Dadan Hindayana Sebut Siswa Mulai Jatuh Cinta pada Sayur Berkat Program MBG: Tren yang Bagus
jonisetiawan May 14, 2026 07:38 AM

 

TRIBUNTRENDS.COM - Di tengah berbagai kritik dan polemik yang terus mengiringi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), muncul satu fenomena yang mulai menarik perhatian. Sejumlah anak yang sebelumnya dikenal sulit makan sayur, perlahan mulai berubah setelah rutin menerima menu MBG di sekolah.

Perubahan kecil itu kini disebut menjadi salah satu indikator yang dianggap positif oleh pemerintah dalam menjalankan program pemenuhan gizi nasional tersebut.

Bahkan, Badan Gizi Nasional (BGN) mengklaim antusiasme siswa terhadap menu makanan yang dibagikan semakin tinggi dari waktu ke waktu.

Tak hanya itu, pemerintah kini mulai membuka ruang agar para siswa bisa ikut menentukan makanan yang mereka santap setiap hari melalui program MBG.

Baca juga: 41 Dapur MBG di Situbondo Mangkrak, Investor Ngaku Kehabisan Dana, Satgas Ngamuk: Kami Akan Tindak

Anak Kini Bisa Usulkan Menu Favorit

Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, mengatakan pihaknya terus melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis di berbagai daerah.

Salah satu evaluasi terbaru adalah memberikan kesempatan kepada siswa penerima manfaat untuk mengusulkan menu makanan sesuai selera mereka kepada pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

“Nanti ditampung oleh SPPG yang menyalurkan. Biasanya mereka akan menulis apa yang diinginkan dan pihak SPPG nanti wajib bertanya, menurut apa yang mereka inginkan,” kata Dadan usai meresmikan SPPG di Jawa Barat, dilansir Antara, Selasa (12/5/2026).

Kebijakan tersebut disebut menjadi bagian dari upaya pemerintah agar program MBG tidak hanya sekadar membagikan makanan, tetapi juga memperhatikan kenyamanan dan preferensi anak-anak yang mengonsumsinya setiap hari.

POLEMIK MBG -
POLEMIK MBG - Badan Gizi Nasional mengklaim program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai menunjukkan dampak positif, termasuk perubahan kebiasaan makan siswa yang sebelumnya tidak suka sayur menjadi mulai menyukai sayuran. (Instagram @badangizinasional.ri)

SPPG Akan Tampung Semua Aspirasi Anak

Menurut Dadan, pihak SPPG nantinya akan melakukan pendataan secara berkala terkait selera dan kualitas makanan yang diterima siswa.

Evaluasi itu bukan hanya menyangkut jenis lauk, tetapi juga detail kecil yang selama ini sering luput dari perhatian, seperti tekstur nasi hingga jenis beras yang digunakan.

“Nanti SPPG yang menampung aspirasi anak, apa yang mungkin dicek, berapa orang yang nasinya lembek, berapa orang yang nasinya keras,” kata Dadan.

Tak berhenti sampai di situ, pihak penyelenggara juga akan memetakan kecenderungan selera siswa terhadap jenis beras tertentu.

“Berapa persen anak yang suka beras pera, biar pihak SPPG nanti tahu,” ujarnya.

Langkah tersebut dilakukan agar menu MBG bisa lebih diterima oleh siswa dan tidak berakhir terbuang sia-sia.

Baca juga: BGN Izinkan Siswa Request Menu MBG, Dadan Hindayana: SPPG Kini Wajib Tanya Keinginan Anak

Anak Tak Suka Nasi Akan Diganti Menu Lain

Dalam evaluasi tersebut, pemerintah juga menemukan fakta bahwa tidak semua anak menyukai nasi sebagai makanan utama.

Karena itu, pihak BGN membuka kemungkinan penggantian menu bagi siswa tertentu agar kebutuhan gizinya tetap terpenuhi tanpa memaksa mereka mengonsumsi makanan yang tidak disukai.

“Memang nanti kita cek berapa orang yang tidak suka nasi, itu akan diganti dengan menu yang lain,” ujar Dadan.

Kebijakan ini disebut menjadi salah satu bentuk pendekatan baru dalam program MBG, yakni menyesuaikan pola makan dengan karakteristik dan kebiasaan anak di tiap daerah.

Fenomena Anak Mulai Suka Sayur

Di balik berbagai tantangan pelaksanaan MBG, Dadan mengungkap adanya perubahan perilaku makan pada sebagian siswa penerima manfaat.

Menurutnya, terdapat anak-anak yang sebelumnya tidak menyukai sayur, namun mulai terbiasa bahkan menyukainya setelah rutin mendapatkan menu MBG di sekolah.

“Bahkan, ada beberapa yang tidak suka sayur jadi suka sayur, saya kira ini tren yang bagus,” katanya.

Fenomena tersebut dianggap menjadi sinyal bahwa program MBG mulai memberi dampak terhadap pola konsumsi anak-anak Indonesia, terutama dalam membangun kebiasaan makan yang lebih sehat sejak usia dini.

Baca juga: Dapur MBG di Asahan Dibongkar Paksa Pemodal, Pembagian Keuntungan Macet: Mereka Menipu Kami

Puluhan Ribu SPPG Layani Jutaan Penerima

Saat ini, program MBG telah dijalankan secara luas di berbagai wilayah Indonesia.

Badan Gizi Nasional mencatat terdapat sekitar 28.390 SPPG yang sudah beroperasi dan melayani sekitar 62 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia.

Jumlah tersebut diperkirakan masih akan terus bertambah seiring perluasan program pemenuhan gizi nasional yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah.

***

(TribunTrends/Kompas)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.