Tak Muncul, Tidak Ada Permintaan Maaf Langsung Juri LCC 4 Pilar Kalbar, Sekjen MPR: Diwakili Lembaga
ninda iswara May 14, 2026 06:06 AM

TRIBUNTRENDS.COM - Sorotan publik terhadap dua juri MPR RI dalam ajang Lomba Cerdas Cermat, Dyastasita Widya Budi dan Indri Wahyuni, hingga kini masih belum mereda.

Keduanya ramai diperbincangkan setelah muncul dugaan ketidakadilan terhadap peserta dari SMAN 1 Pontianak saat perlombaan berlangsung.

Nama Josepha Alexandra atau yang akrab disapa Ocha ikut menjadi perhatian publik usai jawabannya dianggap disalahkan oleh dewan juri.

Padahal, jawaban yang diberikan siswi tersebut disebut benar oleh banyak pihak yang mengikuti jalannya lomba.

Kontroversi itu memicu reaksi luas di media sosial dan membuat publik menanti klarifikasi dari kedua juri.

Baca juga: Sekjen MPR Salahkan Sound System, Biang Kerok Kontroversi LCC 4 Pilar Kalbar, Kendala Teknis

Namun sampai sekarang, Dyastasita Widya Budi maupun Indri Wahyuni belum juga muncul memberikan penjelasan secara terbuka.

Permintaan maaf secara langsung kepada Ocha pun diakui belum pernah diterima hingga saat ini.

Akibat keputusan juri tersebut, peserta dari SMAN 1 Pontianak disebut sempat memperoleh poin minus dalam perlombaan.

Situasi itu membuat polemik LCC MPR RI terus menjadi bahan perbincangan masyarakat.

"Untuk sampai sekarang belum ada sih (juri minta maaf)," pungkas Ocha.

Alasan tak minta maaf langsung

Terkait dengan para juri yang belum meminta maaf ke publik atau ke Ocha langsung, pihak MPR akhirnya buka suara.

Sekjen MPR RI Siti Fauziah mengungkap bahwa alasan Dyastasita dan Indri tak minta maaf secara personal adalah karena mereka sudah diwakili oleh lembaga.

Ya, beberapa waktu lalu pihak Sekjen MPR memang sudah meminta maaf atas insiden di LCC yang merugikan SMAN 1 Pontianak.

Hal itu menurut Siti sudah mewakili dari permintaan maaf dua juri tersebut.

"Juri ini adalah perwakilan kesekretariatan. Jadi yang sudah disampaikan beberapa hari lalu itu permohonan maaf dari kesekretariatan, saya menyampaikan permohonan maaf untuk kegiatan tersebut, jadi itu sudah mewakili dari satu kegiatan. Artinya bukan personal lagi tapi itu kelembagaan yang langsung meminta maaf," ungkap Siti Fauziah kepada awak media hari ini, Rabu (13/5/2026).

Lebih lanjut, Siti Fauziah juga mengungkap soal sanksi yang diberikan kepada para juru tersebut.

"Sanksi untuk juri adalah salah satunya menonaktifkan dalam kegiatan lomba cerdas cermat di tahun 2026," pungkas Siti Fauziah.

Adapun terkait dengan kemungkinan adanya sanksi lain, pihak Sekjen MPR masih mempelajarinya.

Sebab proses untuk seorang anggota mendapatkan sanksi tersebut harus dengan alasan yang jelas sesuai aturan Badan Kepegawaian Nasional (BKN).

"Kalau sanksi administrasi lainnya, itu ada aturannya, ada prosesnya, itu dalam tahap ini, karena baru hari ini kita komunikasi dengan pimpinan MPR jadi nanti itu kita lihat aturan-aturan yang berlaku dari BKN. Apakah ada unsur-unsur yang bisa keterkaitan dengan BKN," kata Siti Fauziah.

Baca juga: Penonton LCC 4 Pilar MPR Sodorkan Bukti saat Protes, Tak Digubris, Jawaban Terdengar Jelas dari Jauh

Kronologi LCC 4 Pilar Tuai Kritik, MPR RI Minta Maaf usai Juri Dinilai Keliru Menilai Jawaban Peserta (Youtube/Youtube MPR via Grid.ID)

MC minta maaf

Berbeda dengan para juri, MC di acara Lomba Cerdas Cermat tersebut, Shindy Lutfiana justru bersikap lain.

Sadar dirinya salah hingga jadi bulan-bulanan netizen di media sosial, Shindy buka suara ke publik.

Melalui laman Instagram-nya, Shindy mengakui kesalahannya.

Karenanya, Shindy pun meminta maaf khususnya kepada pelajar SMAN 1 Pontianak, Ocha.

Berikut adalah klarifikasi sekaligus permintaan maaf dari Shindy:

"Saya Shindy Lutfiana selaku MC pada kegiatan lomba cerdas cermat (LCC) empat pilar MPR RI 2026 Provinsi Kalimantan Barat yang diselenggarakan pada tanggal 09 Mei 2026. Mohon izin untuk menyampaikan permohonan maaf atas pernyataan saya yang beredar luas di media sosial saat pelaksanaan babak final berlangsung.

Dengan segala kerendahan hati, saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas semua ucapan saya, terutama yaitu: 'mungkin itu hanya perasaan adik-adik saja' yang seharusnya tidak patut saya sampaikan dalam kapasitas saya sebagai MC pada kegiatan tersebut.

Saya menyadari sepenuhnya bahwa pernyataan tersebut telah menimbulkan kekecewaan, ketidaknyamanan, bahkan melukai perasaan berbagai pihak, khususnya adik-adik peserta lomba, guru-guru pendamping/pembimbing dari SMA Negeri 1 Pontianak, serta seluruh masyarakat terutama masyarakat Provinsi Kalimantan Barat yang mengikuti dan memberikan perhatian terhadap kegiatan ini.

Atas kejadian tersebut, dari lubuh hati saya yang paling dalam, saya memohon maaf kepada seluruh pihak yang merasa kecewa, tersakiti, maupun terdampak oleh ucapan-ucapan saya.

Peristiwa ini menjadi pembelajaran yang sangat berharga bagi saya untuk lebih berhati-hati, bijaksana, serta lebih cermat dalam memilih dan menggunakan diksi ketika menjalankan tugas di ruang publik," tulis Shindy dalam klarifikasinya.

Sebelum meminta maaf, Shindy terlebih dahulu telah diberikan sanksi oleh MPR RI.

MPR resmi menonaktifkan Shindy sebagai MC dalam pelaksanaan lomba cerdas cermat empat pilar tingkat Provinsi Kalimantan Barat.

(TribunTrends/TribunBogor)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.