Perkuat Ketahanan Pangan, Malteng Garap 91 Hektar Sawah Baru di Sariputih dan Leawai
Ode Alfin Risanto May 14, 2026 04:52 PM

Laporan Jurnalis TribunAmbon.com, Silmi Sirati Suailo 

‎MALTENG,TRIBUNAMBON.COM - Melalui Kontrak Konstruksi Cetak Sawah tahun anggaran 2026, Kabupaten Maluku Tengah memperoleh alokasi cetak sawah seluas 91 hektar.

‎Sebaran cetak sawah di Kabupaten Maluku Tengah meliputi Negeri Sariputih dan Negeri Leawai, Kecamatan Seram Utara Timur Kobi. 

‎Penandatanganan Kontrak Konstruksi Cetak Sawah Tahun Anggaran 2026 bersama Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Kementerian Pertanian berlangsung di Ballroom Hotel The Margo, Depok, Rabu (13/5/2026).
Baca juga: Pemda Malteng Bahas Budidaya Anggrek Calanthe Triplicata, Dorong Paten Komunal ‎

Baca juga: Disperpus Malteng Gandeng Gramedia, Perkuat Literasi Masyarakat

‎Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir dalam keterangan resminya mengatakan, Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ketahanan pangan daerah melalui penandatanganan MoU dan Kontrak Konstruksi Cetak Sawah TA 2026 bersama Kementerian Pertanian RI. 

‎Diuraikan, program pengembangan 91 hektar sawah di Negeri Sariputih dan Leawai, Kecamatan Seram Utara Timur Kobi, akan dikerjakan bersama TNI sebagai bentuk sinergi membangun kemandirian pangan masyarakat. 

‎"Program ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah," ujar Bupati Zulkarnain.

‎Untuk diketahui, kontrak kerjasama tersebut, Kodam XV/Pattimura dipercayakan untuk menggarap lahan seluas 1.454 hektar yang tersebar di 11 titik krusial. Wilayah Kabupaten Seram Bagian Timur mendapatkan alokasi terbesar seluas 1.362 hektar di sembilan desa, sementara Kabupaten Maluku Tengah mencakup 91 hektar di dua desa.

‎Terpisah, Pangdam XV/Pattimura, Mayjen TNI Dodi Triwinarto, menegaskan bahwa kehadiran TNI dalam program cetak sawah ini adalah bentuk pengabdian tulus untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat lokal. 

‎Menurutmya, TNI tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga turun langsung ke sawah untuk memastikan urusan pangan rakyat terjamin dan ekonomi desa bergerak maju.

‎"Program cetak sawah ini bukan sekadar proyek konstruksi, melainkan janji kami untuk hadir di tengah kesulitan rakyat. Kami ingin memastikan tanah Maluku yang subur ini benar-benar memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat," Ungkap Pangdam.

‎Ditegaskan bahwa TNI akan mengawal proses ini dengan penuh integritas agar setiap jengkal tanah yang dicetak mampu melahirkan kemandirian pangan yang berkelanjutan di Bumi Raja-Raja. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.