TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Pemkab Kendal memasang target pertumbuhan ekonomi mencapai delapan persen pada 2026.
Target itu sejalan dengan proses perluasan Kawasan Industri Kendal (KIK) tahap kedua seluas 1.200 hektare yang diprediksi bakal meningkat angka pertumbuhan ekonomi.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Kendal, Wiwit Andariyono tak menampik jika pertumbuhan ekonomi di Kendal masih terkonsentrasi di KIK.
Dia mengatakan, sejak KIK berkembang pesat, pertumbuhan ekonomi di Kendal juga ikut melesat hingga 7,9 persen pada 2025.
Baca juga: Bahagianya Nur Kozin, Sapi Gemoy Miliknya Dibeli untuk Kurban Presiden Prabowo di Kendal
• Bendung Karet Blorong Kendal Jadi Magnet Warga Menikmati Senja, Langit Jingganya Cakep Banget
"Ini melampaui Jawa Tengah di angka 5,37 persen dan nasional di angka 5,11 persen."
"Tetapi pertumbuhan ekonomi ini masih berpusat di KIK. Ini yang menjadi PR bagi kami agar merata," katanya, Rabu (13/5/2026).
Wiwit menambahkan, capaian ini harus diimbangi langkah strategis agar mampu mencapai target pertumbuhan sebesar delapan persen pada 2026.
"Pertumbuhan ekonomi di Kendal ini harus memberikan dampak nyata ke masyarakat. Makanya diperlukan sinergi kuat untuk mencapai target itu," ungkapnya.
Kepala Baperrida Kabupaten Kendal, Izzudin Latif mengatakan, pihaknya telah membentuk tim percepatan ekonomi lintas sektoral sesuai arahan Mendagri untuk mengejar target pertumbuhan delapan persen pada 2026.
“Ini jadi tantangan. Pada evaluasi triwulan I ini, kami ingin kejar target delapan persen."
"Tentu, yang dibutuhkan sekarang adalah kerja-kerja kolaboratif untuk mencapai target itu," sambungnya.
Dia menambahkan, saat ini Kendal beserta dua kabupaten lain yakni Kabupaten Demak dan Batang menjadi motor penggerak ekonomi di Jawa Tengah.
Dia juga merespons positif capaian investasi di Kabupaten Batang pada triwulan pertama yang mencapai Rp3,8 triliun dan mampu mengalahkan Kabupaten Kendal.
"Kami di desk nasional sebelumnya ditarget ekonomi tumbuh 7,9 persen. Tahun ini target delapan persen dan 2027 optimis 8,5 persen tercapai," paparnya.
Sementara itu, Kepala BPS Kendal, Ade Sandi Parwoto menilai, investasi menjadi modal penting untuk mendorong penguatan pertumbuhan ekonomi daerah.
Saat ini, struktur ekonomi Kendal masih didominasi industri manufaktur sebesar 42,03 persen, disusul sektor pertanian 17,27 persen, perdagangan 12,04 persen, dan konstruksi 7,60 persen.
Baca juga: Bupati Tika Dorong PHRI Kendal Ciptakan Multiplier Effect ke Pelaku Industri
• Mbak Tika Turun ke Desa: Bawa Dokter Spesialis Gratis untuk Warga Pelosok Kendal
Di sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga menjadi kontributor terbesar terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dengan kontribusi 56,49 persen, diikuti Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 30,18 persen.
"Tingginya PMTB menunjukkan aktivitas investasi dan pembangunan fisik di Kabupaten Kendal terus meningkat secara signifikan," tuturnya.
Untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi delapan persen, lanjut Ade, Pemkab Kendal perlu strategi yang matang dan adaptif.
Ade optimis target itu akan tercapai dengan melihat iklim investasi yang kini semakin tumbuh subur di Kendal.
Apalagi pada triwulan I tahun 2026, nilai investasi di Kendal mencapai Rp3,61 trilun sebagai tertinggi kedua, setelah Kabupaten Batang yang mencatatkan investasi sebesar Rp3,88 triliun di posisi pertama daerah investasi tertinggi di Jawa Tengah.
"Termasuk mendorong peningkatan daya beli masyarakat, penyerapan tenaga kerja, penguatan UMKM, serta peningkatan kualitas SDM," tandasnya. (*)