Momen Pedro jadi Bulan-bulanan di Final Coppa Italia, Inter Milan Lunas Bayar Dendam
Cornel Dimas Satrio May 14, 2026 09:51 PM

TRIBUNKALTARA.COM - Final Coppa Italia yang mempertemukan Lazio vs Inter Milan, menyisakan momen menyakitkan bagi Pedro Rodriguez, penyerang gaek itu jadi bulan-bulanan, Nerazzurri lunas bayar dendam.

Perjalanan Inter Milan di Coppa Italia ditutup dengan status juara, setelah menundukkan Lazio dengan skor 2-0, di Stadion Olimpico, Kamis (14/5/2026).

Klub berjulukan Nerazzurri itu tampil dominan sejak awal laga dan mampu mencuri gol kemenangan lewat sundulan Adam Marusic ke gawang sendiri pada menit 14 dan aksi Lautaro Martinez menit 35.

Hasil tersebut membuat Inter Milan berhak mengangkat trofi Coppa Italia ke-10, sekaligus menjadi gelar ganda domestik musim 2025/2026, setelah lebih dulu memenangkan Scudetto.

Momen menyakitkan Pedro

Kemenangan Inter Milan atas Lazio di final Coppa Italia menjadi momen buruk bagi Pedro Rodriguez.

Eks pemain Barcelona tersebut menjadi bulan-bulanan para pemain Inter Milan pada laga tersebut.

Masuk sebagai pemain pengganti menit 79, Pedro tak bisa berbuat banyak untuk Lazio.

Pemain berusia 38 tahun itu malah mendapat apes selama berada di lapangan.

BULAN-BULANAN - Penampilan Pedro saat memperkuat Lazio di Liga Italia Serie A, musim 2025/2026. Penyearng asal Spanyol itu menjadi bulan-bulanan Inter Milan di final Coppa Italia, Kamis (14/5/2026).
BULAN-BULANAN - Penampilan Pedro saat memperkuat Lazio di Liga Italia Serie A, musim 2025/2026. Penyearng asal Spanyol itu menjadi bulan-bulanan Inter Milan di final Coppa Italia, Kamis (14/5/2026). (legaseriea.it)

Baca juga: 4 Fakta Inter Milan Juara Coppa Italia usai Tundukkan Lazio, Chivu Ukir Sejarah

Baru beberapa menit memasuki lapangan, Pedro sudah berulah dengan melepaskan tekel keras kepada Federico Dimarco.

Insiden tersebut memaksa wasit Marco Guida menghentikan laga sejenak, lantaran para pemain kedua tim terlibat friksi.

Dimarco yang mengerang kesakitan, mendadak langsung bangun dan menghampiri Pedro sembari terlibat kontak.

Wasit kemudian mengeluarkan kartu kuning untuk Dimarco dan Pedro.

Sejak momen itu, setiap Pedro mendapatkan bola, tekanan dari para suporter terus menghampirinya.

Bahkan para pemain Inter Milan langsung menutup ruang gerak Pedro yang membuatnya tak berkutik.

Menjelang laga bubar, Pedro tersungkur di tanah setelah mendapat pengawalan ketat dari Manuel Akanji.

Masih dalam keadaan tersungkur, wajah Pedro terkena tembakan bola dari kaki Luis Henrique.

Wajahnya memerah, hanya bisa memendam perih sampai wasit meniup peluit panjang.

Bahkan saat naik ke podium untuk menerima medali, Pedro menahan tangis.

Kesedihan di wajahnya semakin menjadi lantaran Pedro telah memasuki penghujung kariernya sebagai pesepakbola.

Apalagi, kontraknya bersama Lazio berakhir di bulan Juni mendatang.

Kontras dengan karier masa mudanya yang bergelimang trofi di Barcelona dan Chelsea, Pedro justru melempem selama 5 tahun merumput di Italia.

Pemain yang dipuja-puji sebagai penyelamat Lazio musim lalu itu, harus menutup musim ini dengan cara memalukan.

GAGAL JUARA - Selebrasi Pedro ketika mencetak gol untuk Lazio pada giornata 34 Liga Italia Serie A di Stadion Olimpico, Selasa, (29/4/2025). Penyerang gaek asal Spanyol ini gagal membawa Lazio meraih juara di Coppa Italia musim 2025/2026, Kamis (14/5/2026).
GAGAL JUARA - Selebrasi Pedro ketika mencetak gol untuk Lazio pada giornata 34 Liga Italia Serie A di Stadion Olimpico, Selasa, (29/4/2025). Penyerang gaek asal Spanyol ini gagal membawa Lazio meraih juara di Coppa Italia musim 2025/2026, Kamis (14/5/2026). (ARSIP - legaseriea.it)

Baca juga: Hasil Coppa Italia, Tundukkan Lazio 2-0, Chivu Bawa Inter Milan Kawinkan Gelar Domestik

Nerazzurri Tuntaskan Dendam

Momen pedro yang menjadi bulan-bulanan di final Coppa Italia, tak lain adalah balas dendam dari para pemain Inter Milan.

Bukan karena tekel kerasnya pada Dimarco, tetapi dendam lama yang membara sejak musim lalu.

Pedro adalah aktor yang menggagalkan Scudetto Inter Milan musim 2024/2025 lalu, berkat brace ke gawang Yann Sommer.

Pertemuan pada giornata 37 itu seharusnya menjadi milik Inter Milan yang bisa menjauh dari kejaran Napoli.

Tetapi, Pedro yang masuk sebagai pemain pengganti menjelma sebagai supersub berkat dua gol.

Gol paling sakit hati bagi Nerazzurri terjadi pada menit 90 lewat titik putih.

Inter tak terima dengan keputusan wasit yang memberikan hadiah penalti bagi Lazio akibat bola mengenai lengan Yann Bisseck.

Nerazzurri yang sudah unggul 2-1, harus gigit jari setelah Pedro menyamakan kedudukan via sepakan penalti.

Hasil imbang 2-2 membuat Inter Milan dikudeta Napoli di akhir musim.

Sejak saat itu, Pedro menjadi musuh utama Inter Milan setiap berhadapan dengan Lazio.

Dalam 3 pertemuan musim ini, Pedro harus menerima karma buruk lantaran tak pernah menang dari Inter Milan.

Di Serie A, Pedro dkk takluk 2-0 saat laga di markas Inter Milan, lalu menahan malu 0-3 di Olimpico.

Terakhir, Pedro harus mengucapkan selamat tinggal dengan Lazio setelah kalah di final Coppa Italia melawan Inter Milan.

Musim ini, Pedro telah mencatatkan 981 menit bermain untuk Lazio di semua kompetisi.

Ia turut menyumbangkan 4 gol dan dua assist dari 31 penampilan berseragam Il Biancoceleste.

Memperkuat Lazio sejak 2021, Pedro total mengemas 38 gol dan 19 assist dari 207 pertandingan.

Lazio menjadi tim kedua yang paling banyak memberikan kesempatan bermain untuk Pedro setelah Barcelona.

Biodata Pedro

Nama Lengkap: Pedro Eliezer Rodriguez Ledesma

Kelahiran: Santa Cruz de Tenerife (Spanyol), 28/07/1987

Usia: 38 tahun

Tinggi: 167cm

Negara: Spanyol

Posisi: Penyerang Sayap

Kaki Terkuat: Kanan dan Kiri

Karier:
2021-2026 Lazio

2020-2021 AS Roma

2015-2020 Chelsea

2009-2015 Barcelona

2007-2008 Barcelona B

2006-2007 Barcelona U-19

(*)

(TribunKaltara.com/ Cornel Dimas Satrio K)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.