Pilu Mahasiswa UTM Bangkalan Kehilangan Laptop Isi Skripsi di Masjid, Sidang Tinggal Menghitung Hari
Dwi Prastika May 14, 2026 09:50 PM

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ahmad Faisol

TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN - Rasa kantuk yang tak terbendung membuat Vendrik Ardika merebahkan tubuhnya hingga tertidur setiba di Masjid Muhammadiyah, Desa Telang, Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan, Madura, Rabu (13/5/2026) sekitar pukul 22.30 WIB.

Namun ketika terjaga dari tidur lelapnya, mahasiswa asal Ponorogo, Jawa Timur, itu mendapati laptopnya telah hilang dari pandangan. 

Vedrik merupakan mahasiswa semester VIII Prodi Teknik Mesin, Fakultas Teknik Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Bangkalan yang sedang persiapan menghadapi bimbingan dan sidang skripsi. 

"Tadi malam saya pulang dari kampus, dari lab untuk mengambil data sekitar pukul 22.30 WIB. Setiba di sini (masjid), saya capek hingga tertidur. Memang saya teledor juga, harusnya saya masukkan dulu laptok ke tas," ungkap Vedrik ketika ditemui di lokasi kejadian, Kamis (14/5/2026) sore. 

Guratan kesedihan masih tergambar jelas pada wajah Vedrik.

Tayangan rekaman CCTV menampilkan laptopnya telah dicuri seorang pria pada pukul 03.05 WIB.

Sosok pria tergambar jelas, ia tampak datang memasuki masjid pada pukul 02.40 WIB mengenakan kaus berwarna hitam dipadu sarung berwarna gelap. 

Baca juga: Pria Batam Ketahuan Hendak Bongkar Kotak Amal Masjid Bangkalan Berisi Rp 44 Ribu, Mendadak Linglung

"Orangnya sempat melaksanakan salat, setelah itu mondar-mandir agak lama sebelum mengambil laptop dan keluar masjid ke arah barat. Hanya laptop saja, padahal dalam tas ada dompet, uang, STNK, kunci motor, dan HP tetapi tidak diambil," jelasnya. 

Rencana Daftar Sidang Skripsi 20 Mei 2026

Bagi mahasiswa semester akhir termasuk Vedrik, kehilangan laptop bukan semata kerugian materiil semata, namun juga menjadi musibah di tengah persiapan mengikuti bimbingan untuk menghadapi sidang skripsi. 

"Isi laptop yang paling penting itu file skripsi sama data-data untuk kepentingan sidang skripsi. Ternyata ada musibah ini, kalau salinan proposal masih ada, tetapi kalau datanya (hilang)," tutur Vedrik sambil menghela napas panjang. 

Baca juga: Hukuman untuk Dosen Ajak Mahasiswi ke Hotel, Berdalih Bantu Kerjakan Skripsi

Bimbingan persiapan sidang skripsi bukan semata urusan pertaruhan integritas akademik, namun juga tentang kesiapan mental, pembuktian bahwa penelitian yang disusun layak dipertanggungjawabkan secara ilmian, serta berkaitan dengan kelulusan tepat waktu. 

"Terakhir daftar itu tanggal 20 Mei, kalau tidak salah informasi dari pembimbing saya tanggal 25 Mei atau 26 Mei 2026 itu ada sidang. Saya masih mau bimbingan, terus terakhir pendaftaran sidang tanggal 20 Mei. Jadi saya mau bimbingan-bimbingan dulu terus daftar mepet-mepet gitu," papar Vendrik. 

Ia menambahkan, perkara kehilangan laptop miliknya telah dilaporkan ke pihak kepolisian oleh takmir masjid.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.