TRIBUNNEWS.COM - Kasus kejahatan di Indonesia masih menjadi persoalan serius yang mempengaruhi rasa aman masyarakat.
Melansir pusiknas.polri.go.id, kejahatan dapat terjadi di perkotaan maupun pedesaan, di ruang publik maupun lingkungan tempat tinggal warga.
Menurut data Kepolisian Republik Indonesia sepanjang tahun 2025 tercatat ada 380.424 tindak kejahatan di Indonesia.
Dari jumlah itu, 17.936 kasus kejahatan terjadi di jalan umum.
Baru-baru ini, aksi kejahatan di jalanan terekam kamera CCTV, tepatnya di gang sempit Dusun Sukamanah, Desa Hegarmanah, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.
Seorang mahasiswi Universitas Padjadjaran (Unpad) berinisial GC menjadi korban penodongan dan penganiayaan berat oleh pria tak dikenal, Selasa (12/5/2026) malam.
Kanit Reskrim Polsek Jatinangor, Ipda Hendi Setiawan mengatakan, peristiwa itu terjadi sekira pukul 19.43 WIB.
Ketika itu, korban dalam perjalanan pulang ke kontrakan setelah makan malam.
Setibanya di lokasi yang minim penerangan, korban berpapasan dengan pelaku yang mengendarai sepeda motor.
Pelaku kemudian menghadang dan menodongkan sebilah pisau ke arah korban.
Korban berupaya melarikan diri, namun malah terjatuh hingga dilindas pelaku.
Baca juga: Sosok Tri Adhianto, Wali Kota Bekasi Ditodong Golok Saat Tertibkan PKL di Duta Harapan
"Korban merasa terancam dan berusaha lari menghindari pelaku, namun ia tersungkur."
"Saat itulah, pelaku dengan tega melindas korban yang sudah tak berdaya dengan sepeda motornya," ujar Ipda Hendi, Rabu (13/5/2026), dilansir TribunJabar.id.
Meski sempat ditodong, tidak ada barang berharga milik mahasiswi semester 6 Jurusan Akuntansi tersebut.
Ternyata, GC bukan korban satu-satunya.
Sebelumnya, ada juga mahasiswi Unpad yang mengalami kejadian serupa di lokasi yang tidak jauh dari tempat kejadian perkara (TKP) GC.
Fakta itu diungkap oleh Kasi Kesra Desa Hegarmanah, Irwan Firmansyah.
“Sebelumnya ada kejadian mahasisiwi yang di kosan Pak Kades, di Dusun Cisaladah. Ini juga korbannya mahasiswi Unpad,” kata Irwan kepada TribunJabad.id, di Desa Hegarmanah, Kamis (14/5/2026).
Korban pertama, kata Irwan, berhasil selamat karena sempat berteriak, sehingga pelaku gagal melancarkan aksinya.
“Kejadiannya sebelum mahasiswi yang terlindas, sebab keburu teriak,” ujarnya.
Irwan menduga, pelaku yang sama kembali beraksi dan menargetkan korban berikutnya.
“Bisa jadi sebelumnya menodong, sebelum menodong mahasiswi yang terlindas,” katanya.
Informasi terkait adanya dua korban terungkap setelah warga membandingkan pakaian yang dikenakan para korban.
“Warga membandingkan warna baju mahasiswi. Ternyata ada dua mahasiswi yang menjadi korban dalam satu gang yang sama,” ucapnya.
Irwan memprakirakan, dua kejadian itu terjadi dalam rentang waktu sekira 10 menit.
Ia menambahkan, lokasi kejadian memang memiliki penerangan minim meski berada dekat jalan raya.
Sementara itu, saat ini polisi tengah mengumpulkan bukti-bukti dari berbagai rekaman CCTV di sekitar TKP untuk mengidentifikasi identitas pria berjaket oranye tersebut.
Buntut kejadian tersebut, pengawasan dan keamanan di lingkungan kampus ditingkatkan.
Kepala Kantor Komunikasi Publik Unpad, Dandi Supriadi mengatakan, pengamanan di area kampus sebenarnya telah dilakukan.
Di antaranya melalui patroli rutin, pemasangan CCTV, hingga penambahan penerangan jalan di sejumlah titik rawan.
“Kalau di dalam kampus sebenarnya sudah ada patroli keamanan dan kamera CCTV di titik-titik rawan. Juga penambahan penerangan jalan,” kata Dandi, Kamis.
Namun, kata dia, pengawasan menjadi lebih sulit ketika peristiwa terjadi di luar area kampus.
“Agak sulit kalau kejadiannya di luar kampus,” ujarnya.
Oleh karena itu, Unpad mengimbau seluruh civitas akademika segera melapor kepada pihak kampus apabila mengalami kecelakaan dan tindak kejahatan.
“Kami mengimbau semua sivitas akademika untuk selalu melaporkan diri kepada pihak Unpad, baik Kemahasiswaan maupun K3L, apabila mengalami kecelakaan atau tindak kejahatan, sehingga Unpad bisa lebih cepat memberikan support,” jelasnya.
(Tribunnews.com/Nanda Lusiana, TribunJabar.id/Kiki Andriana)