Aktivis Desak Pemerintah Pusat Segera Pulihkan Ekonomi Wilayah Tengah Aceh Pascabencana
Sri Widya Rahma May 14, 2026 12:54 PM

Laporan Wartawan Tribun Gayo Alga Mahate Ara | Aceh Tengah

TribunGayo.com, TAKENGON - Enam bulan pascabencana hidrometeorologi yang menerpa sejumlah wilayah di Provinsi Aceh khususnya Kabupaten Aceh Tengah, ancaman serius kini mulai berdampak kepada melemahnya ekonomi masyarakat. 

Baca juga: Enam Bulan Pascabencana, Jadup untuk Korban Banjir di Bener Meriah Mandek

Aktivis wilayah tengah Aceh, Ruhdi Sahara, mengingatkan bahwa banjir dan longsor telah menghantam sektor pertanian serta perkebunan yang menjadi tumpuan hidup warga di kawasan tersebut. 

Kerusakan Lahan Dinilai Picu Krisis Ekonomi

Menurutnya, kerusakan lahan pertanian dan rusaknya irigasi berpotensi memicu krisis ekonomi di tingkat masyarakat bawah apabila pemerintah pusat tidak segera mengambil langkah pemulihan yang serius dan terukur.

Ruhdi menilai bahwa pemerintah pusat semestinya tidak hanya hadir sebatas momentum simbolik saat penanganan bencana berlangsung, melainkan wajib memastikan keberlanjutan hidup masyarakat setelah sorotan publik mulai mereda. 

Ia menegaskan agar negara tidak hanya cepat hadir saat kamera menyorot dan bantuan simbolis dibagikan, sementara setelahnya masyarakat dibiarkan memikul sendiri beban ancaman ekonomi mereka. 

Mengingat pertanian dan perkebunan merupakan penyangga ekonomi rakyat di wilayah berhawa sejuk tersebut, kerusakan sektor pertanian ini dipandang sebagai persoalan yang tidak boleh dianggap sebagai urusan sepele karena menyangkut stabilitas sosial ekonomi secara luas.

“Ketika sawah tidak lagi menghasilkan lalu kebun tidak lagi dapat menopang kehidupan masyarakat, sejatinya yang terancam bukan hanya ekonomi keluarga, tetapi stabilitas sosial masyarakat secara luas.

Hal ini persoalan yang tidak boleh dianggap sebagai urusan daerah semata,” kata Ruhdi kepada TribunGayo.com pada Rabu (13/5/2026).

Baca juga: Empat Bulan Pascabencana, Proses Belajar di SDN 10 Linge Terhenti Akibat Tenda Darurat Ambruk

Pemerintah Pusat Diminta Hadir Secara Nyata

Lebih lanjut, Ruhdi menyebut bahwa selama ini perhatian pusat terhadap Aceh kerap muncul dalam momentum politik dan seremoni kebencanaan, namun minim langkah konkret yang menyentuh masyarakat secara luas. 

Dikatakan, masyarakat saat ini sangat membutuhkan keberpihakan nyata melalui kebijakan yang cepat, anggaran yang jelas, dan pemetaan kerusakan ekonomi yang melibatkan kementerian terkait mulai dari sektor pertanian, pekerjaan umum, hingga sosial.

Ia menekankan bahwa yang runtuh saat ini bukan hanya lahan, melainkan juga harapan masyarakat untuk bertahan hidup.

Ruhdi mengingatkan agar pemerintah pusat melihat Aceh secara utuh dan menjamin pemerataan pembangunan tanpa tumpang tindih demi mewujudkan keadilan sosial. 

Ia mengingatkan agar negara segera hadir sebelum keputusasaan masyarakat di wilayah tengah berubah menjadi kemarahan sosial akibat merasa dilupakan saat kehilangan mata pencaharian. (*)

Baca juga: Pendataan Rampung, Aceh Tengah Siap Percepat Rehabilitasi Pascabencana

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.