Laporan jurnalis TribunBekasi.com, Rendy Rutama Putra
TRIBUNBEKASI.COM, BEKASI TIMUR- Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto mendesak pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) melakukan evaluasi menyeluruh usai kecelakaan mobil operasional dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menabrak sejumlah pedagang di Jalan Pulau Kalimantan Raya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, pada Rabu (13/5/2026).
Tri juga meminta pihak SPPG bertanggung jawab terhadap proses pengobatan korban.
“Kami akan minta SPPG evaluasi, dalam rangka memperkerjakan orang, evaluasi terkait dengan pola kerja. Ya mungkin karena kelelahan atau sebagainya,” kata Tri saat ditemui di Rumah Sakit (RS) Siloam Sentosa Bekasi Timur, Rabu (13/5/2026).
Menurut Tri, evaluasi penting dilakukan agar kejadian serupa tidak kembali terulang, terlebih insiden tersebut telah menimbulkan korban jiwa.
Orang nomor satu di Kota Bekasi itu juga meminta pihak SPPG menunjukkan empati terhadap korban maupun keluarga yang terdampak akibat kecelakaan tersebut.
Baca juga: Jenguk 2 Korban Kecelakaan Mobil SPPG di Bekasi, Tri Adhianto Pastikan Penanganan Medis Maksimal
Baca juga: Sanoeri, Pedagang Kaki Lima yang Ditabrak Mobil Dapur MBG di Bekasi Meninggal, Sempat Koma di RS
“Mereka harus tetap bertanggung jawab terhadap kelangsungan kehidupan korban dan juga yang masih belum bisa bekerja karena terganggu, harusnya juga memberikan rasa empati,” jelasnya.
Sebagai informasi, akibat kecelakaan mobil SPPG itu, tiga orang menjadi korban, dan satu meninggal dunia.
Satu orang meninggal dunia bernama Sanoeri (41) yang merupakan pedagang tahu crispy dan otak-otak.
Sementara inisial dua korban selamat namun luka-luka adalah seorang perempuan pedagang ayam goreng, NA (33) dan kenet mobil, PDW (53). (M37)