TRIBUNNEWS.COM - Harry Kane siap memimpin timnas Inggris untuk meraih gelar Piala Dunia pertama sejak tahun 1966 saat memulai fase Grup L melawan Kroasia, Ghana, dan Panama.
Penyerang Bayern Munchen itu akan kembali dengan mengemban jabatan kapten di skuad The Three Lions, seperti pada masa sebelumnya di edisi Qatar empat tahun yang lalu.
Inggris saat itu kalah menyakitkan dari Prancis di babak perempat final. Harry Kane yang memiliki peluang emas untuk menyamakan kedudukan dalam 10 menit terakhir waktu normal gagal memanfaatkannya hingga akhirnya Inggris kalah.
"Itu secara pribadi merupakan momen yang sangat sulit dalam karier saya," ucap kane kepada FIFA.
"Tapi saya harus kuat mental untuk melewatinya, dan saya berhasil. Pada akhirnya saya merasa hal itu justru membuat saya menjadi pemain yang lebih baik," sambungnya.
Sejak pertandingan tersebut, Harry Kane terus mengukuhkan statusnya sebagai salah satu penyerang terbaik di era ini.
Tiga bulan setelah Piala Dunia Qatar, Harry kane memecahkan rekor pencetak gol terbanyak sepanjang masa Inggris milik Wayne Rooney yang mengoleksi 54 gol.
Mantan kapten Tottenham itu kemudian menambah 24 gol lagi untuk membawa timnas Inggris melaju ke Euro 2024 dan memastikan diri tampil di Piala Dunia 2026.
Musim 2025/2026 di Bundesliga bersama Bayern Munchen, Harry Kane tampil lebih gila dengan statistik yang jarang bisa disamai oleh pemain lain.
Lebih dari 60 gol dan assist dihasilkan oleh penyerang berusia 32 tahun itu dalam 49 pertandingan Bayern Munchen di semua kompetisi.
Ia adalah striker tersubur Bundesliga dengan koleksi 33 gol, jauh melebihi capaian Deniz Undav (Stuttgart) yang mengoleksi 19 gol.
Dengan capaian di atas, Harry Kane menatap Piala Dunia 2026 yang akan berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko nanti dengan penuh percaya diri dan keyakinan bahwa Inggris dapat bersaing hingga menjadi tim terakhir yang dinobatkan sebagai pemenang.
"Pada akhirnya, inilah yang Anda impikan sejak kecil," ungkapnya.
"Saya rasa terkadang mudah bagi seseorang untuk mencapai Piala Dunia, lalu justru takut menghadapi momen besar atau takut gagal, padahal itu bagian dari kehidupan."
"Inilah alasan kami hidup. Itulah mengapa kami berada di lapangan, mengapa kami berlatih setiap hari, demi mendapatkan kesempatan ini dan mengekspresikan diri dalam momen tersebut."
"Karier itu singkat dan Anda tidak mendapat banyak kesempatan di turnamen besar, jadi mengapa menyia-nyiakan dengan rasa takut? Pergilah ke sana dan tunjukkan diri Anda," tegasnya.
Sejak penampilan pertama di Piala Dunia 1950 dalam 16 edisi sampai 2026, Inggris baru satu kali merengkuh trofi juara.
Capaian terbaik itu terjadi pada tahun 1966 atau enam dekade lalu. Dengan materi pemain yang berkualitas hampir di setiap edisinya, The Three Lions belum dapat menyamain capaian terbaik tersebut.
Hanya di Piala Dunia 1990 dan 2018 Inggris lolos sampai ke semifinal, namun langkah mereka selalu terjegal untuk melenggang ke final.
Jika Inggris dapat mencapai kesuksesan di Piala Dunia 2026, itu artinya para pemain akan menyamai sosok legendaris dalam sejarah olahraga negara tersebut sejak thun 1966.
"Sudah sangat lama (sejak Inggris memenangkan Piala Dunia), dan saya tahu betapa besarnya keinginan setiap penggemar Inggris untuk melihat negaranya juara," beber Kane.
"Kami semua berharap bisa menjadi bagian dari sejarah itu dan mengukir nama kami di dalamnya, tetapi kami juga tahu ada gunung besar yang harus didaki untuk mencapainya."
"Akan dibutuhkan banyak pengorbanan dan kerja keras, dan itulah yang siap kami lakukan," tutupnya.
(Tribunnews.com/Sina)