Gagal di Liga Champions, Barcelona Malah Dihukum UEFA karena Dua Pelanggaran Ini
Wawan Akuba May 14, 2026 10:47 PM

 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Klub raksasa Spanyol, FC Barcelona kembali mendapat sorotan setelah dijatuhi sanksi denda oleh UEFA menyusul pertandingan panas kontra Atletico Madrid pada leg kedua perempat final Liga Champions Eropa.

Menurut laporan Mundo Deportivo, UEFA resmi mendenda Barcelona sebesar 22.500 euro atau setara lebih dari Rp400 juta.

Hukuman itu dijatuhkan setelah Komite Disiplin UEFA melakukan investigasi terhadap sejumlah insiden yang terjadi dalam laga yang berlangsung di Stadion Riyadh Air Metropolitano pada 14 April lalu.

Pertandingan tersebut sebenarnya berhasil dimenangkan Barcelona dengan skor 2-1.

Namun kemenangan itu belum cukup untuk membawa klub Catalan lolos ke semifinal karena mereka kalah agregat 2-3 setelah sebelumnya tumbang 0-2 pada leg pertama di Spotify Camp Nou.

Penyebab Barcelona Didenda UEFA

Dari total denda yang dijatuhkan, bagian terbesar berasal dari keterlambatan dimulainya babak kedua pertandingan.

UEFA memberikan hukuman sebesar 20 ribu euro kepada Barcelona akibat restart pertandingan yang dinilai tidak sesuai jadwal.

Dalam beberapa musim terakhir, UEFA memang mulai memperketat aturan mengenai ketepatan waktu pertandingan di seluruh kompetisi Eropa, termasuk Liga Champions, Liga Europa, hingga Conference League.

Aturan tersebut dibuat karena jadwal pertandingan sepak bola modern berkaitan langsung dengan hak siar televisi internasional, iklan komersial, sponsor, hingga sinkronisasi siaran global di berbagai negara.

Keterlambatan beberapa menit saja dianggap dapat mengganggu keseluruhan jadwal siaran yang sudah diatur secara ketat oleh operator kompetisi dan pemegang hak siar.

UEFA bahkan beberapa kali menjatuhkan hukuman serupa kepada klub-klub besar Eropa maupun pelatih yang dianggap menyebabkan pertandingan terlambat dimulai kembali.

Selain itu, Barcelona juga mendapat tambahan denda sebesar 2.500 euro akibat ulah suporternya yang menyalakan kembang api di tribun pendukung tim tamu.

Penggunaan flare atau kembang api dalam pertandingan sepak bola Eropa termasuk pelanggaran disiplin karena dianggap berpotensi membahayakan keselamatan penonton serta mengganggu jalannya pertandingan.

UEFA dikenal memiliki regulasi ketat terkait perilaku suporter, termasuk penggunaan pyrotechnics, pelemparan benda ke lapangan, tindakan rasisme, hingga kericuhan di stadion.

Barcelona Sempat Bangkit, Tapi Gagal Lolos

Pada pertandingan tersebut, Barcelona datang ke markas Atletico Madrid dengan tekanan besar setelah kalah dua gol tanpa balas pada leg pertama.

Tim asuhan Hansi Flick sempat tampil agresif sejak menit awal dan berhasil menghapus keunggulan Atletico Madrid di agregat.

Permainan cepat dan pressing tinggi yang diterapkan Barcelona membuat pertandingan berlangsung sangat intens. Para pemain Atletico Madrid bahkan sempat kesulitan mengembangkan permainan pada awal laga.

Namun momentum berubah ketika Ademola Lookman mencetak gol penting yang membuat Atletico kembali unggul agregat secara tipis.

Situasi Barcelona semakin sulit setelah Eric Garcia menerima kartu merah pada babak kedua.

Selain kartu merah tersebut, sejumlah keputusan wasit juga memicu kontroversi dan menjadi perdebatan di kalangan pendukung Barcelona.

Banyak fans menilai tim mereka kembali dirugikan oleh kepemimpinan wasit, sama seperti yang terjadi pada leg pertama.

Kegagalan lolos ke semifinal menjadi pukulan telak bagi Barcelona. Liga Champions sebelumnya disebut sebagai target utama klub musim ini.

Manajemen, pelatih, hingga para pemain diyakini menaruh harapan besar untuk mengakhiri puasa gelar Eropa sekaligus membuktikan bahwa Barcelona sudah kembali menjadi kekuatan utama di kompetisi elite benua biru.

Namun alih-alih melaju ke semifinal, Barcelona justru harus menerima dua kenyataan pahit sekaligus: tersingkir dari Liga Champions dan terkena denda ratusan juta rupiah dari UEFA. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.