Penampakan Sapi Gemoy di Bali Dibeli Prabowo Rp162 Juta untuk Idul Adha, Bobot Capai 868 Kg
Angel aginta sembiring May 13, 2026 10:27 PM

TRIBUN-MEDAN.COM – Inilah penampakan sapi jumbo di Bali yang dibeli Presiden Prabowo seharga Rp162 juta.

Adapun sapi jenis Beli di Buleleng Bali dibeli Prabowo sebagai hewan kurban untuk Idul Adha 1447 Hijriah.

Sapi dengan bobot mencapai 868 kilogram itu dipastikan dibeli Presiden Prabowo Subianto melalui Kementerian Sekretariat Negara. 

Seorang peternak asal Banjar Dinas Pondok, Desa Petandakan, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng, Bali, Ketut Sukata, mengaku terharu setelah sapi miliknya kembali dipilih sebagai hewan kurban Presiden Republik Indonesia untuk Idul Adha 1447 Hijriah atau tahun 2026.

Baca juga: Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara, Sebut Jaksa Tak Masuk Akal: Lebih Dari Pembunuh-Teroris

Ini menjadi kali ketiga sapi milik Sukata di Buleleng Bali, dipercaya sebagai hewan kurban Presiden.

Sukata menjelaskan, proses seleksi dimulai saat tim dari Dinas Pertanian melakukan pemeriksaan langsung terhadap kondisi sapi miliknya.

Pemeriksaan meliputi kesehatan, bobot, hingga kelayakan hewan untuk dijadikan kurban Presiden.

Setelah dinyatakan memenuhi syarat, sapi tersebut kemudian diajukan sebagai kandidat hewan kurban nasional.

“Sudah ketiga kali sapi saya dibeli Presiden, saya sangat senang dan terharu karena kembali dipercaya,” ujar Sukata di Buleleng, Selasa (12/5/2026) seperti yang dikutip dari Kompas.com.

Menurut Sukata, kepastian pembelian diterimanya setelah dihubungi pihak Istana pada Jumat pekan lalu.

“Pihak istana menghubungi saya dan memastikan pembeliannya sudah deal,” katanya.

Sapi berbobot jumbo itu dibeli dengan harga Rp162,4 juta.

Baca juga: Pemkab Toba Matangkan Persiapan Upacara Hari Kebangkitan Nasional 2026 dan Hari Lahir Pancasila

Sukata juga dijadwalkan datang ke Denpasar pada 19 Mei 2026 untuk menyelesaikan proses administrasi pembelian.

Rencananya, sapi tersebut akan disalurkan sebagai hewan kurban di wilayah Tegalinggah, Kabupaten Buleleng.

Sukata mengungkapkan, sapi tersebut telah dipeliharanya sejak masih berusia sekitar enam bulan.

Ia membeli sapi itu pada 11 Desember 2022 di Desa Penglatan dengan harga sekitar Rp11 juta.

Saat pertama dibeli, bobot sapi bahkan belum mencapai 100 kilogram.

Setelah hampir empat tahun dirawat secara intensif, beratnya kini mencapai 868 kilogram.

Baca juga: 2 Begal yang Ditangkap di Binjai Disebut-sebut Berbeda dengan yang di Medsos, Polisi: Itu AI

“Sudah hampir empat tahun saya pelihara dari kecil,” tuturnya.

Untuk menjaga kesehatan ternaknya, Sukata rutin memberikan pakan berupa rumput, dedak, dan air.

Ia juga menambahkan vitamin khusus ketika nafsu makan sapi menurun.

“Kalau makannya berkurang, baru saya kasih vitamin tambahan,” ujarnya.

*/tribun-medan.com

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.