Demi Judi Online dan Biaya Nikah, Pria di Bengkulu Nekat Gadai Motor Orangtua
Hendrik Budiman May 14, 2026 04:54 PM

 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Beta Misutra

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU – Seorang pria di Kota Bengkulu nekat menggadaikan sepeda motor milik orangtuanya sendiri demi memenuhi kebutuhan biaya pernikahan dan bermain judi online. 

Akibat perbuatannya itu, pria berinisial DE (29), warga Kecamatan Ratu Samban, Kota Bengkulu, akhirnya harus berurusan dengan polisi setelah dilaporkan langsung oleh keluarganya sendiri.

Ironisnya, pria yang dalam waktu dekat akan melangsungkan pernikahan tersebut justru harus menunda hari bahagianya karena ditangkap aparat Polsek Ratu Samban usai laporan penggelapan dibuat oleh orangtuanya.

Dari informasi yang dihimpun, aksi penggelapan itu dilakukan DE tanpa sepengetahuan keluarganya. 

Motor milik orangtuanya diam-diam digadaikan untuk mendapatkan uang tunai.

Namun uang hasil gadai tersebut tidak hanya digunakan untuk kebutuhan biaya menikah, melainkan juga dipakai bermain judi online.

Baca juga: Libur Panjang 14–16 Mei 2026, Bengkulu Diprediksi Diguyur Hujan Intensitas Tinggi

Kapolsek Ratu Samban, AKP Dendi Putra, mengatakan pihaknya saat ini masih melakukan pemeriksaan terhadap pelaku terkait kasus penggelapan kendaraan tersebut.

“Pelaku sudah beberapa kali melakukan perbuatan serupa dengan modus menggadaikan kendaraan milik orang lain,” ujar Dendi.

Terlilit Utang dan Kecanduan Judi Online

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, DE mengaku terdesak persoalan ekonomi menjelang pernikahannya sehingga nekat mencari jalan pintas dengan menggadaikan motor tanpa izin.

Selain terlilit utang, pelaku juga diketahui kecanduan judi online. Sebagian uang hasil gadai kendaraan digunakan untuk bermain judi daring dengan harapan mendapatkan keuntungan besar.

Alih-alih menang, pelaku justru semakin terjerat persoalan keuangan hingga kembali melakukan tindakan serupa.

“Sebagian uangnya dipakai untuk bermain judi online,” kata Dendi.

Kebiasaan bermain judi online itu disebut telah berlangsung cukup lama dan memengaruhi kondisi ekonomi pelaku.

Praktik judi online yang terus dilakukan membuat pelaku kesulitan mengendalikan keuangan hingga akhirnya nekat menggadaikan kendaraan milik keluarga sendiri.

Orangtua Sudah Geram

Menurut polisi, laporan terhadap DE dibuat langsung oleh orangtuanya karena sudah tidak tahan dengan perilaku pelaku yang disebut berulang kali melakukan aksi serupa.

Keluarga sebelumnya disebut telah beberapa kali memberikan peringatan dan mencoba menyelesaikan persoalan tersebut secara kekeluargaan.

Namun pelaku diduga tetap mengulangi perbuatannya hingga akhirnya orangtuanya memilih melapor ke pihak kepolisian.

“Orangtua pelaku sudah sangat geram karena pelaku berulang kali melakukan hal yang sama,” ujar Dendi.

Polisi Dalami Kemungkinan Korban Lain

Saat ini, penyidik Polsek Ratu Samban masih mendalami kasus tersebut, termasuk kemungkinan adanya korban lain.

Sebab berdasarkan pengakuan awal, pelaku diduga pernah menggunakan modus serupa terhadap kendaraan milik orang lain.

Polisi juga masih menelusuri aliran uang hasil gadai yang digunakan pelaku, termasuk untuk aktivitas judi online.

Rencana Pernikahan Terancam Gagal

Akibat kasus tersebut, rencana pernikahan DE kini terancam tertunda bahkan batal.

Pelaku saat ini masih menjalani pemeriksaan intensif di Polsek Ratu Samban dan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum.

Sementara pihak keluarga disebut masih syok atas kasus yang menjerat DE, terlebih laporan dibuat langsung oleh orangtuanya sendiri.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.