Bukan Bentrok Suporter! Pelajar SMKN 1 Batujaya Karawang Dibunuh Kakak Kelas, Ini Motifnya
Hironimus Rama May 14, 2026 01:35 PM

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, KARAWANG – Penemuan jasad pelajar kelas 10 SMKN 1 Batujaya berinisial AF (15) di bantaran Sungai Citarum, Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat pada Senin (11/5/2026) sempat menggegerkan masyarakat. 

Peristiwa ini menarik perhatian setelah beredar kabar di masyarakat bahwa korban tewas akibat imbas bentrokan suporter Persib Bandung melawan Persija Jakarta.

Namun, teka-teki tersebut kini terang benderang. Pihak Kepolisian Resor (Polres) Karawang bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang menegaskan bahwa insiden ini sama sekali tidak terkait dengan dunia sepak bola, melainkan murni pembunuhan berencana demi merampas harta korban.

Baca juga: Cium Aroma Tak Sedap, Warga Pinang Ranti Temukan Lansia Tewas Membusuk di Ruang Tamu

Ditangkap Kurang dari 48 Jam

Setalah penemuan mayat, tim gabungan dari Satreskrim, Satres PPA, dan Resmob Polres Karawang bergerak cepat memburu pelaku. Kurang dari 2x24 jam setelah kejadian, pelaku berhasil diringkus.

Mirisnya, sang eksekutor adalah FA (17), yang tak lain merupakan kakak kelas korban di sekolah yang sama (kelas 3 SMK).

"Atas penyelidikan kami berhasil amankan pelaku FA (17) yang masih dibawa umur 2 X 24 jam," kata Kapolres Karawang, AKBP Fiki Novian Ardiansyah, saat konferensi pers Kamis (14/5/2026).

Fiki membeberkan kronologi sadis yang dilakukan pelaku terhadap adik kelasnya tersebut. Peristiwa bermula saat korban menjemput pelaku sebelum keduanya menuju lokasi kejadian di wilayah Batujaya.

Di lokasi tersebut, pelaku kemudian melakukan aksi pembunuhan menggunakan senjata tajam jenis pisau dapur yang telah dibawanya.

"Saat itu korban dipiting ditarik lehernya dan pelaku menggunakan pisau dapur menyayat korban dan menusuk dada kanan kiri dan pinggang kanan," kata Fiki.

Setelah korban meninggal dunia, pelaku membawa sepeda motor milik korban untuk dijual kepada pihak lain dengam harga Rp 4 juta lebih.

"Motif sementara yang berhasil kami ungkap adalah faktor ekonomi, di mana pelaku ingin menguasai kendaraan milik korban,” ujar Fiki.

Dalam proses pengungkapan kasus, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa telepon genggam, pakaian, serta sepeda motor milik korban. Beberapa saksi juga telah dimintai keterangan guna memperkuat proses penyidikan.

Fiki menegaskan, kejadian ini bukan karena kericuhan suporter, akan tetapi murni kejahatan.

"Pelaku dijerat Pasal 459 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman berat. Meski pelaku masih di bawah umur, proses hukum tetap berjalan sesuai ketentuan peradilan anak yang berlaku," tuturnya.

Bupati Luruskan Hoaks Bentrok Suporter

Senada dengan pihak kepolisian, Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, dengan tegas menepis isu hoaks yang sempat meresahkan masyarakat terkait perselisihan suporter bola.

"Kabar yang mengaitkan kejadian itu dengan pertandingan sepak bola tidak benar. Ini bukan keributan atau konflik suporter. Ini pelaku betul betul murni tindak pembunuhan,” tegas Aep.

Bupati Aep juga menyampaikan apresiasi atas gerak cepat Polres Karawang yang berhasil menangkap pelaku dalam waktu singkat, sehingga tidak memicu konflik lanjutan di tengah masyarakat.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Karawang, kami menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Semoga kejadian ini menjadi pelajaran bagi semua pihak,” ujar Bupati Karawang.

"Kami ucapkan belasungkawa kepada keluarga korban. Mereka sampaikan ke saya juga alhamdulillah pak bupati sekarang sudah terang benderang," kata Aep menambahkan.

Sebagai langkah antisipasi, Pemkab Karawang akan terus berkoordinasi dengan kepolisian agar proses hukum berjalan transparan dan adil.

"Kami Pemkab Karawang bersama kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpancing informasi yang belum terverifikasi serta mempercayakan penanganan kasus kepada aparat penegak hukum," tandasnya.

Kronologi Penemuan Mayat

Sebagai informasi, seorang remaja ditemukan tewas di bantaran Sungai Citarum RT 05/ 02 Desa Batujaya, Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang, Senin (11/5/2026) pagi.

Berdasarkan informasi korban berinsial AF (15) berstatus siswa kelas 10 di SMKN 1 Batujaya.

Saat ditemukan, korban mengalami luka di bagian leher yang diduga merupakan bekas sayatan senjata tajam. Penemuan jasad korban pun jadi perbincangan publik sebab sempat dikabarkan hilang usai berpamitan menonton bareng (nobar) laga Persija vs Persib pada Minggu (10/5/2026) sore.

Kasi Humas Polres Karawang, Ipda Cep Wildan menyampaikan bahwa Polsek Batujaya bersama personel Polres Karawang telah mendatangi dan melakukan penanganan TKP penemuan seorang mayat laki-laki di bantaran Sungai Citarum, Dusun Batujaya Desa Batujaya, Kecamatan Batujaya.

Korban diketahui berinisial A F (15), seorang pelajar asal Desa Telukbango, Kecamatan Batujaya.

Korban pertama kali ditemukan warga bernama Obang Sobari sekitar pukul 10.00 WIB saat mencari jantung pisang di sekitar bantaran sungai.

“Kami menerima laporan adanya penemuan mayat dari warga, setelah itu  anggota Pamapta Polres Karawang beserta personel Polsek Batujaya dan  Unit Identifikasi Sat Reskrim Polres Karawang langsung menuju lokasi untuk melakukan olah TKP dan penanganan lebih lanjut,” ujar Kasi Humas Polres Karawang kepada awak media pada Senin (11/5/2026).

Berdasarkan keterangan keluarga, korban sebelumnya berpamitan untuk menonton pertandingan sepak bola Persib melawan Persija pada Minggu (10/5/2026) menggunakan sepeda motor Yamaha NMAX warna merah.

Setelah sore hari, telepon seluler korban sudah tidak dapat dihubungi hingga akhirnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

Saat ditemukan, korban berada dalam posisi telungkup di bawah tanggul bantaran Sungai Citarum dan ditemukan luka pada bagian leher.

Jenazah kemudian dibawa ke RSUD Karawang untuk dilakukan pemeriksaan luar dan dalam atau autopsi.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.