Kecelakaan Maut Pemotor Vs KA Sangkuriang Kejutkan Penikmat Sore di Sawah Desa Bedadung Jember
Dyan Rekohadi May 13, 2026 11:32 PM

 

SURYA.CO.ID, JEMBER - Kecelakaan maut pengendara sepeda motor tertabrak Kereta Api (KA) Sangkuriang relasi Ketapang - Bandung di perlintasan Desa Bedadung Kecamatan Pakusari Kabupaten Jember disaksikan banyak orang, Rabu (13/5/2026) sore.

Kecelakaan KA menabrak pemotor itu terjadi di saat banyak warga menikmati suasana sore di sekitar lokasi kejadian.

Sejumlah warga terlihat merekam detik-detik terjadinya kecelakaan itu.

Dari video warga yang beredar, terlihat seorang pengendara sepeda motor melintas di perlintasan tidak berpenjaga tersebut.

Sementara dari jarak dekat, melaju kereta api.

Baca juga: Video Viral Anggota DPRD Jember Main Game Sambil Merokok Saat Rapat Soal Kesehatan

 

Lokasi Ideal Penikmat Sore

Di lokasi sekitar perlintasan sebidang itu sedang banyak warga ketika peristiwa kecelakaan maut terjadi.

Maklum lokasi tersebut setiap sore jadi jujugan warga untuk menikmati sore atau senja.

Warga kerap berburu sunset di lokasi tersebut.

Warga kerap berburu sore, sambil menggelar tikar, dan menikmati minuman yang dijajakan di sekitar lokasi.

Perpaduan antara rel kereta api, persawahan, dan perbukitan, menyuguhkan pemandangan yang apik.

 Warga juga kerap mengabadikan momen saat kereta api melintas.

Baca juga: Jadwal dan Tarif KA Sangkuriang Rute Bandung-Ketapang Banyuwangi PP, Meluncur Perdana 1 Mei 2026

 

Korban Berhenti di Tengah Rel

Dalam video terlihat ada palang pintu di perlintasan tersebut, namun tidak dalam posisi turun atau tertutup.

Dari video juga terlihat, warga sekitar sudah berteriak memperingatkan pengendara itu. Namun jarak dengan kereta api terlalu dekat.

"Woi-woi-woi," teriak warga.

Seorang pengendara sepeda motor, yang tiba-tiba motornya terlihat berhenti di tengah rel, dan melintaslah kereta api.

Tubuh pengendara itu terlempar, dan meninggal dunia. Sepeda motor korban juga hancur.

Korban bernama Rafli Eko Efendik (24), warga Jl Gajah Mada, Kaliwates, Jember.

Baca juga: Perjalanan KA di Daop 9 Jember Tak Terganggu Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek

 

Pernyataan KAI Daop 9 Jember

Pihak PT KAI Daop 9 Jember mengakui insiden kecelakaan tersebut. Pihak Daop 9 Jember menyampaikan keprihatinan dan menyesalkan insiden tersebut.

Peristiwa itu melibatkan KA Sangkuriang relasi Ketapang - Bandung dengan sepeda motor di petak jalan Kotok (KTK) – Arjasa (AJ), tepatnya di JPL 168 Km 205+5/6.

Manager Hukum dan Humas Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro menjelaskan bahwa berdasarkan laporan di lapangan, insiden bermula saat sebuah sepeda motor melaju dari arah selatan menuju perlintasan sebidang kereta api.

Pengendara diduga tidak mengurangi kecepatan dan berhenti sejenak ketika hendak melalui perlintasan sebidang.

“Masinis KA PLB 7046A (Sangkuriang) sebelumnya telah memberikan semboyan 35 atau isyarat peringatan secara berulang kali. Namun karena jarak yang sudah terlalu dekat, kejadian temperan tidak dapat dihindarkan,” ujar Cahyo.

Akibat kejadian tersebut, KA Sangkuriang berhenti luar biasa untuk dilakukan pemeriksaan.

Setelah dilakukan pemeriksaan sarana, pada pukul 17.04 WIB kereta dinyatakan aman dan kembali melanjutkan perjalanan dari lokasi kejadian.

Seluruh petugas kereta api dan penumpang dalam kondisi selamat.

PT KAI Daop 9 Jember menyampaikan rasa prihatin atas insiden tersebut dan mengimbau seluruh masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan saat melintasi perlintasan sebidang.

Kepedulian akan keselamatan merupakan tanggung jawab bersama sehingga PT KAI Daop 9 Jember mendorong seluruh pemangku kepentingan terkait untuk saling bersinergi dalam memitigasi risiko di perlintasan sebidang agar kejadian tersebut tidak terulang kembali.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak bersikap abai saat melintasi perlintasan sebidang. Selalu berhenti sejenak ketika hendak melewati perlintasan sebidang. Jangan mempertaruhkan nyawa hanya karena terburu-buru. Kereta api tidak dapat berhenti mendadak dan memiliki jarak pengereman yang panjang,” tutup Cahyo.



© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.