Diduga Hirup Gas Beracun, Dua Pria Ini Ditemukan Tewas di Dalam Sumur
Hari Widodo May 13, 2026 05:52 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, SOLOK – Diduga menghirup gas beracun, dua pria di  Jorong Balai Batingkah, Nagari Saniangbaka, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok, Provinsi Sumatera Barat ditemukan meninggal di dalam sumur, Selasa (12/5/2026) siang.

Kedua pria tersebut yakni Firdaus (29) warga Gantung Ciri dan Dika (30) warga Cupak.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Solok, Khairul, membenarkan insiden tewaskan kedua pria tersebut. 

Ia menyebutkan bahwa laporan pertama kali masuk ke Pusdalops-PB pada pukul 14.56 WIB dari pihak Camat X Koto Singkarak.

"Benar, kami menerima laporan adanya warga yang terjebak di dalam sumur di Nagari Saniangbaka. Tim Reaksi Cepat (TRC) langsung kami kerahkan ke lokasi untuk proses evakuasi," ujar Khairul dalam keterangan tertulis, Rabu (13/5/2026).

Baca juga: Empat ABK Ditemukan Tewas dalam Manhole Tongkang di Batola, Diduda Terpapar Gas Beracun 

Khairul menjelaskan, peristiwa bermula sekitar pukul 14.00 WIB ketika korban pertama, Firdaus, turun ke dalam sumur. 

Tujuannya adalah untuk mengambil alat kerja yang tertinggal di dasar sumur tersebut.

Namun, diduga karena kadar oksigen yang sangat minim di dalam sumur, Firdaus tiba-tiba kehilangan kesadaran.

 Ia tak kunjung memberikan respons saat berada di bawah.

Sementara itu, rekan korban, Dika, yang saat itu sedang beristirahat di bibir sumur mulai merasa curiga. Ia memanggil Firdaus berkali-kali namun tidak mendapatkan jawaban dari dalam sumur.

Merasa khawatir, Dika kemudian melongok ke dalam sumur dan mendapati rekannya sudah dalam kondisi pingsan. Tanpa pikir panjang dan tanpa peralatan pengaman yang memadai, Dika langsung turun ke bawah.

"Niatnya ingin menolong rekan yang pingsan, namun  korban kedua akhirnya ikut jatuh pingsan juga dan terjebak di sana," lanjut Khairul.

Upaya penyelamatan dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari TRC BPBD Kabupaten Solok, petugas Pemadam Kebakaran (Damkar), TNI, Polri, serta dibantu oleh aparat nagari dan masyarakat setempat.

Khairul menyebutkan, proses pengangkatan jenazah korban dilakukan dengan teknik vertical rescue.

Mengingat kedalaman sumur dan risiko gas beracun, petugas harus sangat berhati-hati saat turun ke bawah.

"Tim gabungan harus bekerja ekstra cepat namun tetap waspada. Evakuasi dilakukan secara vertikal menggunakan peralatan penyelamatan khusus dari rekan-rekan Damkar dan TRC," jelasnya.

Sayangnya, takdir berkata lain. Setelah berhasil diangkat ke permukaan, kedua korban dinyatakan telah meninggal dunia.

Nyawa keduanya tidak tertolong meski petugas telah berusaha melakukan evakuasi secepat mungkin.

Setelah berhasil dievakuasi dari dasar sumur, kedua jenazah korban langsung diserahkan kepada pihak kesehatan di Puskesmas Singkarak untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut sebelum diserahkan ke pihak keluarga.

"Kondisi terkini, kedua korban sudah dievakuasi dan berada di Puskesmas. Kami sangat berduka atas kejadian ini, apalagi niat korban kedua sebenarnya sangat mulia ingin menolong temannya," ungkap Khairul.

Baca juga: Gerobak Makanan di Pasar Batuah Martapura Hangus Terbakar, Diduga Karena Kebocoran Gas 

 Atas kejadian ini, Khairul mengimbau kepada seluruh masyarakat agar lebih waspada saat beraktivitas di dalam sumur atau ruang bawah tanah yang sirkulasi udaranya buruk.

Ia menekankan pentingnya menggunakan alat bantu pernapasan atau memastikan keamanan oksigen sebelum memasuki area tertutup yang dalam. 

“Ini menjadi pelajaran bagi kita semua untuk selalu mengutamakan keselamatan kerja," tutupnya.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.