TRIBUNJATENG.COM, BOYOLALI - Beberapa spanduk bernada sindiran dan protes membentang di beberapa titik sepanjang jalan Desa Krobokan, Kecamatan Juwangi, Kabupaten Boyolali.
Warga mengeluh karena jalan yang hampir setiap hari mereka lalui semakin rusak parah.
Bahkan, saat intensitas hujan tinggi, warga tak berani melintas karena kerap terjadi kecelakaan, terjatuh atau terpeleset.
Aksi warga tersebut pun viral di media sosial dan meminta kepastian pemerintah untuk perbaikan secepatnya.
Baca juga: Pria ODGJ Ditemukan Tewas Terkubur di Dapur Rumah Andong Boyolali, Korban Pembunuhan?
• Oknum PPPK Pemprov Jateng Pelaku Pelecehan Masih Bekerja: Sanksi Tunggu BKN
Akses utama warga Desa Krobokan, Kecamatan Juwangi, Kabupaten Boyolali mengalami kerusakan parah hingga dikeluhkan masyarakat.
Jalan yang menjadi jalur utama aktivitas warga itu hancur dan membuat pengendara harus ekstra hati-hati saat melintas.
Bahkan, salah satu pengendara mengaku tubuhnya pegal setelah melewati jalan rusak tersebut.
"Badan pegal-pegal," ujar salah seorang pengendara.
Kerusakan jalan di Desa Krobokan ini juga sempat viral di media sosial.
Pada Kamis (13/5/2026), beberapa spanduk bernada protes warga terlihat terpasang di sepanjang ruas jalan.
Kondisi jalan tampak memprihatinkan.
Cor beton hampir tidak terlihat lagi dan permukaannya dipenuhi batu makadam dengan gelombang yang tidak rata.
Akibatnya, kendaraan yang melintas harus melaju sangat pelan agar tidak terjatuh atau mengalami kerusakan.
Sindiran pun muncul dari warga yang kesal dengan kondisi jalan tersebut.
"Dalane alus tenan (jalannya sangat halus)," kata pengendara lainnya dengan nada menyindir.
Baca juga: 2 Pria Misterius Rampas Motor dan HP 5 Bocah SMP di Kaliwungu Kendal, Tuduh Korban Begal
• Dukun Cabul Sukolilo Pati Pakai Ritual Threesome Setubuhi Korban, Modus Biar Dapat Momongan
Warga setempat, Parmin mengatakan, kondisi jalan saat ini sebenarnya sudah sedikit lebih baik dibanding saat musim hujan.
"Tidak separah saat musim hujan. Sempat tidak bisa dilalui," ujarnya.
Sementara itu, Bupati Boyolali, Agus Irawan mengaku belum bisa memastikan apakah jalan tersebut masuk dalam proyek pembangunan tahun ini.
"Kami cek dahulu. Karena pekerjaan tahun ini sudah direncanakan pada 2025," kata Agus.
Dia menjelaskan, apabila ruas jalan tersebut belum masuk paket revitalisasi tahun ini, maka pemerintah daerah akan melakukan perbaikan sementara menggunakan anggaran Unit Reaksi Cepat (URC).
Menurut Agus, pelaksanaan proyek fisik di Boyolali saat ini memang mengalami keterlambatan karena adanya dampak situasi global terhadap harga bahan baku proyek.
"Tapi sekarang sudah kami kejar. Sudah kami upayakan perubahan harga satuan," pungkasnya. (*)