Ahmad Dhani Sempat Inginkan Cucu Pertamanya Lahir Pada Jumat Kliwon, Begini Maknanya Menurut Pakar Weton
Faza Anjainah Ghautsy May 14, 2026 11:34 PM

Grid.ID- Ahmad Dhani sempat inginkan cucupertamanya lahir pada Jumat Kliwon. Ternyata begini maknanya menurut pakar weton.

Istri Al Ghazali yaitu Alyssa Daguise dikabarkan telah melahirkan anak perempuannya yang bernama Soleil Zephora Ghazali, pada 10 Mei 2026. Sebelum lahirnya putri pertama Al dan Alyssa ini, ternyata terdapat permintaan khusus dari Ahmad Dhani.

Dalam sebuah wawancara bersama awak media, Ahmad Dhani ternyata sempat menginginkan cucu pertamanya untuk lahir pada weton Jumat Kliwon. Ayahanda Al ini kemudian bercerita bahwa menantunya tersebut mengalami proses kontraksi cukup lama sejak bukaan pertama.

“Dari bukaan satu cukup lama, ya. Makanya saya berharap Jumat Kliwon, ternyata lebih," ujar Ahmad Dhani, dilansir dari Tribunseleb.

Menurut suami Mulan Jameela ini, dirinya bahkan sempat menginginkan proses induksi agar cucunya bisa lahir pada weton tersebut. Namun, Alyssa Daguise memilih menjalani persalinan tanpa induksi sehingga apa yang diharapkannya tidak terwujud.

“Alyssa nggak mau diinduksi. Kalau saya sih maunya diinduksi biar Jumat Kliwon,” katanya.

Bukan tanpa alasan Ahmad Dhani inginkan Soleil lahir pada Jumat Kliwon. Musisi satu ini mengatakan bahwa weton tersebut istimewa dan juga memiliki kesamaan dengan miliknya.

“Iya, Jumat Kliwon kan bagus. Itu weton istimewa itu. Sama kayak weton saya,” ucap Dhani.

Meski demikian, Dhani tetap bersyukur proses persalinan Alyssa berjalan lancar dan cucunya bisa lahir dengan selamat. Dia memastikan Alyssa dan bayi perempuan yang diberi nama Soleil Zephora Ghazali itu berada dalam kondisi sehat.

“Alhamdulillah enggak ada apa-apa, ya, semuanya normal. Tadi jam 8 pagi,” tuturnya.

Selanjutnya pakar Weton dari Clinic Clenic, Nala mengatakan bahwa bagi sebagian masyarakat Jawa, Jumat Kliwon memang memiliki makna khusus. Hari tersebut kerap dikaitkan dengan nilai spiritual, keseimbangan, hingga simbol "hari poros" dalam penanggalan Jawa.

Meski begitu, Nala menegaskan bahwa weton tak selalu berkaitan dengan hal mistis atau klenik seperti yang sering dipahami masyarakat modern. Menurutnya, weton merupakan sebuah penanda waktu kelahiran seseorang dalam tradisi Jawa.

“Weton itu artinya keluaran, jadi sebenarnya penanda waktu ketika bayi lahir,” ujar Nala.

Melansir dari Kompas.com, konsep ini ternyata lahir dari cara masyarakat Jawa kuno membaca siklus waktu dan peredaran kosmik. Nala menjelaskan bahwa Jumat Kliwon seing dianggap istimewa sebab merupakan pertemuan antara Jumat dan Kliwon yang sama-sama dipercaya menjadi "pusat" dalam sistem penanggalan Jawa.

“Jumat itu dianggap pusat, Kliwon juga dianggap pusat. Karena itu Jumat Kliwon mendapatkan pengkhususan,” katanya.

Meski waktu pada Jumat Kliwon sering dianggap paling sakral, Nala mengatakan bahwa pada dasarnya setiap hari dalam tradisi Jawa memiliki karakter dan keistimewaan tersendiri. Karena itulah, weton tak semata-mata dipahami sebagai ramalan atau sesuatu yang bersifat mistis.

Selanjutnya, pakar weton satu ini menuturkan bahwa sistem weton justru lahir dari pengamatan masyarakat Jawa terhadap benda-benda langit pada masa lampau. Menurut Nala, hal itu membuat perhitungan weton memiliki unsur pengetahuan astronomi tradisional dan tidak selalui identik dengan praktik klenik seperti anggapan sebagian orang saat ini.

“Perhitungan itu sebenarnya sangat sains karena berkaitan dengan kosmik kecil. Jadi, cara orang Jawa menghitung hari di masa lampau itu berdasarkan peredaran benda-benda langit,” jelasnya.

“Jadi weton tidak selalu berurusan dengan klenik,” kata Nala.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.