TRIBUNNEWSSULTRA,KENDARI- Upaya pencarian besar-besaran terhadap La Ode Biru (57), nelayan asal Desa Lasalimu, Kecamatan Lasalimu Selatan, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara (Sultra), berakhir duka.
Setelah tiga hari hilang di laut, korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di sekitar perairan Lasalimu Selatan menuju Selat Wakatobi pada Rabu (13/5/2026) pagi.
Peristiwa ini bermula saat korban berangkat melaut seorang diri menggunakan sampan pada Senin (11/5/2026) sekitar pukul 05.00 WITA.
Hingga tengah hari, korban tidak kunjung kembali ke rumah, yang kemudian memicu kekhawatiran pihak keluarga.
Upaya pencarian awal yang dilakukan warga di sepanjang pesisir Pantai Koguna hingga Desa Wasamba tidak membuahkan hasil hingga akhirnya dilaporkan ke pihak berwajib.
Baca juga: Nelayan di Konawe Kepulauan Rudapaksa Ipar Masih Pelajar, Modus Ajak Korban Belah Kelapa
Kapolsek Ambuau Indah Iptu La Nasiri menjelaskan bahwa operasi pencarian melibatkan tim gabungan dari Basarnas, Polair, Koramil 1413-10 Lasalimu, dan BPBD, serta dibantu masyarakat nelayan setempat. Pada hari ketiga, tim membagi dua kekuatan untuk menyisir area yang lebih luas, termasuk perairan Kamaru dan perbatasan Selat Wakatobi.
"Sekitar pukul 10.00 WITA, seorang nelayan bernama Armini menemukan korban dalam posisi tengkurap dan terapung di laut. Saat ditemukan, korban masih mengenakan baju hijau abu-abu, celana biru, dan lampu senter masih melekat di kepalanya," kata Iptu La Nasiri dalam keterangan resminya.
Penemuan tersebut segera dilaporkan kepada tim SAR gabungan yang berada di sekitar lokasi. Jenazah La Ode Biru kemudian dievakuasi menggunakan kapal Basarnas menuju rumah duka.
Setibanya di lokasi, petugas medis dari Puskesmas Lasalimu Selatan langsung melakukan pemeriksaan fisik terhadap jenazah.
Pihak kepolisian menyatakan telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan meminta keterangan sejumlah saksi di lokasi penemuan. Namun, penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab kematian tidak dilakukan melalui prosedur autopsi atas permintaan pihak keluarga.
Keberhasilan penemuan ini sekaligus menandai berakhirnya operasi pencarian gabungan di perairan Buton. Dalam apel konsolidasi penutupan operasi, pihak kepolisian menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam penyisiran selama tiga hari terakhir.
"Kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh tim SAR gabungan, para nelayan, dan masyarakat yang telah bahu-membahu bekerja keras dalam proses pencarian ini hingga korban ditemukan," tutur La Nasiri.
Jenazah korban akhirnya dimakamkan oleh pihak keluarga pada pukul 14.30 WITA di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Lasalimu.
Suasana duka menyelimuti prosesi pemakaman nelayan yang dikenal gigih tersebut oleh warga setempat. (*)
(TribunnewsSultra/Sugi Hartono)