Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung – Klub atletik Indonesian Gozal Athletic Training Center (IGATC) Lampung membidik tiket gelaran Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 di NTB-NTT.
Sekretaris IGATC, Andre Hari Wibowo menjelaskan bahwa pihaknya segera menerjunkan atlet ke berbagai ajang nasional untuk mengasah mental dan kemampuan.
"Setelah terbentuk, kami langsung ikut Jatim Open. Kemudian sudah kami susun timeline kegiatan sampai Desember," kata Andre, Rabu (13/5/2026).
Memasuki bulan Mei, IGATC dijadwalkan bertolak menuju DKI Open dengan mengandalkan deretan atlet muda potensial.
Tren kompetisi ini akan berlanjut pada Juni mendatang, di mana klub tersebut fokus mengirimkan wakil untuk berlaga di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) kelompok umur U-18 dan U-20.
Baca juga: KONI Lampung Desak Pembangunan Pengganti GOR Saburai
Puncaknya pada Juli 2026, IGATC berencana tampil dengan kekuatan penuh di ajang Jateng Open.
Pada momentum ini, para atlet senior, khususnya di nomor spesialis lempar cakram dan lontar martil, akan menjadi tumpuan utama klub untuk meraih prestasi maksimal.
Keterlibatan atlet senior dalam berbagai kejuaraan terbuka ini bukan tanpa alasan.
Andre menekankan bahwa fokus utama saat ini adalah mengejar limit atau ambang batas kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (PON).
Ia menjelaskan bahwa dalam atletik, kemenangan di podium belum menjadi jaminan untuk bisa berlaga di ajang olahraga terbesar di Indonesia tersebut.
"Kalau atletik itu pakai limit. Juara satu pun belum tentu lolos PON kalau limitnya tidak masuk," ujarnya.
Sebagai standar perbandingan, Andre mencontohkan ketatnya persaingan di lintasan lari dan lapangan lempar.
Pada regulasi sebelumnya, nomor lari 100 meter mensyaratkan catatan waktu 10,7 detik, sementara untuk nomor lontar martil, atlet setidaknya harus mampu mencapai jarak lemparan 49 meter agar bisa mengamankan tiket PON.
Tak hanya fokus pada performa di lapangan, IGATC juga memberikan perhatian pada kualitas kepelatihan.
Pada Oktober mendatang, telah disiapkan agenda khusus pelatihan pelatih, yang kemudian disusul dengan target besar di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Lampung pada November.
Selaku Pembina IGATC, Jeremy Gozal menegaskan bahwa eksistensi klub ini bertujuan sebagai wadah penyaringan awal.
Harapannya, talenta yang terasah di klub dapat dipantau langsung oleh Pengprov PASI Lampung untuk diproyeksikan sebagai ujung tombak tim daerah.
"Klub ini menjadi tempat pembinaan awal. Nanti PASI yang melihat perkembangan atlet untuk dipanggil memperkuat Lampung," tegas Jeremy.
Sebagai penutup tahun, ambisi IGATC menembus kancah internasional terlihat dari target pengiriman sejumlah atlet senior ke ajang ASEAN University Games (AUG) di Malaysia.
Mereka diharapkan tidak hanya membawa nama baik kampus, tetapi juga mampu mengharumkan nama Indonesia di level regional.
(Tribunlampung.co.id/Hurri Agusto)