk menarik investasi, pertumbuhan ekonomi, pembangunan sehingga memang kebutuhan untuk menjadi kecamatan yang lebih baik.

5. Q: Selain Sungai Selan, daerah mana lagi yang menjadi prioritas?

A: Kalau fokus pemerintah selain dari Sungai Salan, itu ada di Pangkalan Baru. Karena Pangkalan Baru ini bersanding dengan Kota Pangkal Pinang dan alhamdulillah sampai dengan saat ini semakin besar itu banyak investasi yang masuk. Terutama pengembang perumahan sudah banyak yang masuk. Terus juga ada investasi olahraga yang sudah masuk di Pangkalan Baru, perhotelan juga sudah oke. 

6. Q: Dengan anggaran saat ini apakah yakin semua itu bisa terealisasi?

A: Sebetulnya kalau saya menyebutkan anggaran kita ya sedikit malu,csaya anggaran anggaran PU Bangka Tengah itu kurang lebih hanya sekitar Rp 32 miliar. Rp 32 miliar itu ee termasuk juga di situ adalah belanja kebutuhan ee pegawai dan lain-lainnya. Jadi kalau dihitung untuk pekerjaan infrastruktur semuanya itu ya kurang lebih ada Rp 20 miliar, harus menangani enam Kecamatan.

7: Q: Bangka Tengah saat ini fokus di perdagangan, pariwisata dan perkebunan, tapi apakah sebenarnya untuk akses ini apakah ada yang masih terisolasi? 

A: Kalau terisolasi tidak ada. Tetapi kami berupaya bagaimana akses itu bisa lebih mudah dan efisiensi. Contoh saya ambil di Sungai Selan ke Tanjungpura itu membutuhkan waktu kurang lebih 2 jam. Nah, ini sedang kami perjuangkan dengan membuka akses jalan kurang lebih membutuhkan jarak 17 sekian kilometer, yang sudah kami ajukan. Tapi memang kendalanya ada kawasan hutan. Ini menarik sekali. Sekarang sedang berproses di Kementerian Kehutanan untuk bisa pinjam pakai guna untuk pelayanan publik dan fasilitas umum. Kita harapkan memang itu bisa digunakan untuk membuka akses jalan penghubung dari Sungai Selan ke Tanjungpura.

8 Q: Hal itu dilakukan berdasarkan pilihan politik atau memang karena keberpihakan pada publik?

A: Sampai dengan saat ini setahu saya tidak ada yang disampaikan sama pimpinan bahwa itu janji politik. Tetapi yang saya dengar dari pimpinan saya, apa yang menjadi kebutuhan masyarakat bisa kita tangani segera ditangani. Ini kita lakukan berkolaborasi oke dengan Kementerian.l Contohnya saat di bulan Desember 2025 sampai dengan Januari ya itu Bangka Tengah ada dampak banjir. Kalau dampak banjir itu hanya ditangani oleh kabupaten tidak bisa. Tapi alhamdulillah dengan dukungan dari kawan-kawan balai baik itu BWS, baik itu dari BPJN, pada saat terjadinya banjir semuanya turun penanganan. Dan insyaallah mungkin kawan-kawan nanti mudah-mudahan tahun ini bisa melanjutkan di Kecamatan Lubuk Besar, karena titik spot banjir kemarin itu ada beberapa yang memang cukup besar. Salah satunya adalah di Kecamatan Kobak. Kecamatan Koba itu di Kelurahan Koba sendiri di ee Desa Nibung dan ada di Kulur. Di Kulur. Terus juga ada di Kecamatan Lubuk Besar itu di ee daerah Desa Lubuk Lingkuk, tapi alhamdulillah sudah bisa kita

9. Q: Kalau boleh dipersempit lagi, fokusnya sebenarnya infrastruktur ini lebih ke arah mana, pariwisata perdagangan atau perkebunan?

A: Kalau program ketahanan pangan kita kaitan dengan SDA. Saat ini kita sedang mempersiapkan untuk mendukung pertanian di daerah ee Kecamatan Namang, daerah Desa Namang dan Belilik. Nah, itu sekarang kita sedang persiapkan. Yang kedua, di daerah pariwisata yang saat ini kalau Bangka Tengah ini kan yang menjadi perhatian penting bahwa kita ini daerah yang pesisir, ini harus perlu kita lakukan penanganan. Jadi kita berkolaborasi dengan kawan-kawan dari BWS pembuatan ya, tapi dengan kualitas dan memang tahan lama ya. Itu salah satu mendukung pariwisata dan melindungi aset prasarana ataupun infrastruktur yang ada di Bangka Tengah.

Selanjutnya yang ketiga, ekonomi ini kalau kita persiapkan dengan baik, khususnya infrastruktur jalan kita kaitkan juga dengan tata ruang. Tata ruang pun juga harus bisa memberikan manfaat yang baik kepada masyarakat. Di Lubuk Besar, ketahanan pangan kita siapkan akses jalan bekerja sama dengan balai agar pertanian di sana bisa ee berjalan dengan baik. Aktivitas angkutannya tidak ada hambatan. Di daerah Sungai Selan, ada pelabuhan. kita harus persiapkan dengan baik, harus koordinasi dengan siapa, dengan kawan-kawan Provinsi ya, kawan-kawan provinsi membantu duduk bersama membuat kajian, oh ini harusnya seperti ini. Karena tanpa ada investasi daerah di saat saat seperti ini sedikit sulit. Makanya tata ruangnya itu bisa memberikan suatu manfaat investasi yang baik, agar investasi masuk, pembangunan, pendapatan meningkat, pembangunan meningkat dengan hasil dari investasi pajak yang mereka berikan kepada daerah. 

10. Q: Selain mengandalkan pendanaan dari Pemerintah Pusat, bagaimana sejauh ini sumbangsih CSR pihak ketiga?

A: Terakhir arin ada salah satu perusahaan sawit yang ada di Simpang Katis itu m3mbantu untuk perbaikan infrastruktur perkebunan. Di mana perkebunan itu masyarakat semua dan ada permukiman. Dan kita bekerja sama hanya menyampaikan, oh ini harusnya seperti ini, kita sampaikan, tapi mereka langsung koordinasi dengan pihak desa. Kami mendampingi saja apa yang menjadi kebutuhan itu, tapi kami tetap berdampingan untuk bisa memenuhi infrastruktur yang ada di seluruh desa maupun kecamatan. 
Tapi memang CSR sendiri ya di saat ekonomi saat ini he juga mereka melihat, berapa besar hitung-hitung juga, berapa sih yang bisa kami bantu. Kemarin sedang kami persiapkan, sedang kami analisa salah satunya adalah tempat wisata Bukit Mangkol. Itu kita kolaborasi, saya sampaikan silakan kawan-kawan pengelola pengelola berkolaborasi dengan CSR nanti peralatannya kita support ya. Nah ini yang namanya kolaborasi.

11. Q: DPUTRP Kabupaten Bangka Tengah juga mengngagas program "Pacak Bang", sosl apa itu?

A: Jadi sebenarnya ini berawal dari ngobrol-ngobrol dengan staf, saya berkeinginan, kalau kiya bisa kita bisa terima langsung informasi, kenapa harus menunggu misalnya satu minggu atau 10 hari kemudian. Ini yang kita sampaikan, misalkan masyarakat ada terkendala ataupun menerima informasi misalkan ada kerusakan ataupun misalkan kondisia banjir, ataupun juga misalkan mereka berkeluk kesah terkait tentang infrastruktur, silakan disampaikan di sini, sehingga kami pun juga bisa langsung aksi. Paling tidak kita turun langsung mengkaji dan bisa menghitung. Disini kita tidak hanya melaporkan saja, bisa melihat langsung kalau laporan itu apakah sudah ditangani atau belum, sehingga kami berharap memang di sini ada keterbukaan.

12. Q: Sudah berapa banyak laporan yang masuk dari inovasi ini?

A: Kalau informasi terakhir kemarin kurang lebih 50-an. Yang sudah tertangani saat ini kita sudah 28 aduan dari Januari sampai April 2026.  

13. Q: Terakhir apa yang mau disampaikan soal strategi cmenyambung nadi ekonomi dari desa ke kota di Bangka Tengah ini?

A: Saya hanya menitipkan pesan kepada masyarakat, yakinlah dan percayalah kepada pemerintah. Insyaallah pemerintah tetap ada di masyarakat. untuk memperbaiki infrastruktur. Bukan hanya sekedar infrastruktur, tapi yang menjadi kebutuhan pendukung kegiatan masyarakat. Dan kami berharap dengan kondisi seperti ini dan kondisi ekonomi dan APBD yang minim sekali, yakin percaya bahwa Bangka Tengah itu akan menjadi lebih baik ke depannya khususnya untuk infrastruktur. Hanya saja, memang saya titipkan masyarakat percayalah dengan kami ya sehingga kami bisa memberikan yang terbaik kepada masyarakat.

(Bangkapos.com/Rifqi Nugroho)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.