VIRAL, Petani Tiongkok Kena Stroke saat Berdagang, Warga Satu Kota Borong Apelnya Sebanyak 4 Ton
Eko Sutriyanto May 14, 2026 02:19 AM

 

TRIBUNNEWS.COM, CINA - Seorang petani apel di Tiongkok mengalami stroke mendadak saat berusaha menjual 4.000 kilogram apel miliknya.

Kisah haru itu kemudian viral setelah staf rumah sakit dan warga setempat membantu menghabiskan seluruh stok apel hanya dalam waktu 19 jam demi mencegah buah tersebut membusuk.

Dikutip dari SCMP dari media lokal, petani bernama Ji Yaozhong (44) berasal dari Kabupaten Yangxian, Provinsi Shaanxi pada 2 Mei lalu mengendarai truk berisi ribuan kilogram apel menuju Kabupaten Xianfeng di Provinsi Hubei untuk berdagang.

Namun di tengah perjalanan, Ji mendadak mengalami stroke yang menyebabkan lengan kanannya mati rasa dan bicaranya menjadi cadel.

Ia segera dilarikan ke Rumah Sakit Pengobatan Tradisional Tiongkok (TCM) Kabupaten Xianfeng untuk mendapatkan perawatan darurat.

Dokter berhasil menyelamatkan nyawanya, tetapi Ji harus menjalani rehabilitasi jangka panjang.

Baca juga: Manfaat Makan Buah Apel Bagi Kesehatan Tubuh Jika Dikonsumsi Setiap Hari

Sang istri, Liang Lili, datang untuk merawatnya.

Karena tidak bisa mengemudikan truk, muatan apel milik Ji terpaksa ditinggalkan di area rumah sakit.

Ji diketahui menjadi satu-satunya pencari nafkah keluarga.

Kedua orangtuanya sedang sakit, sementara dua anaknya masih bersekolah.

Mengetahui kondisi tersebut, pihak rumah sakit mengeluarkan imbauan kepada seluruh staf pada 4 Mei agar membantu membeli apel milik Ji guna mengurangi kerugian keluarganya.

Petugas logistik kemudian memarkir truk Ji di depan gerbang rumah sakit dan membuka lapak penjualan dadakan.

Apel dijual dengan harga 2,5 yuan atau sekitar Rp5.700 per kilogram.

Respons warga dan pegawai rumah sakit ternyata sangat besar.

Sebagian membeli apel hingga ratusan yuan, sementara lainnya membantu menyortir, menimbang, dan mengemas buah.

Ada pula yang mengirim makanan kepada Liang dan memberinya dukungan moral.

Aksi solidaritas itu cepat menyebar di media sosial.

Dalam waktu hanya 19 jam, seluruh 4.000 kilogram apel berhasil terjual dengan total pendapatan mencapai 34.000 yuan atau sekitar Rp77 juta.

“Saya sangat berterima kasih kepada warga Xianfeng. Jika apel-apel itu membusuk, saya tidak tahu harus bagaimana,” ujar Ji dengan suara lemah.

Liang juga mengaku terharu atas bantuan yang diterima keluarganya.

“Dokter menyelamatkan nyawa suami saya, dan warga di kota ini membantu menyelesaikan masalah keuangan kami. Saya diperlakukan seperti keluarga sendiri,” katanya sambil menangis.

Kisah tersebut bahkan memicu aksi balasan kebaikan antarwilayah.

Baca juga: Manfaat Konsumsi Sari Buah Apel untuk Kesehatan Otak dan Menu Diet 

Pemerintah Kabupaten Yangxian kemudian menggratiskan akses objek wisata bagi warga Kota Enshi, wilayah administrasi yang menaungi Kabupaten Xianfeng, selama satu tahun.

Sehari setelahnya, Pemerintah Kabupaten Xianfeng membalas dengan kebijakan serupa bagi warga Yangxian.

Kisah solidaritas itu menuai banyak pujian di media sosial Tiongkok.

Banyak warganet menyebut aksi tersebut sebagai contoh nyata kepedulian dan rasa syukur antarmasyarakat.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.