Sindir MPR RI Soal Tawaran Pekerjaan untuk Josepha Alexandra, Bima Yudho : Kerja Jadi Buzzer ?
Ardhi Sanjaya May 14, 2026 08:04 PM

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Bidang pekerjaan yang ditawarkan MPR RI untuk Josepha Alexandra kini dipertanyakan. 

Tawaran tersebut datang setelah Josepha berani melayangkan protes atas penilaian juri Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat.

Juri menilai jawaban yang diberikan Josepha salah.

Sedangkan regu lain yang menjawab sama persis dengan Josepha justru dinilai benar dan mendapat point.

Atas kelalaian juri, MPR RI melayangkan permintaan.

Bahkan Josepha juga mendapat tawaran pekerjaan.

Walau begitu Konten kreator TikTok Bima Yudho mempertanyakan bidang pekerjaan yang ditawarkan pada Josepha.

"Dan lu dijanjiin dapat kerja setelah lulus, kerja apa dulu pak bu tanya. Toh lu juga belum nemu interest lu apa langsung dijanjiin kerja, kerja jadi buzzer ? Hati-hati lho ini long game lho," katanya.

Ia menyarankan agar Josepha Alexandra lebih baik mencari beasiswa sendiri ketimbang menerima pemberian dari MPR.

"Mending kalau kata gua cari eksternal beasiswa dari negara tujuannya langsung, goverment atau dari kampusnya langsung. Semangat Josepha jangan mau dijadikan alat politik," katanya.

Bima juga menyoroti beasiswa ke China yang ditawarkan untuk Josepha.

Baca juga: MPR Ulang Lomba Cerdas Cermat 2026, SMAN 1 Pontianak Tidak Ikut : Kami Tidak Maksud Anulir Hasil

"Karena ibaratnya kalau lu ambil beasiswa ini lu bikin perjanjian dengan iblis, dengan setan, dengan dajjal karena yang ngasih beasiswa ke lu juga orang dari MPR," katanya.

Bima berpendapat tawaran tersebut sebagai rangkaian dari management komunikasi untuk meredam polemik yang terjadi dalam Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI.

"Yang mana kita tahu bahwa agenda ini itu untuk memanage communication crisis yang ada di Lomba Cerdas Cermat MPR," katanya.

Langkah itu kata Bima dilakukan agar persoalan kelalaian juri Dyastasita dan Indri Wahyuni ini tidak merembet pada masalah lain.

Baca juga: Kejanggalan Beasiswa MPR untuk Josepha, Disarankan Tak Diambil : Jangan Mau Dijadikan Alat Politik

"Dan di Indonesia tuh kalau ada masalah satu di goverment bakal kemana-mana jadi mereka buru-buru ini cepat-cepat," katanya.

Anehnya lagi MPR RI hanya memberi beasiswa pada Josepha.

Padahal dalam kejadian Josepha tergabung di Regu C yang berisikan murid SMAN 1 Pontianak yang lain.

"Dan yang dikasih beasiswa cuma lu lagi, temen lu gak dapat, terus beasiswanya menurut gua agak janggal ke China," katanya.

Ia meyakini Josepha lebih tertarik pada bidang komunikasi, politik, atau art.

Sedangkan negara China tidak konsen pada tiga bidang tersebut.

"Gua yakin anak kayak lu yang udah ikut cerdas cermat pasti tertariknya ke art, komunikasi, politik yang mana China gak bagus untuk bidang ini. Kalau untuk art, komunikasi mending langsung ke US, UK, Australia. Kenapa ke China ? karena murah, budget mereka punya cuma segini," katanya.

Sebelumnya Anggota MPR Rifqinizamy Karsayuda memberika beasiswa ke China untuk Ocha.

"Kalau Josepha berkenan, abang mau kasih beasiswa kuliah gratis ke China," katanya.

Selain itu Rifqi juga memberi tawaran pekerjaan setelah Ocha lulus.

"Nanti begitu selesai SMA, Josepha akan berikan beasiswa sekolah kuliah gratis di China dan nanti akan ada pemberian pekerjaan langsung dari berbagai perusahaan multinasional untuk Josepha kalau sudah lulus dari China," katanya.

https://whatsapp.com/channel/0029VaGzALAEAKWCW0r6wK2t

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.