Laporan Wartawan Tribungayo.com Bustami | Bener Meriah
TribunGayo.com, REDELONG - Warga Kampung Pantan Jelebok Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, dibuat panik setelah kawanan gajah liar masuk ke kawasan permukiman mereka.
Informasi yang dihimpun TribunGayo.com Kamis (14/5/2026), jika satwa dilindungi berukuran besar tersebut telah menghantui warga di kawasan Pintu Rime Gayo lebih dari sepekan dan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Saat ini kawanan gajah itu dilaporkan berkeliaran di Dusun Musara Ate dan Dusun Sentosa Indah, Kampung Jelebok, kejadian serupa juga terjadi di Dusun Km 40, Kampung Negeri Antara pada pekan sebelumnya.
Dikampung Jelebok, selain merusak tanaman warga, gajah-gajah tersebut juga mengamuk hingga merusak sejumlah rumah penduduk pada malam hari.
"Ada dua rumah warga yang rusak masing-masing milik Karo dan Ansari, yang mengalami kerusakan cukup parah," ujar Kepala Dusun Musara Ate, Rasiandi.
Menurutnya, bahwa jumlah kawanan gajah di seputaran dusun mereka diperkirakan mencapai empat ekor dan hingga kini masih berada di sekitar permukiman warga.
Lantas kondisi ini membuat masyarakat diliputi rasa trauma dan takut untuk beraktivitas, terutama saat menuju kebun maupun beraktivitas pada malam hari.
"Kawanan gajah masih berada di sekitar kampung. Warga sangat khawatir dan takut untuk keluar rumah, apalagi pada malam hari,"keluhnya.
Dikatakan, pasca kejadian ini pihaknya telah melaporkan kepada pemerintah desa untuk diteruskan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh agar segera ditindaklanjuti.
"Sudah dilaporkan, saat ini kami perlu penanganan cepat demi keselamatan warga," bebernya.
Sementara itu, Bedel (Reje) Kampung Pancar Jelobok M.Taufiq menyebutkan bahwa laporan juga telah disampaikan kepada tim Conservation Response Unit (CRU).
Namun saat ini, tim masih melakukan penggiringan kawanan gajah di wilayah Desa Negeri Antara dan sekitar Kampung Blang Rakal.
"Kami sudah melaporkan ke pihak CRU. Saat ini mereka masih melakukan penggiringan di lokasi lain, namun insyaallah akan segera ke sini untuk menghalau kawanan gajah menjauh dari permukiman warga," jelasnya
Dilain sisi, Kepala BKSDA Aceh, Ujang Wisnu Barata, diwilayah itu saat ini penanganan difokuskan pada penjagaan dan penggiringan agar gajah kembali menjauh dari kawasan permukiman.
Selain itu, pembangunan pagar pengaman atau fencing juga mulai dilakukan.
"Untuk saat ini penjagaan dan penggiringan. Fencing juga sudah mulai dibangun tiang-tiangnya, kami harap warga untuk tetap bersabar dan terus berhati-hati," pungkasnya.(*)
Baca juga: Ansar Salihin Penulis Produktif dari Tanah Gayo Lahirkan Karya "Ucak dan Meurah di Lintasan Gajah"