Laporan Tribunnews.com Danang Triatmojo
TRIBUNNEWS.COM, INDIA - Bau rempah tipis serta aroma dupa, berpadu dengan riuhnya lalu lalang kendaraan dan suara klakson adalah gambaran susana ketika berjalan menyusuri Janpath Market di kawasan Connaught Place, New Delhi, India.
Janpath Market merupakan salah satu pasar jalanan yang paling ikonik dan populer di New Delhi. Pasar ini terkenal sebagai pusat belanja harga terjangkau untuk pakaian, perhiasan imitasi, kerajinan tangan, aksesori hingga barang - barang antik.
Bagi wisatawan, Janpath Market adalah surga cendera mata.
Di sini, kita akan dimanjakan dengan deretan perhiasan etnik berbahan kuningan, manik-manik yang berkilau di bawah sinar matahari, aksesori dengan bentuk unik hingga tumpukan kain bermotif khas Negeri Bollywood.
Para pencinta mode tradisional juga akan dimanjakan dengan hamparan dagangan selendang, baju kurti, hingga pasmina bermotif India.
Baca juga: Tiba di India, Menlu Sugiono akan Hadiri Forum BRICS Bahas Isu Politik & Perdamaian Global
Sementara bagi mereka yang memiliki ketertarikan dengan barang-barang lawas dan bernilai sejarah, sudut-sudut pasar ini juga menyimpan kejutan.
Banyak toko barang antik yang suasananya mirip seperti Jalan Surabaya di Menteng, Jakarta Pusat. Deretan barang tampak usang namun artistik dan tersusun rapi.
Namun ada yang menarik di Janpath Market. Saat saya berkesempatan menyusuri pasar jalanan ini, ada hal tak terduga yang membuat saya selaku warga Indonesia tertegun. Beberapa pedagang asal India menggunakan kata-kata dalam Bahasa Indonesia.
"Murah, bagus, kurta, pasmina," kata seorang pedagang dengan tangan yang menunjukkan gestur ajakan, Rabu (13/5/2026).
Pedagang tersebut menerangkan alasannya bisa berbahasa Indonesia adalah karena banyak warga RI menjadi pelanggannya.
Lokasi ini juga kerap didatangi oleh para wisatawan maupun mahasiswa yang berkuliah di India.
"Karena banyak orang Indonesia belanja di sini," ucapnya singkat.
Kendati begitu, Bahasa Indonesia mereka tidak begitu fasih.
Perbendaharaan kata-nya masih terbatas, hanya berkutat pada kosakata yang menyangkut jual beli.
Namun pengetahuan itu sudah cukup untuk menjalin komunikasi dengan para pembeli asal Indonesia.
Proses tawar-menawar bisa lebih menyenangkan.