TRIBUNJATENG.COM, BOYOLALI - Warga Kecamatan Andong, Kabupaten Boyolali digegerkan dengan sesosok pria tewas terkubur di dapur rumahnya.
Penemuan jasad pria bernama Pariman ini diawali dari kecurigaan para tetangga yang sudah beberapa hari tak melihat korban.
Dari keterangan warga, Pariman merupakan seorang ODGJ. Dia memiliki dua anak dan sama-sama mengalami kondisi kesehatan serupa.
Terkait mengapa Pariman terkubur di dalam rumah itu, pihak kepolisian setempat masih mendalaminya.
Baca juga: 2 Pria Misterius Rampas Motor dan HP 5 Bocah SMP di Kaliwungu Kendal, Tuduh Korban Begal
• Oknum PPPK Pemprov Jateng Pelaku Pelecehan Masih Bekerja: Sanksi Tunggu BKN
Kematian Pariman, seorang ODGJ di Dukuh Pereng, Desa Pakel, Kecamatan Andong, Kabupaten Boyolali, pertama kali terungkap setelah warga curiga korban sudah beberapa hari tidak terlihat di lingkungan sekitar.
Kecurigaan warga itu akhirnya mengarah pada penemuan jasad korban yang diduga terkubur di dapur rumahnya sendiri pada Rabu (12/5/2026) malam.
Polisi kini masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kematian Pariman.
"Ini masih proses pendalaman oleh Polsek Andong dan Polres Boyolali."
"Korban, kami autopsi," kata Kasat Reskrim Polres Boyolali, AKP Indra Wira Saputra.
Sebelum ditemukan meninggal, Pariman diketahui tinggal bersama dua anaknya yang juga mengalami gangguan jiwa.
Karena korban lama tidak terlihat, tetangga kemudian menghubungi anak korban lainnya yang tinggal di Kabupaten Pati.
Setelah tiba di rumah, anak korban mencoba mencari keberadaan ayahnya di sekitar rumah, namun tidak berhasil menemukannya.
Pencarian kemudian dilakukan ke dalam rumah hingga akhirnya ditemukan gundukan tanah mencurigakan di bagian dapur rumah.
"Setelah anaknya datang dari Pati. Ternyata setelah dicari di luar tidak ketemu."
"Kemudian dicari di dalam ada gundukan tanah di pawon (dapur) rumah," ujar AKP Indra.
Anak korban lalu menggali gundukan tanah tersebut dan menemukan bagian tubuh korban.
"Mengetahui hal tersebut, anak beserta Bayan (Kepala Dusun) ke Polsek untuk melaporkan hal tersebut," tambahnya. (*)
Sumber TribunSolo.com