Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Tanah Datar sejak Selasa malam mengakibatkan bencana banjir dan tanah longsor di Kecamatan Lintau Buo Utara, Kabupaten Tanah Datar.
Meski air dilaporkan mulai surut pada Rabu (13/5/2026), dampak kerusakan dilaporkan merata di seluruh nagari yang ada di kecamatan tersebut.
Pemerintah setempat hingga kini masih melakukan pendataan mendalam terkait total kerugian materil.
Baca juga: Jalan Arai Pinang Padang Sudah Bisa Dilalui Kendaraan Malam Ini, Genangan Air Mulai Surut
Kendati demikian, dipastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa yang dipicu oleh meluapnya sejumlah aliran sungai dan saluran irigasi di kawasan itu.
Camat Lintau Buo Utara, Edo Fakhrhazi, mengonfirmasi bahwa debit air meningkat drastis akibat curah hujan yang lebat.
Kondisi ini membuat air sungai dan sistem irigasi tidak mampu lagi menampung volume air, sehingga meluap ke permukiman warga dan jalan raya.
"Banjir terjadi sejak malam tadi. Kenaikan debit air sungai dan irigasi memicu banjir serta longsor yang berdampak pada seluruh nagari di Kecamatan Lintau Buo Utara," ujar Edo saat dihubungi TribunPadang.com.
Selengkapnya DI SINI
Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menyebut sebanyak 25 ribu masyarakat di Sumbar terdata menderita tuberkulosis (TBC).
Dari jumlah tersebut, sekitar 15 ribu orang telah mendapatkan penanganan, sementara 10 ribu lainnya masih dalam proses pengobatan.
Hal itu disampaikan Mahyeldi usai menerima kunjungan Wakil Menteri Kesehatan RI, Benjamin Paulus Octavianus di Istana Gubernur Sumbar, Selasa (12/5/2026).
Melansir dari TribunJogja.com, TBC merupakan Suatu penyakit bakteri menular yang berpotensi serius yang terutama mempengaruhi paru-paru.
“Tadi kita sudah bertemu Wamenkes sekaligus sosialisasi terkait TBC. Insya Allah dengan tagline ‘temukan, obati sampai sehat TBC-nya’, maka masyarakat yang ditemukan menderita TBC akan mendapatkan pengobatan,” kata Mahyeldi kepada TribunPadang.com.
Ia mengatakan, pemerintah pusat juga telah menyiapkan dukungan anggaran untuk penanganan TBC yang melibatkan sejumlah kementerian.
Menurutnya, penanganan TBC tidak hanya berfokus pada pengobatan pasien, tetapi juga menyentuh persoalan sosial hingga kondisi tempat tinggal masyarakat.
“Dikoordinasikan juga dengan kementerian terkait seperti Kementerian Perumahan, kemudian sosial, pangan dan lainnya,” ujarnya.
Mahyeldi menyebut program bantuan renovasi rumah bagi penderita TBC menjadi kabar baik bagi masyarakat Sumbar, terutama bagi warga yang tinggal di rumah tidak layak huni.
“Pastilah kita sambut baik. Keluarga masyarakat kita yang sakit TBC dibantu renovasi rumahnya, kemudian makanan bergizi juga diberikan dan dukungan pangan juga ada,” katanya.
Menurut Mahyeldi, bantuan tersebut menjadi harapan besar bagi masyarakat kurang mampu yang tengah menjalani pengobatan TBC.
“Kalau mereka sakit dan rumahnya tidak layak, memang seharusnya mendapat dukungan pemerintah,” ujarnya.
Ia memastikan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat akan bersinergi dengan dinas terkait untuk mendukung pelaksanaan program dari pemerintah pusat tersebut.
Selengkapnya DI SINI
Longsor kembali menutupi badan jalan di Jalan Provinsi, KM 82, Jorong Limo Badak, Nagari Malalak Timur, Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam, Rabu (13/5/2026) sekira pukul 08.00 WIB.
Berdasarkan informasi yang dimuat di akun Instagram @sas.lizawati, tampak material longsor menutupi hampir keseluruhan badan jalan.
Terlihat juga para pengendara roda dua berhenti untuk mengecek longsor, namun sebagian lagi berusaha mendorong kendaraan untuk melintasi material.
Namun, material longsor terlihat basah. Sehingga pengendara yang mendorong kendaraannya tampak kesulitan.
Sementara itu, Camat Malalak, Ulya Satar, membenarkan terkait longsor yang menutupi badan jalan di Jorong Limo Badak tersebut.
"Benar ada longsor, lokasi tepatnya di KM 82, Jorong Limo Badak karena hujan lebat sejak Selasa (12/5/2026) malam. Area yang terkena longsor merupakan proyek pengerjaan jalan oleh HKI," kata dia saat dikonfirmasi via telepon Whatsapp.
Ia mengatakan, dalam postingan yang beredar, saat pengendara melintas memang belum jadwal operasional pengerjaan.
Akan tetapi, tak lama setelah itu alat berat dari HKI mulai membersihkan material longsor yang menutupi badan jalan.
"Alat berat milik HKI masih bekerja, kemungkinan pukul 12.00 WIB nanti ditargetkan kendaraan roda dua dan empat khusus untuk warga Malalak bisa melintas," jelasnya.
Akses Jalan Khusus Warga Malalak
Ulya Satar menegaskan, Jalan Provinsi di Jorong Limo Badak, Nagari Malalak Timur tersebut tidak dibuka untuk umum.
Selengkapnya DI SINI
Dua orang pria dilaporkan di Jorong Balai Batingkah, Nagari Saniangbaka, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok meninggal dunia setelah terjebak di dalam sumur pada Selasa (12/5/2026) siang.
Insiden maut ini melibatkan dua orang korban, yakni Firdaus (29) warga Gantung Ciri dan Dika (30) warga Cupak.
Keduanya diduga kuat menghirup gas beracun atau kekurangan oksigen saat berada di kedalaman sumur.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Solok, Khairul, mengonfirmasi kejadian tersebut.
Ia menyebutkan bahwa laporan pertama kali masuk ke Pusdalops-PB pada pukul 14.56 WIB dari pihak Camat X Koto Singkarak.
"Benar, kami menerima laporan adanya warga yang terjebak di dalam sumur di Nagari Saniangbaka. Tim Reaksi Cepat (TRC) langsung kami kerahkan ke lokasi untuk proses evakuasi," ujar Khairul dalam keterangan tertulis, Rabu (13/5/2026).
Kronologi Kejadian
Khairul menjelaskan, peristiwa bermula sekitar pukul 14.00 WIB ketika korban pertama, Firdaus, turun ke dalam sumur. Tujuannya adalah untuk mengambil alat kerja yang tertinggal di dasar sumur tersebut.
Namun, diduga karena kadar oksigen yang sangat minim di dalam sumur, Firdaus tiba-tiba kehilangan kesadaran. Ia tak kunjung memberikan respons saat berada di bawah.
Sementara itu, rekan korban, Dika, yang saat itu sedang beristirahat di bibir sumur mulai merasa curiga. Ia memanggil Firdaus berkali-kali namun tidak mendapatkan jawaban dari dalam sumur.
Selengkapnya DI SINI