Ditolak 25 Toko, Bakpia SMS Makin Dapat Hati Warga Banyumas: Tak Kalah dari Bakpia Premium Yogya
abduh imanulhaq May 13, 2026 10:55 PM

 

TRIBUNJATENG.COM, BANYUMAS - Novi (43), warga Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, tak perlu jauh-jauh ke Yogyakarta jika kangen dan pengin makan bakpia.

Cukup datang ke Jalan Pramuka di Desa Karangklesem, Kecamatan Pekuncen, Banyumas, dia bisa membeli bakpia fresh from the oven produksi Bakpia SMS.

"Dan rasanya, tidak perlu diragukan. Tidak kalah dengan bakpia premium dari Yogya," ungkap Novi, Sabtu (2/5/2026).

Tinggal di Yogyakarta selama 20 tahun membuat Novi cukup pemilih soal rasa bakpia.

Dia kemudian menyebut merek-merek bakpia asal Yogyakarta yang disukai, bersama ciri khasnya.

Novi pun tak pernah menyangka bisa menemukan bakpia enak seperti di Yogya, di Banyumas.

Novi mengenal Bakpia SMS dalam bazar yang digelar BRI di sebuah hotel di Kota Satria.

"Saat itu, sempat ragu karena nama brandnya agak jadul."

"Tapi, karena penasaran dan warnanya juga seperti bakpia premium di Yogya, saya coba."

"Ternyata, rasanya enak, kayak bakpia produk Yogya. Benar-benar melampaui ekspektasi," jelasnya.

Baca juga: Produksi Lung Coffee Banyumas Meningkat Berkat KUR BRI, Siti Kini Raih Kemandirian Finansial

Novi menyebut, Bakpia SMS 081 memiliki tekstur renyah di luar dan lembut di dalam atau isiannya.

Sejak saat itu, Novi menjadi pelanggan Bakpia SMS.

"Sering pesen, terutama saat butuh camilan atau kangen Yogya."

"Pernah juga saya bawa untuk oleh-oleh keluarga di Yogya dan mereka juga bilang enak."

"Biasanya, beli varian cokelat karena anak-anak suka rasa itu," ucapnya.

Senada disampaikan Priyanti (41), warga Petahunan, Kecamatan Pekuncen, Banyumas.

Menjadi pelanggan sejak tiga tahun lalu, Priyanti selalu menjadikan Bakpia SMS sebagai suguhan saat ada acara kelurga atau arisan PKK.

"Varian yang paling saya suka itu kacang hijau. Apalagi, dimakan pas masing anget-anget, enak sekali," katanya.

Priyanti bahkan menyebut, rasa Bakpia SMS lebih juara dibanding bakpia dari sejumlah merek asal Yogyakarta yang pernah dia beli.

"Harganya juga terjangkau, tidak perlu jauh-jauh ke Yogyakarta sudah dapat bakpia enak," katanya.

8 Varian Rasa

PENGEMASAN - Pemilik Bakpia SMS Slamet Prihatin mengemas bakpia dalam kardus di rumah produksi Bakpia SMS di Jalan Pramuka di Desa Karangklesem, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Sabtu (2/5/2026). Bakpia SMS berhasil mencuri hati warga Banyumas di tengah persaingan dengan bakpia dari Yogyakarta.
PENGEMASAN - Pemilik Bakpia SMS Slamet Prihatin mengemas bakpia dalam kardus di rumah produksi Bakpia SMS di Jalan Pramuka di Desa Karangklesem, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Sabtu (2/5/2026). Bakpia SMS berhasil mencuri hati warga Banyumas di tengah persaingan dengan bakpia dari Yogyakarta. (TRIBUN JATENG/rika irawati)

Pemilik Bakpia SMS, Slamet Prihatin (29) mengatakan, ada delapan varian rasa yang dibuat.

"Empat varian rasa selalu tersedia setiap hari, sementara empat lainnya harus dipesan lebih dulu," kata Slamet ditemui di tokonya.

Empat varian rasa yang tersedia adalah kacang hijau, ubi ungu, cokelat, dan keju.

Sementara, varian rasa lain yang bisa dibeli lewat sistem pesan adalah kumbu hitam, green tea, redvelvet, dan cappucino.

Menurut Slamet, varian ubi ungu lahir karena banyak warga sekitar yang suka ubi ungu.

Varian lain, semisal cokelat, keju, redvelvet, cappucino, dan green tea, merupakan pengembangan untuk menyesuaikan selera anak muda.

Slamet pun menyediakan tiga pilihan kemasan, kemasan hemat menggunakan mika yang biasanya berisi 10 dan 12 bakpia, paket boks isi 15 dan 20 bakpia, serta paket vakum untuk pengiriman luar kota.

"Kenapa kami menyediakan kemasan mika? Karena kadang, orang sekitar sini tidak pengin kemasan terlalu bagus menggunakan boks."

"Bagi mereka, yang penting rasanya enak dan ukurannya besar," ujar Slamet.

Baca juga: KUR BRI Bikin Produksi Lancar, Kerajinan Kursi Malas Berkah Bambu Banyumas Jadi Sandaran Warga

Soal harga, paket bakpia rasa kacang hijau dan ubi ungu berisi masing-masing 15, dijual seharga Rp24.000.

Sementara, bakpia rasa cokelat dan keju berisi masing-masing 15, dijual seharga Rp26 ribu.

Slamet juga menyediakan paket kombinasi yang dijual Rp26 ribu.

Sementara, untuk paket bakpia preorder, dijual mulai harga Rp27 ribu hingga Rp33 ribu.

"Kami produksi setiap hari jadi pasti baru."

"Tapi, bakpia kami bisa bertahan hingga 7 hari di luar ruangan dan 14 hari kalau masuk kulkas," katanya.

Sempat Ditolak 25 Toko

BARU MATANG - Pemilik Bakpia SMS Slamet Prihatin mengambil bakpia yang baru matang dari loyang, di rumah produksi Bakpia SMS di Jalan Pramuka di Desa Karangklesem, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Sabtu (2/5/2026).
BARU MATANG - Pemilik Bakpia SMS Slamet Prihatin mengambil bakpia yang baru matang dari loyang, di rumah produksi Bakpia SMS di Jalan Pramuka di Desa Karangklesem, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Sabtu (2/5/2026). (TRIBUN JATENG/rika irawati)

Slamet mengatakan, Bakpia SMS dirintis pada tahun 2022.

Sebelum membuka usaha mandiri, Slamet bekerja di pabrik pembuat bakpia di Yogyakarta.

Selama empat tahun, Slamet bekerja di bagian pengovenan dan sesekali di bagian membentuk bakpia.

"Tidak pernah di bagian pengadonan jadi tidak tahu resep bakpia dari perusahaan lama."

"Hanya tahu teori tanpa takaran, coba, dan langsung jadi resepnya," kata Slamet.

Dia kemudian menggunakan merek Bakpia SMS, nama yang dipikirkan sejak masih bekerja di pabrik bakpia di Yogyakarta.

Menurutnya, tak ada makna khusus dari pemilihan merek tersebut.

"Buat nostalgia saja, kembali ke tahun 90-an. Dan, mudah diingat," katanya.

Slamet juga langsung mengurus sertifikasi dan perizinan, mulai dari Penyuluhan Keamanan Pangan (PKP), izin edar lewat Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), juga sertifikasi halal.

Dia kemudian menawarkan Bakpia SMS ke pusat oleh-oleh yang ada di Banyumas.

Namun, meski telah memenuhi semua sertifikat dan perizinan, Slamet gagal menembus toko-toko besar.

"Saya sempat ditolak 25 toko yang saya datangi karena kalah saing dengan brand-brand dari Yogya," ujarnya.

"Akhirnya, saya masuk ke toko oleh-oleh yang kecil di pinggir jalan," katanya.

Baca juga: Beri Bingkisan Hingga Undian Berhadiah HP, Cara Agen BRILink Jee Cell Baturraden Pertahankan Nasabah

Penjualan di bulan-bulan awal usaha dirintis tak terlalu bagus.

Slamet menyebut, return barang yang dititipkan ke toko-toko tersebut mencapai 70 persen.

Slamet kemudian mengubah pasar, menjual lewat swalayan yang banyak dikunjungi masyarakat.

"Dan di swalayan, penjualan malah bagus."

"Alhamdulillah, di sini banyak yang suka," katanya.

Hingga saat ini, penjualan dari swalayan di Purwokerto, Wangon, Ajibarang, bahkan Cilacap, menjadi utama.

Dia juga mamasok toko oleh-oleh dengan sistem jual putus.

"Karena bakpia yang kami produksi jenis bakpia basah, kami menerapkan sistem jual putus."

"Mereka ambil langsung bayar, kami tidak titip," ujarnya.

Toko oleh-oleh di daerah Sawangan Purwokerto dan Serang, Purbalingga, bahkan meminta pasokan setiap hari.

Sehari, Slamet bisa memproduksi hingga 1000 bakpia.

Dan meningkat saat akhir pekan karena permintaan juga bertambah.

"70 persen untuk toko, 30 persen untuk stok dijual di sini," ujarnya.

Slamet juga melayani pesanan sistem maklon, dimana bakpia yang dia buat, diberi label atau merek pemesan.

Per bulan, dia mendapat pesanan 500-60 boks.

Jumlah tersebut meningkat hingga 2000 boks saat libur Lebaran.

Kerja sama sistem maklon ini dimulai sejak 2025.

"Tapi, rasa tetap dibikin beda biar Bakpia SMS tetap punya khas," ujar dia.

Dukungan Modal dari BRI

Slamet mengatakan, bisnis Bakpia SMS dimulai dengan modal Rp6 juta hasil tabungan bekerja di Yogyakarta.

Uang itu digunakan untuk membeli peralatan produksi, semisal mesin pencampur adonan, kompor gas, dan loyang untuk memasak.

Slamet mengaku pernah memiliki oven kapasitas besar namun berakhir dijual karena butuh modal.

Apalagi, di awal-awal usaha, dia harus menanggung rugi besar.

Baca juga: Saleh Manfaatkan KUR BRI Beli Pikap: Angkut Pakan dan Kambing ke Kalikesur Banyumas Kian Lancar

Hingga akhirnya, dia memberanikan diri mengambil pinjaman modal lewat Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Unit BRI Banjar Anyar, Banyumas.

"Di awal, ambil pinjaman Rp10 juta untuk membeli bahan-bahan agar produksi tetap lancar," katanya.

Setelah lunas dalam dua tahun, Slamet kembali mengambil pinjaman untuk menambah alat produksi.

Di pinjaman kedua KUR BRI, Slamet mendapat kucuran dana Rp16 juta.

Dana tersebut digunakan untuk investasi peralatan dan pindah tempat produksi.

Sebelumnya, Slamet mengatakan, produksi Bakpia SMS dilakukan di rumahnya yang jauh dari jalan raya.

Sekarang, pindah ke Jalan Pramuka yang merupakan jalur alternatif Banyumas-Brebes.

"Sekarang pembeli mudah menemukan lokasi Bakpia SMS."

"Dulu kami juga hanya punya tiga kompor, sekarang sudah enam kompor."

"Investasi lain ke peralatan memasak," katanya.

Untuk produksi, Slamet kini dibantu dua pekerja.

Selain merasakan manfaat permodalan, Slamet juga beberapa kali digandeng BRI dalam bazar UMKM.

Terpisah, Kepala Unit BRI Banjar Anyar Nur Agustiana mengatakan, Slamet merupakan satu di antara pelaku UMKM di wilayahnya yang lancar dalam membyara angsuran KUR BRI.

Itu sebabnya, pihaknya tak segan mengucurkan pinjaman kedua lewat KUR BRI.

"Apalagi tujuannya jelas, untuk sewa tempat usaha yang sekarang ini."

"Pindah ke pinggir jalan desa membuat omzetnya lebih baik, pesanan juga tambah banyak," kata Nana, sapaannya.

Nana mengatakan, BRI Banjar Anyar berkomitmen mendukung pengembangan UMKM di wilayahnya, terutama dari sisi permodalan.

Hal ini sesuai dengan komitmen BRI yang berharap UMKM naik kelas. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.