Laporan Wartawan Tribun Gayo Alga Mahate Ara | Aceh Tengah
TribunGayo.com, TAKENGON - Musibah longsor yang melanda wilayah tanah Gayo, Aceh pada 25 November 2025, meninggalkan luka mendalam bagi masyarakat.
Baca juga: Lirik Lagu Gayo "Kaseh Ni Ine" by Belangie Tuahte Gundala
Peristiwa yang merenggut ketenangan, memutus akses jalan, hingga menghancurkan rumah warga itu kini diabadikan dalam sebuah karya musik berjudul “Sebuku Ni Bumi” ciptaan musisi Gayo, Ervan Ceh Kul.
Ervan Ceh Kul merilis lagu ini pada 30 Desember 2026 ke platform media sosial sebagai bentuk kepedulian sekaligus catatan sejarah atas bencana yang terjadi di dataran tinggi Gayo.
Dengan balutan lirik berbahasa Gayo yang sarat makna, “Sebuku Ni Bumi” menggambarkan suasana mencekam saat bencana datang, kesedihan masyarakat yang kehilangan tempat tinggal, serta perjuangan warga untuk bangkit dari keterpurukan.
Tidak hanya bercerita tentang duka, lagu ini juga mengangkat nilai kebersamaan dan gotong royong masyarakat Gayo yang saling membantu di tengah musibah.
Pesan tentang keikhlasan menerima ujian dari Tuhan menjadi inti kuat dalam karya tersebut.
Menurut Ervan Ceh Kul, lagu ini diciptakan sebagai pengingat bahwa bencana besar pernah terjadi di tanah Gayo dan menjadi bagian dari perjalanan sejarah masyarakat setempat.Ia berharap karya tersebut mampu menjadi penyemangat bagi masyarakat agar tetap kuat menghadapi cobaan.
“Sebuku Ni Bumi” diproduksi di Supu Management Record dan diharapkan dapat diterima oleh masyarakat luas sebagai karya yang bukan hanya menghibur, tetapi juga menyimpan pesan kemanusiaan dan kepedulian sosial.
Di tengah duka yang belum sepenuhnya pulih, masyarakat Gayo terus berusaha bangkit dan menata kembali kehidupan mereka.
Semangat untuk saling menguatkan menjadi harapan agar tanah Gayo kembali pulih seperti sediakala.
Baca juga: Lirik Lagu Gayo Biak Jemen by Buyung Gundala
Berikut lirik lagu Sebuku Ni Bumi, karya Ervan Ceh Kul:
LIRIK
Mubeltek ni rara
Utem kin penjerang
Bere si nge milang
Sabe kin iyupen
Bercaya ken suluh
Kune kati terang
Gerak ni bebayang
Kin engon-engonen
Kunehen kune kenatemu
Kunehen kune kenatemu
Lemo waih mungenang
Gere terpebele
Uren gere rede
Belem kejadien
Sunyem urum atang
Manut mujengkele
Gerico ni kekire
Kin anak rum serinen
Nge osop umah duduk ni tenge
Taring cerite urum kenangen
Wani esak ngih murepie
Kebelen tuke kusi kadunen
Jamut jurah lebih berbagi
Kuen kiri bersiosahen
Dele nuken mata si murezeki
Kusi mungungsi bersitulungen
Kunehen seber mi atemu
Tanoh mucerun baor pe murelas
Ari tangkir si atas ku paloh mutenyen
Totor lumpe metus gere tebuh liwet
Bantuen mupitet lemet isawahen
Kunehen kune kenatemu
Kunehen kune kenatemu
Muralani dene tengah melem bute
Iwan gelep ni denie mumerahi jelen
Ara pe kemudi nge berluah setang
Retik ni penumpang macik keterihen
Kunehen kenatemu
Kude dengkoh bon kin penengel
Ben ijuel ari tungkulen
Gere terbalik tanoh si edel
Orop reringkel ipenyemenen
Ikunehen ho
Geh ni musibah gere itiro
Ku gayonte gaeh ujien
Seber iklas iwani dede
Pelejerente turuh ni tuhen
Agih belem genap si munge. (*)
Baca juga: Lirik Lagu Gayo Lelayang by Riduan Ciptaan Santosa Reitem