Tribunlampung.co.id, Pesawaran - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi balita di Desa Wiyono, Kabupaten Pesawaran, dikeluhkan sejumlah orangtua penerima manfaat.
Mereka menilai menu makanan yang disalurkan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Wiyono belum sesuai dengan kebutuhan gizi maupun tekstur makanan untuk balita.
Warga mengeluhkan nasi yang dinilai keras, lauk ayam yang sulit dikunyah anak-anak, serta menu sayur yang minim variasi.
Selain itu, porsi makanan juga disebut terlalu sedikit.
Keluhan tersebut kemudian disampaikan masyarakat melalui media sosial.
Menanggapi persoalan itu, Anggota Komisi IV DPRD Pesawaran, Lenida Putri meminta seluruh pihak menjadikan aduan masyarakat sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki pelayanan program MBG.
Menurutnya, masyarakat memiliki hak untuk menyampaikan kritik maupun masukan terhadap pelaksanaan program pemerintah, termasuk melalui media sosial.
“Ketika penerima manfaat merasakan adanya keluhan atau ketidaksesuaian menu, tentu itu harus menjadi perhatian bersama. Masyarakat juga berhak menyampaikan masukan sebagai bentuk kontrol sosial,” ujar Lenida usai sidak di SPPG Wiyono, Kecamatan Gedong Tataan, Rabu (13/5/2026).
Ia menjelaskan, jalur koordinasi pengaduan dapat dilakukan melalui sekolah bagi siswa penerima manfaat maupun melalui aparat desa untuk penerima manfaat lainnya seperti balita dan ibu hamil.
“Kalau dari siswa bisa melalui sekolah, kalau balita dan lainnya bisa melalui aparat desa supaya keluhan dapat segera ditindaklanjuti,” katanya.
Lenida menambahkan, pihak pengelola dapur MBG telah diminta melakukan evaluasi dan perbaikan pelayanan.
“Sudah didiskusikan bersama penanggung jawab dapur dan yayasan terkait. Mereka menyatakan bersedia melakukan perbaikan dan tentu nanti akan dipantau bersama,” paparnya.
(Tribunlampung.co.id/ Oky Indrajaya)