Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Suryadi Jaya
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU TENGAH - Kelangkaan minyak goreng subsidi merek Minyakita mulai menjadi perhatian di Kabupaten Bengkulu Tengah.
Dalam beberapa pekan terakhir, produk minyak goreng yang dikenal paling murah di pasaran itu mendadak sulit ditemukan di sejumlah toko distributor.
Beberapa pemilik toko mengaku tidak lagi menerima pasokan dari penyedia meski pemesanan terus dilakukan.
Kondisi ini membuat masyarakat kesulitan mendapatkan minyak goreng dengan harga terjangkau.
Rini, salah satu pemilik toko distributor di Bengkulu Tengah, mengatakan stok Minyakita di tokonya sudah kosong sejak sekitar satu bulan terakhir.
Hingga kini, belum ada kepastian kapan pasokan kembali masuk.
“Sudah sebulan terakhir kami tidak mendapatkan Minyakita dari penyedia. Sudah dipesan terus tapi katanya stok kosong,” ujar Rini saat diwawancarai TribunBengkulu.com, Kamis (14/5/2026).
Menurutnya, Minyakita selama ini menjadi produk yang paling sering dicari masyarakat karena dijual dengan harga lebih murah dibanding minyak goreng merek lain.
Hampir setiap hari ada warga datang menanyakan ketersediaannya.
“Padahal yang menanyakan setiap hari selalu ada, bahkan lebih dari 10 orang berbeda setiap hari,” katanya.
Harga Minyak Goreng Lain Mulai Naik
Kelangkaan Minyakita tidak hanya berdampak pada kosongnya stok di toko-toko, tetapi juga mulai memicu kenaikan harga minyak goreng merek lain.
Saat pilihan minyak goreng murah menghilang dari pasaran, masyarakat terpaksa membeli produk lain dengan harga lebih tinggi.
Hal itu diungkapkan pemilik toko distributor lainnya, Syaiful.
Ia mengaku sudah sekitar tiga minggu tidak menerima pasokan Minyakita.
“Saya sudah 3 minggu ini tidak mendapatkan pasokan Minyakita. Akibatnya, minyak-minyak goreng lain harganya menjadi tinggi,” kata Syaiful.
Menurutnya, kondisi tersebut semakin menyulitkan masyarakat, terutama warga dengan ekonomi menengah ke bawah yang selama ini bergantung pada minyak goreng subsidi.
“Sehingga menyulitkan masyarakat,” ujarnya.
Syaiful menambahkan, saat kondisi normal dirinya masih dapat menjual Minyakita sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp 15.700 per liter.
Namun kini, stok barang benar-benar tidak tersedia.
“Jika dalam kondisi normal, saya masih bisa menjual Minyakita sesuai HET yaitu Rp 15.700. Kalau sekarang, jangankan menaikkan harga, barangnya saja tidak ada,” tutupnya.
Belum diketahui secara pasti penyebab tersendatnya distribusi Minyakita ke Bengkulu Tengah.
Namun di lapangan, masyarakat mulai mengeluhkan sulitnya mendapatkan minyak goreng subsidi tersebut di tengah kebutuhan pokok yang terus meningkat.