TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Sebanyak 39 jembatan dalam program Jembatan Merah Putih Presisi Tahap II di Provinsi Riau telah rampung dibangun hingga Rabu (13/5/2026).
Jumlah tersebut merupakan bagian dari total 83 target pembangunan dan renovasi jembatan yang dikerjakan Satgas Darurat Pembangunan dan Renovasi Infrastruktur Jembatan Polda Riau.
Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan menyebut, pembangunan jembatan tersebut bukan sekadar menghadirkan infrastruktur, tetapi juga membuka akses masyarakat terhadap pendidikan, ekonomi hingga layanan kesehatan.
“Jembatan bukan hanya sarana penghubung antarwilayah, tetapi juga penghubung harapan masyarakat menuju pendidikan, ekonomi, pelayanan kesehatan dan kehidupan yang lebih baik. Saya mengapresiasi dedikasi seluruh personel yang bekerja tanpa kenal lelah demi masyarakat,” ujar Kapolda Riau, Kamis (14/5/2026).
Ia menegaskan, pembangunan infrastruktur sederhana yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat menjadi bagian dari pengabdian Polri kepada rakyat.
“Kami ingin masyarakat benar-benar merasakan kehadiran Polri. Ketika akses terbuka, roda ekonomi bergerak, anak-anak bisa pergi sekolah dengan aman, dan masyarakat dapat beraktivitas tanpa rasa khawatir,” tambahnya.
Program tersebut melibatkan 120 personel gabungan dari Satbrimob, Ditsamapta dan Ditpolairud Polda Riau.
Pembangunan dilakukan di sejumlah wilayah seperti Siak, Dumai, Rokan Hilir, Indragiri Hulu, Kepulauan Meranti, Indragiri Hilir, Rokan Hulu, Kampar, Bengkalis, Pelalawan hingga Kuantan Singingi.
Sejumlah jembatan yang sebelumnya rusak dan membahayakan warga kini telah dapat dimanfaatkan kembali untuk menunjang mobilitas masyarakat desa, termasuk akses pelajar menuju sekolah.
Sementara itu, Dansat Brimob Polda Riau, Kombes Pol I Ketut Gede Adi Wibawa mengatakan pembangunan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan masyarakat setempat melalui semangat gotong royong.
“Pembangunan ini bukan sekadar membangun fisik jembatan, tetapi juga membangun harapan masyarakat agar aktivitas sehari-hari menjadi lebih aman dan lancar,” ujarnya.
Selain 39 jembatan yang telah selesai, saat ini terdapat 37 jembatan lainnya yang masih dalam tahap pengerjaan dengan progres bervariasi, mulai dari pembangunan pondasi hingga tahap finishing. Sementara tujuh titik lainnya masih dalam tahap persiapan pembangunan.
Beberapa proyek yang menjadi perhatian di antaranya pembangunan jembatan sepanjang 168 meter di Desa Kuala Sebatu, Kecamatan Batang Tuaka, Kabupaten Indragiri Hilir, serta pembangunan akses penghubung desa di wilayah Kuantan Singingi, Bengkalis, Pelalawan hingga Kota Dumai.
Program Satgas Darurat Pembangunan Jembatan merupakan tindak lanjut arahan Presiden RI Prabowo Subianto terkait pentingnya keselamatan, akses pendidikan dan social inclusion bagi masyarakat pedesaan.
Selama proses pembangunan, situasi secara umum berlangsung aman dan kondusif meski di beberapa lokasi pengerjaan sempat terkendala cuaca hujan dan arus air deras.
(Tribunpekanbaru.com/Rizky Armanda)