TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kakorlantas Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho mengimbau masyarakat tetap tertib dalam berkendara selama momentum libur dan cuti bersama peringatan Hari Kenaikan Isa Al-Masih.
Irjen Pol Agus memastikan jajaran Korps Lalu Lintas yang ada di 34 Polda bersiaga 24 jam guna menjaga keamanan, kenyamanan dan kelancaran arus kendaraan selama libur panjang 14-17 Mei 2026.
”Kehadiran polisi lalu lintas di jalan tidak hanya identik dengan penindakan, tetapi juga perlindungan, bantuan, edukasi, dan pelayanan bagi masyarakat yang sedang melakukan perjalanan,” kata Agus kepada wartawan, Rabu (13/5/2026).
Agus mengungkap puncak arus kendaraan diperkirakan terjadi pada Kamis dan Minggu, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat selama hari libur nasional dan cuti bersama.
Jalur tol, jalan nasional, kawasan wisata, hingga akses menuju kampung halaman diprediksi mengalami peningkatan volume kendaraan sejak Kamis nanti.
Pergerakan kendaraan juga diperkirakan tidak hanya terjadi di kota-kota besar, tetapi di jalur penghubung antarprovinsi, kawasan wisata keluarga, hingga daerah penyangga yang menjadi titik perlintasan utama.
Baca juga: Skenario Libur Panjang di Bulan Mei 2026, Ambil Cuti Tahunan Dapat 6 Hari Libur!
Menurutnya, meningkatnya volume kendaraan selama libur nasional kerap membuat kondisi lalu lintas menjadi lebih dinamis.
Kepadatan arus kendaraan, antrean panjang di rest area, hingga pengemudi yang mulai kelelahan sering kali menjadi faktor yang memicu gangguan keselamatan di jalan raya.
Karena itu, Kakorlantas mengingatkan masyarakat untuk mempersiapkan perjalanan dengan matang sebelum berangkat, mulai dari memastikan kondisi kendaraan, mengecek jalur perjalanan, hingga menjaga kondisi tubuh tetap prima.
Ia meminta masyarakat tidak memaksakan perjalanan apabila tubuh mulai lelah atau mengantuk. Pengemudi diimbau memanfaatkan rest area maupun pos pelayanan yang telah disiapkan polisi di sejumlah titik jalur mudik dan wisata.
“Lebih baik berhenti sejenak untuk beristirahat daripada memaksakan diri dalam kondisi lelah. Cepat sampai tidak pernah lebih penting daripada pulang dengan selamat. Jalan raya seharusnya menjadi ruang keselamatan, bukan ruang kehilangan,” ujarnya.
Irjen Pol Agus menegaskan, jajaran polisi lalu lintas akan bersiaga penuh selama 24 jam untuk mengawal dan menjaga kelancaran arus kendaraan di berbagai titik rawan kepadatan.
Sejumlah personel disebar pada titik-titik strategis seperti jalur tol, persimpangan utama, kawasan wisata, terminal, pelabuhan, hingga lokasi rawan kemacetan dan kecelakaan lalu lintas.
“Personel kita standby 24 jam. Kami hadir bukan hanya mengatur arus kendaraan semata. Namun dengan Program Polantas Menyapa, segenap jajaran Korps Lalu Lintas sejatinya siap melayani dan memberikan pelayanan prima kepada seluruh pengendara dan pengguna jalan,” ungkapnya.
Dalam beberapa momentum libur nasional terakhir, Agus mengatakan pendekatan humanis jadi bagian penting dalam menciptakan suasana perjalanan yang lebih tenang. Polisi lalu lintas tidak hanya melakukan rekayasa arus kendaraan, tetapi juga aktif memberikan bantuan kepada pengendara yang mengalami kendala di jalan.
Irjen Pol Agus mengatakan, keselamatan lalu lintas tidak dapat diwujudkan hanya oleh anggota kepolisian. Keberhasilan menjaga keamanan di jalan raya amat bergantung pada kesadaran masyarakat untuk disiplin dan menghormati pengguna jalan lain.
Baca juga: Jalan Tol Cimanggis-Cibitung Topang Pendapatan BNBR di Kuartal I 2026 Jadi Rp1,13 Triliun
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pelanggaran yang berisiko membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lain, seperti melawan arus, menggunakan ponsel saat berkendara, menerobos lampu merah, atau memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi.
“Kepadatan arus lalu lintas sering kali memancing emosi dan ego di jalan. Karena itu, penting bagi setiap pengendara untuk menjaga kesabaran. Saling menghormati sesama pengguna jalan adalah bagian dari keselamatan itu sendiri,” tuturnya.
Di tengah padatnya arus kendaraan selama libur nasional, Agus mengatakan setiap kendaraan sejatinya membawa harapan. Ada keluarga yang ingin berkumpul, anak-anak yang menunggu liburan bersama orang tua, dan ada orang-orang yang ingin pulang untuk menikmati waktu bersama orang tercinta.
Berkenaan dengan itu, tertib berlalu lintas dinilai bukan sekadar kepatuhan terhadap aturan, melainkan bentuk kepedulian terhadap keselamatan sesama manusia.
“Hari Kenaikan Isa Al-Masih mengajarkan nilai kemanusiaan, kedamaian, dan kepedulian terhadap sesama. Mari membawa semangat itu saat berkendara. Bersabar dalam kemacetan, memberi jalan kepada sesama pengguna jalan, dan menjaga keselamatan orang lain adalah bagian dari menghormati nilai kehidupan itu sendiri,” ujar Irjen Pol Agus.
Di tengah panjangnya antrean kendaraan dan riuh perjalanan libur nasional, Korps Lalu Lintas berharap jalan raya tidak hanya menjadi ruang lalu lalang kendaraan, tetapi juga ruang tumbuhnya kepedulian.
“Sebab pada akhirnya, perjalanan yang paling berarti bukan tentang seberapa cepat seseorang tiba, melainkan tentang bagaimana semua orang dapat kembali pulang dengan selamat,” pungkasnya.