Tenda Arafah Hampir Rampung, PPIH Pastikan Jemaah Haji Indonesia Siap Hadapi Puncak Armuzna
Ari Maryadi May 14, 2026 10:22 PM

 

Laporan Hasim Arfah, Wartawan Tribun-timur.com dan Media Centre Haji 2026 dari Arab Saudi

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKKAH — Persiapan fase puncak ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi terus dimatangkan. 

Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi memastikan kesiapan tenda jemaah Indonesia di Padang Arafah kini telah mencapai lebih dari 90 persen.

Puncak haji atau Armuzna—Arafah, Muzdalifah, dan Mina—menjadi fase paling krusial dalam rangkaian ibadah haji. 

Sebab, wukuf di Arafah pada 9 Dzulhijjah merupakan rukun utama haji sebagaimana sabda Rasulullah SAW, “Al hajju Arafah” yang berarti haji adalah wukuf di Arafah.

Karena itu, Kementerian Haji dan Umrah RI memberi perhatian khusus terhadap kesiapan layanan bagi jemaah Indonesia di kawasan Arafah.

Direktur Jenderal Pelayanan Haji Kementerian Haji sekaligus Ketua PPIH Arab Saudi, Ian Heryawan bersama Inspektur Jenderal Kemenhaj Dandi Suryadi dan Kepala Satops Armuzna Sunardi meninjau langsung kesiapan tenda dan transportasi bus di Arafah, Rabu (13/5/2026).

“Kalau dihitung dari persentase kesiapan kemah atau tenda, mungkin sudah 90 persen lebih,” ujar Ian kepada Media Center Haji.

Meski progresnya sudah mendekati final, PPIH menegaskan pengawasan akan terus dilakukan hingga seluruh fasilitas benar-benar siap digunakan jemaah. 

Pemerintah bahkan menjadwalkan pengecekan lanjutan untuk memastikan seluruh hak jemaah terpenuhi saat wukuf nanti.

“Kami tidak percaya begitu saja. Kami akan cek kembali supaya hak jemaah benar-benar terpenuhi,” katanya.

Untuk memudahkan penempatan jemaah, setiap tenda nantinya akan dilengkapi label kapasitas, nomor kloter, hingga daftar nama jemaah. 

Dalam satu tenda berukuran sekitar 300 meter persegi disiapkan sekitar 238 tempat tidur.

Penempatan jemaah akan diatur menyesuaikan kapasitas tenda, namun tetap memperhatikan kedekatan antaranggota kloter, khususnya bagi jemaah lansia dan disabilitas agar tidak kesulitan berpindah lokasi.

Selain itu, fasilitas pendukung seperti kamar mandi dan toilet juga dipastikan ramah lansia dan penyandang disabilitas.

Tahun ini, layanan Armuzna bagi jemaah Indonesia ditangani dua syarikah besar, yakni Duyuful Bait dan Rakeen yang disebut bekerja sesuai target.

Berdasarkan Rancangan Perjalanan Haji (RPH), jemaah mulai bergerak dari Makkah menuju Arafah pada 25 Mei 2026 atau 8 Dzulhijjah. 

Puncak wukuf berlangsung pada 26 Mei 2026 sebelum jemaah melanjutkan perjalanan ke Muzdalifah dan Mina untuk mabit serta melontar jumrah.

Jadwal Armuzna 

Senin, 25 Mei 2026: Jemaah bergerak dari Makkah ke Arafah

Selasa, 26 Mei 2026: Wukuf di Arafah

Rabu, 27 Mei 2026: Idul Adha 1447 H

Kamis, 28 Mei 2026: Hari Tasyrik I

Jumat, 29 Mei 2026: Hari Tasyrik II (Nafar Awal)

Minggu, 30 Mei 2026: Hari Tasyrik III (Nafar Tsani).

(hasim arfah/mch 2026)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.