TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Polisi masih terus menyelidiki, dan mengumpulkan barang bukti, kasus penemuan mayat di Darmasaba. Kuat dugaan mayat adalah korban pembunuhan.
Di lokasi, aparat turut menemukan sebuah cangkul yang diduga digunakan untuk menggali tanah. Dugaan sementara, korban dibunuh lalu jasadnya dibuang di area tersebut.
Baca juga: PASCA Ditemukan Mayat Tanpa Identitas di Darmasaba, Desa Akan Lakukan Upacara Sesuai Agama Hindu!
Baca juga: MAYAT Kagetkan Jro Wijana Saat Buang Hajat di Saluran Irigasi Buleleng, Korban Buruh Asal Karangasem
Pasca ditemukan mayat di wilayah Banjar Cabe, Desa Darmasaba, Badung, membuat masyarakat setempat resah. Ironisnya, persoalan tidak berhenti pada penemuan jenazah semata.
Karena lokasi penemuan berada di sawah milik pura, masyarakat adat kini dibayangi kewajiban pelaksanaan upacara pembersihan secara adat Bali.
Bahkan dalam proses upacara itu pun, nilainya diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah. Hal itu pun dikatakan Kelian Banjar Dinas Desa Darmasaba, I Ketut Wita saat dikonfirmasi Rabu 13 April 2026.
"Lokasi itu sawah milik pura. Secara adat tentu harus dilakukan upacara pembersihan. Biayanya bisa besar sekali," ungkapnya.
Diakui, mayat pertama kali ditemukan oleh seorang anak yang sedang memetik bunga di sawah sekitar pukul 16.00 Wita. Awalnya, anak tersebut mengira benda yang dilihatnya merupakan bangkai anjing.
Namun saat didekati, terlihat bagian lutut manusia dengan aroma busuk menyengat. “Anaknya langsung gemetar dan pulang melapor ke ibunya. Setelah itu saya diajak ke lokasi. Pas saya lihat, ternyata benar mayat manusia," sambung I Ketut Wita.
Penemuan itu langsung dilaporkan ke aparat kepolisian dan Bhabinkamtibmas. Tak lama berselang, personel Polsek Abiansemal dan Polres Badung turun ke lokasi melakukan olah TKP.
"Hingga kini identitas korban masih misterius. Polisi juga belum menemukan kartu identitas maupun barang pribadi korban. Tas gendong yang ditemukan dalam kondisi kosong," ucapnya.
"Kalau perkiraan saya kejadian kemungkinan dini hari sekitar jam satu atau jam dua. Karena sampai tengah malam masih ada warga yang nongkrong di depan warung dekat lokasi,” kata Ketut Wita.
Lebih lanjut dijelaskan, hingga saat ini belum ada laporan warga hilang di Desa Darmasaba, sehingga kasus ini menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
"Warga juga mempertanyakan bagaimana pelaku bisa leluasa membuang mayat di area sawah tanpa diketahui," imbuhnya. (*)