TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Ketua DPD II Golkar Soppeng Andi Kaswadi Razak menyiapkan acara meriah menyambut konsolidasi DPD I di Bumi Latemmammala Sabtu (16/5/2026) dua hari mendatang.
Kabupaten Soppeng dipilih Muhidin M Said jadi lokasi konsolidasi terakhir sebelum Musyawarah Daerah XI Golkar Sulsel.
9 Ketua DPD II Golkar kabupaten/kota, ditambah seluruh anggota fraksi diundang hadir.
"Sebagai tuan rumah, dan konsolidasi terakhir menjelang Musda Golkar Sulsel, kita siapkan konsep insyaallah secara meriah," kata Andi Kaswadi Razak kepada wartawan Kamis (14/5/2026).
Soppeng daerah kemenangan Golkar di Pemilu 2024 lalu.
Kaswadi sukses mempertahankan kemenangan dan mengantar kader kembali jadi Ketua DPRD Soppeng.
Untuk level DPRD Sulsel, politisi Golkar tampil sebagai peraih suara terbaik di Dapil Soppeng-Wajo.
Namnya Andi Muhammad Ikram. Ia meraih 50.297 suara pribadi.
Di Pilkada Soppeng 2024, Golkar sebagai pemenang.
Kader Golkar Suwardi Haseng yang berpasangan politisi Demokrat Selle KS Dalle menang Pilkada Soppeng 2024.
Muhidin M Said pulang kampung ke Soppeng, tanah kelahirannya.
Ia mengumpulkan kader dalam rangkaian konsolidasi sebelum Musda XI Golkar Sulsel.
"Kita sudah siap melaksanakan acara konsolidasi hari Sabtu," kata Kaswadi.
"Ini semua anggota fraksi diundang yang berasal dari Dapil II Sulsel. Kegiatan nya di Gedung La Patau. Insyaallah yang hadir lebih 1000 kader," kata Kaswadi.
Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel, Muhidin M Said (75) mengatakan, Sulawesi Selatan justru diproyeksikan menjadi titik akhir pelaksanaan Musda Golkar secara nasional.
Politisi kelahiran Soppeng 7 Oktober 1950 itu menegaskan secara kesiapan internal, Golkar Sulsel tidak memiliki kendala berarti.
Hanya saja, belum ada restu dari Ketum DPP Golkar Bahlil Lahadalia.
“Belum (digelar April ini). Pokoknya kita sudah siap, tidak ada masalah,” ujar Muhidin kepada Tribun Timur
Meski demikian, ia menegaskan pihaknya masih akan merampungkan sejumlah agenda konsolidasi internal sebelum Musda Golkar Sulsel digelar.
Salah satunya adalah pertemuan daerah pemilihan (Dapil) Sulsel II yang dijadwalkan berlangsung di Kabupaten Soppeng.
“Saya mau rampungkan dulu pertemuan Dapil Sulsel II di Soppeng. Setelah itu baru kita lanjutkan Musda,” jelasnya.
Muhidin juga mengungkapkan bahwa secara nasional, pelaksanaan Musda Golkar di berbagai daerah hampir rampung.
Saat ini, hanya tersisa Golkar Sulsel yang belum melaksanakan Musda.
“Sisa Sulsel. Minggu lalu Maluku Utara sudah selesai. Musda Golkar provinsi ditutup di Sulsel,” katanya.
Menurut Muhidin, penempatan Sulsel sebagai daerah terakhir bukan tanpa alasan.
Ia menilai dinamika politik internal Golkar di Sulsel cukup tinggi sehingga membutuhkan waktu untuk merumuskan kesepahaman di antara kader.
“Memang punya dinamika tinggi. Itu bagus, artinya orang mencintai partai. Tinggal bagaimana kita satukan supaya satu bahasa yang keluar,” ujarnya.
Sejak ditunjuk menggantikan Taufan Pawe pada akhir 2025, Muhidin mendapat mandat untuk mengawal konsolidasi sekaligus memastikan pelaksanaan Musda Golkar Sulsel berjalan dengan baik.
Wacana Musda Golkar Sulsel sendiri telah mengemuka sejak Januari 2026.
Namun hingga kini, agenda tersebut belum terealisasi di tengah berbagai dinamika internal yang berkembang.
Muhidin menegaskan, pihaknya ingin memastikan Musda Golkar Sulsel benar-benar menghasilkan keputusan terbaik bagi partai.
Termasuk dalam menentukan figur ketua yang mampu menyatukan seluruh kekuatan kader di daerah.
“Setelah semua proses konsolidasi selesai, baru kita cari yang terbaik untuk Sulsel,” pungkasnya.