Sekolah Rakyat di Belitung Timur Segera Dibangun, DSP3A Sebut Estimasi Mulai Gelombang Ketiga 2026
Hendra May 13, 2026 09:23 PM

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Harapan masyarakat Belitung Timur untuk memiliki fasilitas Sekolah Rakyat tampaknya menemukan titik terang, Rabu (13/5/2026).

Pembangunan proyek nasional ini diperkirakan akan masuk ke wilayah Belitung Timur pada gelombang ketiga tahun 2026 ini.

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DSP3A) Belitung Timur, Ronny Setiawan menyebut informasi terbaru mengenai jadwal pembangunan mulai muncul. Jika sesuai rencana, Belitung Timur dijadwalkan masuk dalam daftar tahap tiga.

“Informasi terakhir, mudah-mudahan tidak berubah, kita ini masuk di tahap tiga. Karena tahap dua sudah diputuskan di ujung tahun kemarin dan saat ini sudah dalam progres pembangunan di daerah lain yang tahap dua itu,” ujar Ronny.

Berdasarkan estimasi yang diterima, Ronny mengatakan pembangunan fisik untuk tahap ketiga ini diperkirakan akan dimulai pada akhir kuartal ketiga tahun 2026.

“Tahap tiga ini informasinya kalau tidak di bulan September ya bulan Oktober baru akan jadi (mulai pembangunan). Itulah informasi ter-update yang bisa kita sampaikan terkait perjuangan Sekolah Rakyat di Beltim,” ucapnya.

Meski begitu, Ronny menekankan bahwa Pemkab tetap harus proaktif. Pihaknya terus memantau apakah ada kekurangan dokumen yang perlu segera dilengkapi agar posisi Belitung Timur tidak tergeser.

Kepastian dari Sekretariat Bersama (Sekber) pusat menjadi hal yang paling dinanti. Pasalnya, kepastian penetapan tersebut akan menjadi dasar bagi Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk segera mengeksekusi dokumen teknis seperti RKL-RPL.

“Pihak Sekber butuh kepastian dari kita soal land clearing dan RKL-RPL itu. Teman-teman di PU tentu butuh kepastian dulu apakah kita benar-benar ditetapkan mendapatkan Sekolah Rakyat ini atau tidak sebelum mereka membuat itu dalam waktu cepat,” ungkapnya.

Keunggulan lokasi di belakang gedung Pemda yang juga menjadi nilai plus tersendiri. Ketersediaan akses yang sudah didukung infrastruktur dasar membuat proses pembangunan diyakini tidak akan menemui kendala berarti.

Ronny menyebut Bupati Belitung Timur sangat intens memantau progres ini. Hal ini menunjukkan bahwa proyek Sekolah Rakyat bukan sekadar agenda rutin, melainkan komitmen sosial dari pimpinan daerah untuk masyarakat.

DSP3A sendiri tetap dalam posisi siap siaga. Apabila sewaktu-waktu ada perubahan keterangan atau tambahan berkas yang diminta oleh pusat, mereka selaku PIC akan segera merespons.

“Posisi kita tetap menunggu dengan penuh kesiapan. Jangan sampai ada perubahan kebijakan lagi di tingkat pusat yang merugikan daerah,” ujar Ronny.

Hadirnya Sekolah Rakyat nantinya Ronny harapkan menjadi solusi bagi berbagai permasalahan sosial dan pendidikan di Belitung Timur melalui penyediaan fasilitas yang mumpuni.

“Perjuangan ini masih panjang, tapi kami akan terus kawal sampai September atau Oktober nanti hingga pembangunan fisik benar-benar dimulai di Belitung Timur,” tutupnya. (Posbelitung.co/Kautsar Fakhri Nugraha)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.