TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - PSBS Biak akan menjalani laga kandang terakhir mereka di ajang BRI Super League 2025/2026 dengan menghadapi Arema FC di Stadion Sultan Agung, Bantul, Jumat (15/5/2026) malam.
Meski sudah dipastikan terdegradasi ke kasta kedua musim depan, skuad berjuluk Badai Pasifik tetap memburu kemenangan di laga ini.
Situasi yang dihadapi PSBS Biak jelang pertandingan pun tidak mudah.
Krisis finansial yang melanda klub membuat sejumlah pemain asing memilih meninggalkan tim.
Kini, PSBS Biak hanya menyisakan tiga pemain asing untuk menuntaskan kompetisi musim ini.
Pelatih PSBS Biak, Marian Mihail, mengakui timnya datang ke laga ini dengan kondisi berbeda dibanding beberapa pekan sebelumnya.
Namun pelatih asal Rumania itu memastikan timnya tetap siap memberikan penampilan terbaik.
“Pertama-tama, saya ingin berterima kasih atas keramahan Anda semua, karena mungkin ini adalah konferensi pers terakhir di sini. Saya sangat senang dan saya mendoakan keberuntungan untuk profesi Anda (media), karena ini sangat penting bagi perkembangan sepak bola Indonesia,” ujar Mihail saat konferensi pers, Kamis (14/5/2026).
Menurutnya, kondisi tim kini mulai lebih tenang setelah berbagai persoalan yang terjadi beberapa waktu terakhir perlahan dibereskan.
Meski demikian, ia tidak menampik adanya eksodus pemain dalam beberapa hari terakhir.
“Kami mempersiapkan pertandingan ini dengan lebih tenang. Kami lebih santai, kami mulai membereskan masalah-masalah kami. Ada beberapa pemain yang pergi meninggalkan tim dalam beberapa hari terakhir. Kami hanya tinggal dengan beberapa pemain asal Papua dan tiga pemain asing,” katanya.
Baca juga: Breaking News : Empat Bulan Gaji Tak Dibayar, Para Pemain PSBS Biak Mogok Bertanding
Di tengah keterbatasan skuat, Mihail justru melihat situasi ini sebagai momentum untuk memberi kesempatan lebih besar kepada pemain muda Papua.
Sejumlah pemain dari akademi PSBS Biak pun mulai dipromosikan untuk dipersiapkan menghadapi musim depan.
“Masih ada Hadi yang bukan dari Papua, tapi dia adalah pemain dengan prospek besar bagi kami. Selain itu, kami mendatangkan banyak pemain dari akademi Biak, tim muda, untuk mempersiapkan mereka menghadapi musim depan,” ucapnya.
Eks pelatih PSS Sleman itu menegaskan bahwa PSBS Biak mulai membangun ulang fondasi tim dengan identitas Papua yang lebih kuat.
Ia ingin Skuat Badai Pasifik benar-benar merepresentasikan karakter dan semangat masyarakat Papua.
“Bersama dengan pemain muda dan pemain Papua yang lebih berpengalaman, kita membangun tim baru dengan semangat asli Papua, identitas yang jelas, dan benar-benar merepresentasikan Badai Pasifik,” tegas Mihail.
Terkait kabar pengurangan poin akibat persoalan administratif klub, Mihail memilih tidak banyak berkomentar.
Ia menyebut persoalan tersebut merupakan ranah manajemen, namun berharap semua pihak bisa belajar dari kesalahan yang terjadi.
“Sebenarnya itu bukan masalah saya karena itu masalah administratif yang menjadi urusan manajemen. Yang bisa saya katakan adalah kita harus bertanggung jawab atas apa yang kita lakukan. Kita melakukan kesalahan dan kita harus membayar. Saya harap kita akan mengambil pelajaran dari situ,” pungkasnya. (*)