Tanggapan BGN Setelah Ratusan Siswa dari 12 Sekolah Keracunan MBG di Surabaya
Juang Naibaho May 13, 2026 10:54 PM

TRIBUN-MEDAN.com - Kasus siswa keracunan makanan setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) terus terjadi hari demi hari.

Setelah awal Mei sekitar 500 siswa dan guru di Klaten keracunan MBG, disusul 252 siswa di Cakung Jakarta Timur, pekan ini ratusan siswa di Surabaya, Jawa Timur, mengalami keracunan usai santap menu MBG.

Sebanyak 200 siswa dari 12 sekolah mengalami keracunan setelah mengonsumsi MBG pada Senin (11/5/2026). 

Merespons kasus keracunan MBG di Surabaya, Badan Gizi Nasional (BGN) menyebut, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tembok Dukuh, Bubutan, melanggar standar operasional prosedur (SOP).

Pelanggaran tersebut terkait pengolahan MBG. 

Hal itu diungkapkan Perwakilan BGN Jatim sekaligus Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Surabaya, Kusmayanti ketika hearing di DPRD Surabaya, Rabu (13/5/2026).

“SPPG yang bersangkutan terjadi kesalahan penerapan. Di antaranya, pengawas gizi tidak ada di tempat saat kualitas bahan baku datang,” kata Kusmayanti, Rabu.

Dengan demikian, kata Kusmayanti, pihaknya tidak dapat memastikan waktu kerusakan MBG tersebut. 

Apakah ketika makanan didistribusikan atau dalam proses pengolahan di SPPG.

Selain itu, lanjut dia, sampel MBG yang akan diteliti di laboratorium juga mengalami kerusakan. 

Sebab, makanan tersebut sempat dikeluarkan dari lemari pendingin tanpa penanganan khusus. 

“Harusnya ketika dikeluarkan ada treatment khusus dan dimasukkan ke cooler box, tidak dibiarkan di suhu ruangan. Akibatnya, hanya daging yang masih bisa diambil sampelnya," ucapnya. 

BGN Jatim menyampaikan permintaan maaf atas insiden yang membuat ratusan siswa itu keracunan. 

Kusmayanti juga berjanji untuk lebih waspada dalam menerapkan SOP. 

"Dengan segala kerendahan hati kami memohon maaf. Ini menjadi catatan bagi kami untuk jauh lebih waspada dan lebih berhati-hati dalam penerapan SOP," tutupnya. 

“Sejauh ini yang kita dapatkan datanya hampir 200 siswa. Hampir semua sudah kami tangani,” kata Kepala Puskesmas Tembok Dukuh Surabaya, drg. Tyas Pranadani, ketika berada di Rumah Sakit Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Surabaya, Senin (11/5/2026). 

“Ada beberapa sekolah dari satu SPPG itu memang semua dikirimi makanan ini mengeluh, hampir semuanya mengeluh. Jadi total itu sekitar 12 sekolah yang di dapur sama,” tambahnya. 

Tyas menyebut, ratusan siswa yang masih duduk di bangku TK, SD, SMP di kawasan Tembok Dukuh tersebut, mengalami sejumlah gejala keracunan usai mengonsumsi MBG. 

“Gejalanya mual dan muntah kebanyakan sih, jadi pusing, mual, muntah setelah makan makanan dari MBG. Jadi ada yang dibawa ke RS IBI mungkin kurang lebih 100-an,” ucapnya. (*/tribunmedan.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.